Memilih asuransi kesehatan bisa jadi hal yang cukup pelik. Sudah jatuh tertimpa tangga. Kira-kira itulah gambaran sebagian orang yang divonis menderita penyakit kronis. Mengapa bisa begitu? Karena selain sulitnya melakukan kegiatan sehari-hari akibat penyakit yang diderita, mahalnya biaya pengobatan menjadi masalah lain yang tidak kalah membuat pusing dan stres.

Misalnya saja untuk penderita diabetes. Pasien diabetes setidaknya harus mengeluarkan biaya Rp 1-2 juta per tahun hanya untuk konsultasi dokter. Belum lagi jika pankreas sudah tidak bisa berfungsi lagi. Pasien akan membutuhkan suntik insulin seumur hidup yang bisa menghabiskan 1-2 juta rupiah per bulan.

Penyakit seperti diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga anak usia balita. Oleh karena itu, penting bagi Fams untuk membeli produk jaminan kesehatan dalam bentuk asuransi atau mengharapkan donasi. Di Indonesia sendiri ada berbagai macam perusahaan yang bisa jadi pertimbangan untuk memilih produk asuransi kesehatan, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta.

Banyaknya pilihan jasa asuransi yang tersedia ini kadang membuat bingung para keluarga untuk menentukan produk asuransi kesehatan mana yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing produk asuransi, meliputi biaya premi dan fasilitas yang bisa Fams dapatkan.

Memilih Asuransi Kesehatan JKN-KIS atau BPJS

Pemerintah Republik Indonesia telah memiliki program Jaminan Kesehatan Nasional yang telah berlaku sejak Januari 2014. Program ini dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Program ini bertujuan agar masyarakat yang sakit dapat memilih asuransi kesehatan agar bisa mendapatkan penanganan medis yang layak dan tepat guna tanpa perlu khawatir akan biaya pengobatannya.

BPJS Kesehatan sendiri terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Secara sederhana perbedaan ketiganya bisa dilihat dari besaran iuran yang ditanggung oleh pesertanya. Menurut Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, iuran BPJS per peserta per bulan sebagai berikut:

  • Kelas 1, sebesar Rp 80.000
  • Kelas 2, sebesar  Rp 51.000
  • Kelas 3, sebesar Rp 25.500

Sesuai peraturan BPJS No 4 Tahun 2014 bahwa pihak yang mendaftarkan dan anggota keluarganya wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan, seluruh anggota keluarga yang terdaftar pada Kartu Keluarga (KK) wajib menjadi peserta. Dengan kata lain, Fams harus membayar iuran BPJS per bulan sejumlah anggota keluarga yang terdaftar dalam KK. Misalnya saja, dalam KK Fams terdaftar 4 anggota keluarga (ayah, ibu, dan 2 anak) dan mendaftar BPJS Kelas 1, maka iuran yang dibayarkan setiap bulannya adalah 320 ribu/bulan.

Perbedaan fasilitas

Selain biaya iuran per bulannya, perbedaan antara masing-masing kelas juga membedakan fasilitas rawat inap yang akan didapatkan. 

  • Kelas 1: Biasanya mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 1, umumnya terdiri dari 2 sampai 4 bed pasien tiap kamarnya.
  • Kelas 2: Mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 2, biasanya ruang rawat inap ini terdiri dari 3 sampai 5 bed pasien di tiap ruangan.
  • Kelas 3: Mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 3, umumnya terdiri dari 4 sampai 6 bed pasien tiap kamarnya.

Setiap peserta akan mendapatkan layanan kesehatan yang sama. Layanan kesehatan yang ditanggung oleh BPJS antara lain adalah, Layanan Kesehatan Tingkat Pertama (dokter keluarga, puskesmas), Layanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit, dokter spesialis), dan persalinan.

Bahkan untuk peserta yang mengidap kanker, BPJS akan menanggung seluruh biaya pengobatan, termasuk kemoterapi dan radioterapi, hingga layanan psikolog. Kendati demikian, tidak setiap obat ditanggung oleh BPJS. Hanya obat-obat yang masuk dalam daftar Formularium Nasional saja yang ditanggung.

Keunggulan BPJS:

  1. Tidak perlu pengecekan medis di awal
  2. Iuran premi yang relatif murah
  3. Manfaat tanggungan premi yang relatif luas
  4. Tidak ada batasan plafon asuransi
  5. Semua tagihan Rumah Sakit akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan dengan syarat mengikuti prosedur dan standar kelas yang telah ditentukan oleh pihak BPJS Kesehatan.

