Pak, bagaimana kabar anda saat ini? Semoga senantiasa bapak-bapak di sini diberikan kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga, ya. IMaos kali ini akan mengajak bapak-bapak semua memahami pola asuh orang tua.

Hal ini ingin kami sampaikan karena masih banyak orang tua yang memaksakan anak-anaknya untuk mengikuti kehendaknya. Tidak mutlak salah sih jika orang tua ingin anaknya mengikuti kehendak orang tua. Tapi, ada hal yang perlu diperhatikan orang tua sebelum mengajak anak mengikuti kehendak orang tua.

Ingat ya, Pak. Mengajak anak untuk mengikuti kehendak orang tua berbeda dengan memaksakan kehendak orang tua kepada anak. Perbedaan itu terletak pada peran psikologis yang muncul. Tapi, sebelum itu mungkin IMaos ingin mengajak orang tua memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua.

Pemahaman terkait pola asuh ini berhubungan dengan upaya orang tua mengajak anak untuk mengikuti kehendaknya. Oleh karena itu, bapak-bapak semua sebagai ayah yang baik setidaknya tahu hal seperti ini.

Kami mengambil referensi dari jurnal pendidikan dari Google Scholar untuk memberikan referensi terkait pola asuh ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola asuh yang diterapkan oleh orang tua kepada anaknya.

Pola Asuh Dari Kepribadian Orang Tua

Hal pertama yang menjadi faktor penting dalam pola asuh anak adalah kepribadian dari orang tua. Hal ini berkaitan dengan tingkat energi, kesabaran, intelegensi, sikap dan kematangannya. Kelima komponen ini sangat mempengaruhi pola asuh yang diterakan.

Tingkat energi ini sangat dibutuhkan saat kamu mengasuh anak. Biasanya bapak-bapak ini kan sudah lelah seharian bekerja. Jika bapak-bapak semua tidak punya energi yang cukup saat mengasuh anak, akan berdampak pada kesabarannya. Kesabaran berdampak pada pengambilan sikap.

Di sisi lain, aspek intelegensi ini berkaitan dengan cara orang tua mengasuh anak. Tingkat intelegensi ini tidak hanya berkaitan dengan tingkat pendidikan sekolah orang tua. Tapi, tigkat intelegensi ini juga memiliki hubungan erat dengan keterbukaan pikiran dan pandangan hidup.

Keyakinan Mempengaruhi Pola Asuh

Keyakinan yang dimiliki orang tua mengenai pengasuhan akan mempengaruhi nilai dari pola asuh anaknya. Hal ini cukup krusial karena nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak itu melekat hingga anak dewasa sehingga keyakinan dan pola asuh itu berhubungan.

Oleh karena itu, keyakinan sangat mempengaruhi bagaimana orang tua mengasuh anaknya. Misalkan begini, bapak ingin meminta anak untuk bisa berbagi kepada orang yang sedang kesusahan. Di sisi lain, bapak merasa setengah hati membantu jika ada orang yang ingin meminjam uang.

Di satu sisi, bapak ingin mengajarkan anak untuk membantu dan berbagi pada orang lain. Di sisi lain, bapak menunjukkan rasa setengah hati saat membantu orang lain. Dalam hal ini keyakinan bapak untuk mengajari anak berbagi dan saling menolong bisa dianggap setengah-setengah oleh anak.

Dengan kata lain, apabila bapak ingin mengajari anak sesuatu atau ingin menanamkan nilai-nilai pada anak. Pastikan terlebih dahulu bapak yakin memiliki nilai-nilai itu. Hal ini karena anak bisa melihat pikiran dan perasaan orang tua dari perlakuannya.

Mengasuh Anak Dengan Cara Yang Sama

Hal terakhir yang menjadi faktor penentuan pola asuh adalah berkaca dari masa lalu. Jadi, tidak sedikit orang tua yang berkaca dari cara orang tua mereka zaman dulu mengasuhnya. Bila orang tua merasa dia diasuh dengan cara yang baik, maka diikuti. Jika orang tua merasa dia diasuh dengan cara kurang tepat, maka dihindari.

Fenomena ini sangat wajar terjadi di kalangan orang tua. Mungkin, bapak-bapak semua juga sedang mempraktikkannya. Memang, kita semua tidak pernah diajari menjadi orang tua yang baik. Tidak ada sekolah formal yang mengajarkan menjadi bapak.

Semua bapak belajar menjadi orang tua berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan. Meskipun banyak parenting untuk orang tua, tapi itu semua dirasa seperti teori dan bisa berbeda saat diimplementasi. Maka dari itu semua orang tua terus belajar berdasarkan pengalaman yang pernah dirasakan.

Cara mengasuh orang tua seringkali tercermin dari suatu pola yang diyakini. Baik itu dari keluarganya sendiri atau dari keluarga orang lain. Tapi, semua sedang belajar. Semua sedang mencoba menjadi yang baik.

Oleh karena itu, cara mengasuh orang tua kepada anaknya pastilah dipengaruhi oleh sensor inderawi yang dimiliki orang tua. Model pengasuhan orang tua ini akan selalu berasal dari cara orang tua melihat orang tuanya dulu, melihat orang tua teman-temannya, melihat temannya mengasuh anaknya, atau juga mencari referensi lain terkait pola asuh, seperti website www.imaos.id yang menawarkan referensi untuk para bapak-bapak, om-om, dan mas-mas semua.