Penulis: Khoirunnissa Hidayati

Editor: Bernadeta Diana

Sebagai orang dewasa kamu tentu sudah dituntut untuk bisa mengatur keuangan dengan baik, minimal pendapatan sama dengan pengeluaran. Namun demikian, lebih baik lagi kalau pendapatan lebih besar dari pengeluaran sehingga kamu bisa menabung untuk tabungan darurat atau emergency fund. Salah satu cara untuk mendapatkan uang tambahan selain dari gaji bulanan adalah dengan memiliki passive income.

Passive income secara harfiah memiliki arti sebagai pemasukan pasif, yaitu penghasilan yang kamu dapatkan secara teratur setiap bulannya tanpa perlu bekerja. Istilah ini dapat dipahami sebagai kebalikan dari active income atau penghasilan rutin yang umumnya diterima setiap bulan atas pekerjaan yang kamu lakukan. Terkadang, mengandalkan gaji bulanan yang didapatkan sebagai karyawan tidaklah cukup, apalagi kalau kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak. Biaya untuk membeli kebutuhan sehari-hari cukup banyak, misalnya saja untuk membeli popok, susu, mainan anak, dan lain sebagainya. Dengan adanya passive income, kamu tidak perlu khawatir lagi dengan kebutuhan yang terus bertambah. Kamu juga bisa memiliki waktu lebih untuk bercengkrama dengan keluarga, bermain dengan anak, atau sekedar mengerjakan hobi. Salah satu cara untuk memperoleh passive income adalah dengan melakukan investasi dalam bentuk saham. Namun demikian, sudahkah kamu memahami keuntungan serta risiko melakukan investasi dalam bentuk saham?

Mengenal Investasi Saham dan Keuntungannya

Secara sederhana, melakukan investasi dalam bentuk saham berarti kita melakukan penanaman modal pada suatu usaha. Modal inilah yang membuat sebuah usaha dapat terus berjalan sehingga roda ekonomi dapat terus berputar. Di Indonesia sendiri orang-orang terkadang enggan untuk terjun dalam dunia saham. Padahal, investasi dalam bentuk saham merupakan cara yang legal untuk mendapatkan uang. Coba kamu renungkan, sejak bangun tidur hingga tidur kembali, berapa banyak produk dari perusahaan yang sahamnya sudah terdaftar di bursa? Mulai dari sabun, shampo, sikat gigi, makanan, minuman, pakaian, dan berbagai obat-obatan yang dikonsumsi ketika sakit.

Sebagian besar barang-barang yang kita gunakan sudah terdaftar di bursa. Jadi sebenarnya kita semua hidup berdampingan dengan yang namanya saham. Sayangnya, masih banyak orang yang asing dengan kata-kata saham sehingga beranggapan bahwa saham hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang yang memiliki banyak uang. Pemikiran tersebut cenderung kurang tepat lantaran dengan menyediakan uang sebesar Rp 100.000 saja, kita dapat terlibat untuk membeli saham.

Sebagai salah satu sumber passive income, saham tentu menjanjikan keuntungan yang dapat terkumpul sebagai tabungan untuk masa mendatang. Berikut beragam keuntungan yang bisa diperoleh investor dari kegiatan penanaman saham.

  1. Capital gain

Capital gain artinya adalah selisih dari harga beli dan harga jual saham. Ketika harga jual saham lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli saham, maka akan muncul selisih harga. Selisih ini terjadi ketika adanya aktivitas sekunder di luar pasar milikmu. Misalnya saja kamu membeli selembar saham dari perusahaan X dengan harga Rp 5.000, lalu kamu jual dengan harga Rp 5.500,  maka kamu sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 500. Keuntungan itulah yang disebut sebagai capital gain.

  1. Deviden

Artinya adalah keuntungan dari perusahaan yang kemudian dibagikan kepada para pemegang saham. Biasanya keuntungan ini diberikan pemegang saham saat RUPS atau Rapat Umum Pegang Saham dan diberikan dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk rupiah berdasar jumlah saham yang dimiliki. Tidak hanya itu saja, keuntungan tersebut juga bisa diberikan dalam bentuk deviden stok atau memberikan penambahan saham sesuai besarnya keuntungan.

  1. Saham bonus

Hanya sebagian perusahaan saja yang memberi saham bonus karena bonus ini diambil dari agio saham. Agio saham sendiri adalah selisih dari harga jual terhadap harga normal saat perusahaan melakukan penawaran di pasar perdana.

Resiko Investasi Saham

Segala keputusan finansial yang kita buat tentu tak lepas dari berbagai risiko, termasuk ketika memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham. Resiko tersebut harus siap kamu hadapi sebagai seorang investor. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah resiko ketika berinvestasi saham:

  1. Capital Loss

Kerugian yang akan kamu dapatkan dari selisih harga jual dan harga beli saham. Maksudnya adalah saham yang kita jual memiliki harga yang lebih rendah dari harga yang kamu beli sebelumnya. Sama seperti barang-barang lainnya, ada kalanya suatu barang dijual dengan harga yang mahal, namun ada kalanya barang tersebut memiliki harga yang rendah.

  1. Tidak mendapatkan deviden

Dividen akan didapatkan oleh investor ketika perusahaan yang sahamnya kamu beli mendapatkan keuntungan. Bila perusahaan tersebut tidak mendapatkan keuntungan, maka investor juga tidak akan mendapatkan keuntungan. Bisa dibilang kalau keuntungan investor ditentukan oleh kinerja perusahaan, oleh sebab itulah kamu harus teliti ketika ingin membeli saham suatu perusahaan.

  1. Suspend

Ketika perusahaan tempat kamu melakukan investasi mendapatkan suspend dari otoritas bursa efek, secara tidak langsung kamu tidak akan mendapatkan apa-apa hingga status suspend tersebut dicabut. Ada banyak hal yang menyebabkan perusahaan di suspend, yang pertama karena harga saham melonjak, penurunan harga saham yang luar biasa, perusahaan tersebut pailit atau karena kondisi lainnya.

Terlepas dari potensi risiko yang dihadapi, investasi dalam bentuk saham bisa jadi salah satu sumber passive income yang patut untuk dicoba. Meski membutuhkan ketekunan lebih untuk dipelajari, investasi semacam ini dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa mendatang.  

Referensi:

https://www.elshinta.com/news/153586/2018/08/21/5-jenis-passive-income-yang-menambah-penghasilan-secara-signifikan

https://jouska.financial/mustreadpage.html#galleryModal-basicTriangle (Menabung Saham itu Mudah)

https://www.mncsekuritas.id/financial/3-keuntungan-dari-berinvestasi-saham/en