Mengatur keuangan keluarga ternyata tidak sesederhana menyisihkan pendapatan untuk biaya pengeluaran. Ada banyak komponen yang harus diperhatikan dalam mengatur keuangan ini. Oleh karena itu, ada banyak keluarga yang menggunakan jasa financial planner untuk membantu mengelola keuangan dalam rumah tangga.

Apabila kita mencermati secara mendalam konsep mengatur keuangan ini ternyata tidaklah mudah. Bukan hanya sekadar kamu menyisihkan pendapatanmu tetapi juga melihat apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai dalam keluarga itu. Dengan kata lain, manajemen keuangan di dalam keluarga bisa juga dianalogikan dengan manajemen keuangan perusahaan tetapi dalam skala yang lebin kecil.

Mengatur keuangan keluarga ini butuh kecermatan dan komitmen dari keluarga tersebut. Melakukan beberapa pencatatan pemasukan dan pengeluaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan dari mengatur keuangan ini juga sangat beragam dan semua itu tergantung dari masing-masing keluarga.

Memahami Prioritas Keluarga

Mengatur keuangan keluarga ini berkaitan erat dengan prioritas yang diterapkan dalam keluarga. Prioritas keluarga juga bukan hanya sekadar melihat seberapa banyak pengeluaran dalam keluarga dan berata pendapatan yang diterima. Prioritas ini lebih cenderung pada hal-hal yang bersifat pengeluaran wajib.

Prioritas dalam upaya mengatur keuangan keluarga adalah dana yang harus keluar karena suatu kewajiban. Contoh dari prioritas keluarga ini seperti kebutuhan untuk makan dan minut, transportasi, listrik, bahkan cicilan hutang. Bisa dikatakan bahwa prioritas ini adalah pengeluaran yang pasti setiap bulannya.

Sebagai gambaran mudahnya bisa diilustrasikan dengan perhitungan sederhana. Misalkan kamu adalah seorang freelancer yang bekerja dari rumah berarti kamu tidak memerlukan biaya transportasi. Namun, seorang freelancer cenderung bekerja menggunakan akses internet sehingga biaya berlangganan internet adalah prioritas selain untuk makan dan minum.

Apabila kamu dan pasangan bekerja full day dan memiliki seorang anak bayi berarti prioritas keluarga tidak hanya sekadar makan, minum, dan transportasi. Ada prioritas untuk jasa babysitter untuk mengurus anak sewaktu ditinggal orang tuanya bekerja. Oleh karena itu, memahami prioritas menjadi salah satu hal penting dalam mengatur keuangan keluarga.

Manajemen Resiko Keuangan Keluarga

Mengatur keuangan keluarga tidak serta merta cukup memahami prioritas semata. Akan tetapi, perlu juga pemahaman terhadap manajemen resiko keuangan keluarga. Hal ini juga perlu menjadi perhatian penting untuk para keluarga. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari resiko keuangan dalam keluarga.

Pertama, fams harus membagi pendapatan ke dalam porsi-porsi yang sudah disediakan. Misalkan pendapatan dibagi untuk prioritas, tabungan, investasi, dan keinginan. Pembagian porsi ini tergantung dari masing-masing keluarga sehingga pengaturan keuangan dalam keluarga bisa memiliki rumus yang berbeda. Kebanyakan financial planner menyarankan membaginya 50% untuk prioritas, 10% tabungan, 20% investasi, dan 20% untuk memenuhi hasrat.

Kedua, fams sebaiknya memahami beberapa jenis investasi. Hal ini bertujuan supaya uang yang dimiliki tidak hanya sekadar berhenti di tabungan dan terkena dampak inflasi. Berinvestasi memang tidak mudah tetapi banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukannya, seperti membuka tabungan deposito atau reksadana.

Ketiga, fams harus memiliki prinsip be save, not greedy dalam mengatur keuangan di dalam keluarga. Hal ini sangat penting diterapkan dalam keluarga karena terkadang hasrat manusia untuk berbahagia menghabiskan banyak dana. Dengan kata lain, pikirkan terlebih dahulu barang yang akan dibeli untuk menghindari besarnya pengeluaran daripada pemasukan.

Merdeka Secara Finansial dalam Keluarga

Hal terpenting dari upaya mengatur secara rinci keuangan keluarga adalah merdeka secara finansial. Maksud dari merdeka secara finansial sendiri adalah pencapaian dalam tujuan keuangan yang diidam-idamkan. Contoh sederhana dari merdeka finansial ini seperti jaminan kesehatan terjamin atau memiliki cukup uang untuk pensiun.

Upaya mencapai kemerdekaan secara finansial memang tidaklah mudah. Tapi, apa yang sudah disampaikan sebelumnya sudah cukup menjelaskan bagaimana cara sebuah keluarga mengelola keuangan mereka adalah salah satu jalan menuju kemerdekaan secara finansial. Mengutamakan prioritas, menabung, dan berinvestasi adalah bagian dari upaya itu semua.

Sebuah keluarga harus memiliki komitmen yang kuat dalam mengatur keuangan di dalam keluarga mereka. Layaknya orang puasa, proses membagi pendapatan sesuai porsinya seperti orang pause melihat makanan. Terlebih lagi bagi orang-orang yang memiliki pendapatan cukup tinggi bukan berarti bisa mengambil kredit sana-sini tanpa perhitungan pasti.

Apabila suatu keluarga sudah mampu merdeka secara finansial bisa dikatakan bahwa cara mengatur keuangan dan komitmen yang diterapkan dalam keluarga mereka sangat luar biasa. Akan tetapi, bagi mereka yang mampu meraih kemerdekaan secara finansial, maka bisa dikatakan mereka bisa menikmati masa tuanya bersama cucu-cucunya.