Kelemahan BPJS: 

  1. Proses pengurusan cenderung lambat dan berbelit-belit 
  2. Antrian penggunaan BPJS sangat panjang terkadang tidak dibarengi dengan tenaga medis yang memadai
  3. Pilihan Rumah Sakit terbatas dan hanya berlaku di Indonesia saja
  4. Kapasitas Rumah Sakit untuk Pasien BPJS terbatas
  5. Rumah Sakit terkadang tidak mau menerima pasien BPJS jika kapasitas ruangannya sedang penuh

Memilih Produk Asuransi Kesehatan Swasta

Selain program JKN yang dikelola oleh pemerintah, banyak perusahaan swasta yang menawarkan berbagai macam produk asuransi. Namun jika tujuan Fams membeli produk asuransi hanya untuk menjamin kesehatan keluarga, pastikan untuk memilih asuransi kesehatan murni, yang bukan merupakan asuransi unit-link (gabungan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan investasi).

Selain mahal, dalam unit-link, premi akan dibagi untuk asuransi jiwa, investasi, dan asuransi kesehatan. Pembagian itu membuat porsi asuransi kesehatan menjadi kecil, sehingga Anda harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafon (jumlah maksimum kredit) lebih tinggi. Belum lagi, masih ada potongan biaya unit-link.

Prudential, Allianz, AXA,  Cigna, dan Manulife menjadi sebagian dari jajaran nama besar yang menyediakan berbagai macam jasa asuransi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Layanannya pun sudah tersebar luas di seluruh dunia.

Masing-masing perusahaan asuransi tersebut memiliki besaran iuran premi dan layananan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah tabel biaya dan layanan dari masing-masing perusahaan asuransi, dengan pengajuan 3 anggota keluarga (ayah, istri, dan anak perempuan).

Tabel Rincian Asuransi Kesehatan

tabel memilih asuransi kesehatan

Mengenai Asuransi Swasta

Berdasarkan tabel di atas, keempat produk asuransi yang ditawarkan masing-masing perusahaan menerapkan sistem cashless dan merupakan asuransi kesehatan keluarga murni, bukan bagian dari unit-link. Selain itu, semua produk asuransi juga menawarkan fasilitas rawat inap yang sangat memadai. Jadi untuk kriteria ini, semuanya cukup baik.

Namun dari segi plafon, produk asuransi kesehatan dari AXA dinilai paling ideal, karena menawarkan limit perawatan yang cukup besar dengan satu limit (limit tidak dipecah-pecah per perawatan), sementara yang lain menerapkan limit yang berbeda-beda untuk tiap perawatan.

Allianz dan Manulife tidak memiliki limit total per tahun, namun memiliki limit per perawatan per tahun. Untuk Manulife, karena memberikan tambahan pertanggungan asuransi jiwa, kita bisa mengurangi tanggungan asuransi jiwa yang sudah kita punya dan menggunakan kelebihan preminya untuk meningkatkan premi asuransi kesehatan.

Cigna memiliki menerapkan limit, baik dengan limit per perawatan maupun limit keseluruhan. Dari sisi plafon, Cigna yang paling kecil karena tanggungan biaya perawatan diberikan dalam bentuk santunan tunai (cash plan),.sehingga kadang tidak sesuai dengan biaya perawatan yang harus ditanggung.

Cigna memiliki premi yang paling murah. Selain itu, dengan premi serendah itu, produk asuransi Cigna bisa bisa menanggung sampai 5 orang anggota keluarga (2 orang tua dan 3 anak). Sementara asuransi lain memiliki premi yang lebih mahal. Itupun hanya untuk 3 anggota keluarga (lebih banyak anggota, premi lebih tinggi lagi). Tetapi, kembali lagi, premi berhubungan dengan fasilitas yang didapatkan. Dari segi jaringan, masing-masing produk asuransi telah terhubung dengan jaringan rumah sakit yang sangat luas.

Terlepas dari itu, asuransi swasta masih memiliki keunggulan dan kelemahan dibandingkan dengan BPJS Kesehatan.

Keunggulan Asuransi Swasta:

  1. Kecepatan dan kemudahan dalam proses pengurusan
  2. Fleksibilitas dalam pemilihan rumah sakit, baik di dalam negeri maupun luar negeri
  3. Kapasitas Rumah Sakit untuk Pasien Asuransi tidak terbatas
  4. Rumah Sakit cenderung lebih terbuka dalam menyambut pasien Asuransi Swasta dibanding pasien BPJS

Kelemahan Asuransi Swasta:

  1. Memerlukan pengecekan medis yang sangat ketat di awal sehingga banyak yang dianggap tidak layak
  2. Iuran premi yang relatif mahal
  3. Manfaat tanggungan premi yang cenderung terbatas (beberapa produk asuransi tidak memfasilitasi perawatan kehamilan, rawat jalan, perawatan gigi dan perawatan optik)
  4. Ada batasan plafon asuransi yang menyebabkan tidak semua tagihan bisa dibayarkan, khususnya jika biaya pengobatan mahal. 

Masing-masing produk jaminan kesehatan ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, baik BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta. Oleh karena itu penting bagi Fams untuk memilih asuransi kesehatan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda juga.