Halo semua, apakah finansial kalian saat ini baik-baik saja? Kali ini kita akan membahas tentang perbedaan saham, forex, dan crypto. Hal ini karena banyaknya influencer di media sosial memamerkan kemudahan mencari uang kepada penggemarnya.

Terlebih lagi, para influencer ini terkesan memiliki hidup mudah dan mewah karena trading. Kesan yang diberikan para influencer ini kemudian mempengaruhi banyak orang untuk mencoba masuk di dunia saham, forex, maupun crypto. Hanya saja, tidak banyak orang tahu akan risiko yang harus ditanggung dengan iming-iming tersebut.

Oleh karena itu, kita akan membahas perbedaan saham, forex, dan crypto secara lengkap. Hal ini sebagai upaya pemahaman awal kepada kalian semua bahwa high return equals to high risk. Selain itu, kita akan melihat keuntungan dan kelemahan dari masing-masing trading ini secara umum.

Pasar Saham

Pasar saham adalah sekumpulan penjual dan pembeli saham yang mewakili klaim kepemilikan atas bisnis; termasuk di dalamnya sekuritas yang terdaftar pada bursa saham publik, juga saham yang diperdagangkan secara swasta, seperti saham-saham perusahaan swasta yang dijual kepada investor melalui platform crowdfunding ekuitas.

Investasi di pasar saham sering kali dilakukan melalui pialang saham dan platform perdagangan (trading) elektronik. Investasi biasanya dilakukan dengan mempertimbangkan strategi investasi. Untuk bisa mengakses pasar saham, kalian harus mendaftarkan diri terlebih dulu ke perusahaan sekuritas untuk mendapatkan akun dalam trading.

Pasar Forex

Pasar Forex adalah pasar perdagangan terbesar di dunia, dengan volume perdagangan harian sekitar $5 triliun. Pasar ini  terdiri dari lembaga keuangan, bank, bisnis, dan investor ritel, yang semuanya menukar mata uang nasional baik untuk menjalankan bisnis atau sebagai alat untuk menghasilkan keuntungan.

Forex berbeda dengan saham. Forex dikenal sebagai pasar yang dapat bergerak cepat dan fluktuatif. Fluktuaasi dari pergerakan di pasar forex inilah yang memberikan peluang untuk menghasilkan banyak uang. Orang yang tidak punya psikologis yang baik disarankan untuk tidak mengambil risiko di pasar ini.

Hal ini karena ketidakstabilan pasar forex berasal dari berita-berita terkait politik dan ekonomi. Oleh karena itu, pedagang forex harus paham betul tentang isu-isu tersebut untuk melihat potensi maupun peluang dari perdagangan yang akan dilakukan.

Pasar Cryptocurrency

Pasar cryptocurrency masih terbilang baru, seiring dengan aset digital. Trading ini bisa dilakukan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Perdagangan dilakukan melalu bursa crypto yang kini sudah banyak tersedia, seperti Binance, Indodax, dan sebagainya.

Layaknya pasar forex, cryptocurrency juga sangat fluktuatif dan terbuka untuk manipulasi. Namun, seperti halnya forex, volatilitas dipandang oleh beberapa orang sebagai keuntungan. Meskipun rentan terhadap berita industri dan penipuan. Secara umum, pasar cryptocurrency tidak terlalu terpengaruh oleh peristiwa global atau pasar keuangan tradisional.

Perbedaan Utama Saham, Forex, dan Crypto

Dari segi laba atau keuntungan, semua pasar di saham, forex, maupun crypto itu sama. Hanya saja, harga beli-jual forex dan crypto memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi, sedangkan saham lebih cenderung stabil. Hanya saja, crypto lebih memiliki fluktuasi yang tinggi karena berbasis pada aset digital yang gampang digiring dan digoreng.

Selain itu, perbedaan utama dari ketiga pasar ini adalah waktu. Pasar forex terdapat empat sesi perdagangan di dunia, yaitu sesi Australia (Sydney) yang dimulai pukul 05.00 – 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh sesi Asia (Tokyo) dimulai pukul 07.00 – 16.00 WIB, sesi Eropa (London) yang dimulai pukul 13.00 – 22.00 WIB, dan sesi Amerika (New York) dimulai pukul 20.00 – 05.00 WIB.

Untuk pasar saham, jam beroperasi dari bursa saham di setiap negara tentunya berbeda-beda, sebagai contoh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin-Kamis sesi I akan dibuka pada pukul 09.00-12.00 dan dilanjutkan sesi II pukul 13.30-15.49.59 WIB atau waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Pada Jumat, sesi I dibuka pada pukul 09.00-11.30 dan sesi II pada pukul 14.00-15.49.59 WIB (JATS).

Untuk pasar crypto, jam beroperasi pasar bersifat non-stop, yakni 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Oleh karena itu, pasar cryptocurrency sering dianggap sebagai pasar yang memiliki tingkat fluktuasi lebih tinggi dari forex maupun saham.