Akhir-akhir ini kata lelaki dan resesi ekonomi makin poluper baik dalam pemberitaan ataupun unggahan di media sosial. Sebetulnya apa sih resesi ekonomi itu? Dan dampak apa yang akan muncul ketika resesi ekonomi terjadi? Dan knappa harus lelaki?

Jadi begini, resesi ekonomi menurut ilmu ekonomi adalah kondisi dimana sebuah negara mengalamai penurunan PDB (Produk Domestik Bruto) atau ketika kondisi ekonomi sebuah negara pertumbuhannya negatif selama dua kuartal (satu kuartal itu durasinya 3 bulan) dalam satu tahun. Jika kondisi resesi ini terus berlangsung terus menerus maka akan menjadi resesi ekonomi. Dengan kata lain, lelaki dan resesi ekonomi perlu diketahui.

Lelaki dan resesi ekonomi secara sederhana adalah kondisi yang mencerminkan perputaran ekonomi sebuah negara sedang tidak baik. Kondisi resesi ini dapat juga mencerminkan bahwa daya beli masyarakat pada periode tersebut sedang rendah sehingga menghambat berputarnya roda perekonomian negara.

Dampak resesi Ekonomi Bagi masyarakat

Lantas dampaknya apasih untuk kita sebagai masyarakat ketika terjadi resesi? Ketika teradi resesi eknomi yang paling pertama merasakan dampaknya adalah para pelaku usaha, mengapa karena daya beli masyarakat turun yang mengakibatkan pendapatan para pelaku usaha ini juga menurun. 

Lalu apa yang teradi ketika pelaku usaha mengalami penurunan omset? Hal yang paling lazim dilakukan adalah efisiensi tenaga kera atau bahasa kasarnya adalah PHK. Jadi salah satu dampak resesi yang dirasakan oleh masyarakat adalah meningkatnya tingkat PHK.

Kedua, dalam kondisi resesi ekonomi, instrumen investasipun terkena dampaknya.  Ketika terjadi resesi ekonomi kebanyakan perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan bisnis yang optimal. Tidak optimalnya peforma perusahaan ini akan berdampak pada nilai saham sebuah perusahaan yang berdampak langsung pada harga saham yang akan semakin menurun.

Ketiga, Tingkat suku bunga. Dalam kondisi resesi tingkat suku bunga bank cenderung tinggi dikarenakan upaya untuk menahan perputaran uang keluar, sehingga kebijakan peningkatan suku bunga adalah upaya untuk menahan uang agar tetap berada di bank. Nah, peningkatan suku bunga ini berdampak pada inflasi yang meningkat. Ketika inflasi naik maka harga cenderung akan naik juga.

Dampak Resesi ekonomi dalam kehidupan keluarga

Dari penjelasan di atas, lelaki dan resesi ekonomi sangat berdampak bagi masyarakat. Meski indikatornya adalah PDB dan pertumpuhan ekonomi yang subjeknya adalah negara tapi dampaknya begitu nyata bagi marsyarakat dan kehidupan ekonomi kita sebagai individu.

Tingginya tingkat PHK, Kenaikan harga kebutuhan-kebutuhan pokok, sulitnya mencari sumber pendapatan merupakan ancaman nyata bagi perekonomian keluarga.

Ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh kepala keluarga dalam mengelola keuangan keluarganya dalam kondisi resesi diantaranya;

Menahan konsumsi

Dalam keadaan resesi, hal yang paling baik dilakukan oleh rumah tangga adalah dengan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan barang-barang pokok. Rumah tangga sebaiknya mekalukan konsumsi kebutuhan pokok. Untuk kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersier mungkin dapat dilakukan ketika masa resesi sudah berakhir.

Mengurangi belanja aset

Pada keadaan resesi, uang cash adalah aset yang paling berharga. Mengapa? Karena ketika aset anda berwujud aset tidak bergerak seperti tanah atau bangunan akan sangat sulit dikonversi ke dalam bentuk aset cair seperti cash. Oleh karenanya, sebaiknya rumah tangga menahan konsumsi aset tidak bergerak meskipun harga aset tidak bergerak diera resesi harganya murah. Bagi keluarga yang memiliki sumber keuangan yang besar mungkin ini saatnya anda untuk berbelana tanah, namun tetap ingat anda tetap harus menyiapkan aset cair yang bisa digunakan kapan saja.

Menghindari investasi pasar saham

Dalam kondisi resesi maka, industri bisnis dihadapkan pada kondisi tidak menentu. Kondisi tidak menentu adalah ancaman yang besar bagi para pelaku bisnis. Dalam kondisi ini kegiatan bisnis tidak akan optimal sehingga nilai sahamnya ataupun proyeksi capaian mereka cenderung tidak akan tercapai. Tidak tercapainya hal itu akan membuat harga atau valuasi dari sebuah perusahaan turun. Valuasi yang turun ini akan berdampak pada nilai sahamnya. Maka wajar jika banyak harga saham perusahaan yang listing saat resesi harganya akan jatuh.

Lelaki dan resesi ekonomi harus bisa dipahami secara seksama. Sebaiknya keluarga melakukan konsumsi yang optimal. Mengingat sulitnya mencari sumber pemasukan lain dalam kondisi resesi. Sebuah keluarga memiliki kedaulatan untuk melakukan konsumsi, sebuah keluarga memiliki kuasa penuh untuk melakukan dan mengatur pengeluarannya. Kunci bertahan dalam kondisi resesi adalah melakukan konsumsi yang efisien.