Penulis: Hanum

Editor: Rizki Ardinanta/ Bernadeta Diana

Pergeseran tren dari sektor agraris ke industri rupanya tak terbatas pada industri barang saja, tetapi juga industri jasa. Salah satu industri jasa keuangan yang mulai populer adalah asuransi. Dilansir dari Bisnis.bom, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan industri asuransi hingga Mei 2018 masih tumbuh secara signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan data statistik yang menunjukkan premi asuransi jiwa dan asuransi umum/re-asuransi masing-masing tumbuh tinggi sebesar 31,49 % dan 19,28 %. Tren positif industri asuransi di Indonesia tentu didukung dengan adanya jumlah permintaan yang juga meningkat. Sehubungan dengan tumbuhnya kelas menengah di Indonesia, hal tersebut tentu tidak  mengherankan. Terlebih mengingat generasi muda masa kini yang semakin sadar akan pentingnya persiapan untuk menghadapi ketidakpastian finansial di masa mendatang. Namun demikian, tren positif tersebut tentu perlu disertai dengan pemahaman mendasar perihal asuransi itu sendiri.

Transfer Risiko Finansial

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), Bab 9, Pasal 246, asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi. Tujuannya adalah untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu. Dari sudut pandang ekonomi, asuransi dapat dilihat sebagai suatu transfer risiko finansial yang dilakukan oleh pembeli asuransi kepada perusahaan asuransi. Keterbatasan manusia dalam memprediksi masa depan tentu membuat mereka tidak bisa mengantisipasi waktu datangnya dan besaran risiko. Asuransi pun hadir sebagai solusi, untuk melindungi kamu dari risiko tersebut.

Pada sebuah sistem asuransi, pemegang polis atau pembeli produk asuransi membayarkan sejumlah premi kepada perusahaan asuransi. Harapannya, di masa depan perusahaan tersebut akan menanggung biaya risiko terkait produk asuransi yang telah dipilih. Premi sendiri merupakan sejumlah biaya yang harus dibayarkan pembeli produk asuransi atas keikutsertaannya dalam asuransi tersebut. Besaran premi berbeda-beda tergantung kepada produk dan perusahaan asuransi. Sementara itu polis merupakan surat yang berisi hak dan kewajiban kedua belah pihak terlibat. Apabila di masa depan risiko yang dialihkan tersebut benar-benar terjadi, pemegang asuransi dapat mengajukan klaim sesuai yang dijanjikan pada polis.

Memilih Produk Asuransi Berdasarkan Kebutuhan

Terdapat beberapa jenis produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pengguna jasa tersebut. Sebagai contoh adalah asuransi jiwa. Klaim asuransi jiwa dapat diajukan apabila pihak yang ditanggung meninggal. Pihak ditanggung sendiri tidak selalu pembeli asuransi, tetapi bisa berupa pihak ketiga. Misalnya, ada seorang kepala keluarga yang membeli asuransi jiwa untuk anaknya. Apabila pada suatu hari anak tersebut meninggal, maka sang ayah dapat mengajukan klaim.

Selain asuransi jiwa, ada pula asuransi kesehatan. Berbeda dengan asuransi jiwa, asuransi kesehatan menanggung masalah kesehatan pihak tertanggung yang terjadi di masa depan. Salah satu contoh asuransi kesehatan yang paling populer adalah BPJS yang dikelola oleh pemerintah. Produk asuransi sendiri dikelompokkan berdasarkan jenis risiko yang akan dialihkan sehingga asuransi tidak melulu meliputi bidang kesehatan atau kejiwaan seperti yang umum ditawarkan. Ada asuransi dengan sasaran keluarga muda yang tengah merencanakan kelahiran buah hati. Ada pula asuransi pendidikan untuk mengantisipasi risiko naiknya biaya pendidikan anak di masa depan. Sementara itu, bagi pasangan muda yang belum memiliki anak, asuransi properti dan kendaraan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk melindungi aset mereka dari risiko tak terduga.

Memilih asuransi secara bijak tentu dapat menciptakan rasa aman manakala menghadapi ketidakpastian finansial. Apapun jenis asuransi yang kamu pilih, kenali betul risiko yang bisa saja menimpamu di masa depan. Selain itu, pastikan juga bahwa keputusan kamu untuk membeli produk asuransi tidak mengganggu pola pengeluaran rutin yang sudah kamu canangkan untuk pemenuhan kebutuhan harian.

Referensi

Bisnis.com. (2018, Juny 29). Pertumbuhan Industri Asuransi Masih Signifikan Hingga Mei 2018. From bisnis.com: https://m.bisnis.com/finansial/read/20180629/215/811256/pertumbuhan-industri-asuransi-masih-signifikan-hingga-mei-2018