Penggunaan babywalker untuk bantu bayi belajar berjalan rupanya berisiko. Memiliki bayi yang tumbuh dan berkembang dengan baik tentunya menjadi keinginan setiap orang tua. Berbagai macam cara dilakukan orang tua, mulai dari memberikan nutrisi yang seimbang sampai membelikan berbagai macam alat bantu, salah satunya babywalker.

Babywalkers adalah merupakan sebuah alat bantu bayi untuk belajar berjalan, yang dilengkapi roda di bawahnya dan memiliki tempat untuk menopang tubuh bayi yang terbuat dari kain. Banyak orang tua berpikir bahwa dengan memberikan babywalkers, bayinya akan mampu belajar berjalan lebih dini.

Padahal masa tumbuh kembang bayi bukan hanya soal cepat-lambatnya seorang anak mampu melakukan sesuatu. Semakin cepat anak belajar berjalan, bukan berarti dia telah melalui proses perkembangan yang baik. Sebaliknya, penggunaan alat bantu seperti babywalkers justru bisa berdampak buruk bagi perkembangan bayi. 

Menggunakan babywalker sebagai alat bantu bayi berjalan dapat berisiko membuat bayi cedera

Babywalkers memang membantu bayi untuk bergerak secara leluasa. Hanya saja keleluasaan ini tidak disertai dengan kemampuan bayi untuk mengantisipasi hasil dari gerakan yang dilakukannya. Misalnya saja, saat bayi bergerak dengan kecepatan tertentu dengan babywalker, dia bisa kesulitan untuk mengendalikan gerakannya. Akibatnya, risiko cedera dapat mengancam bayi saat menggunakan babywalker.

Risiko cedera akibat penggunaan babywalker bukan hal yang bisa dianggap remeh. Dilansir dari Harvard Health Publishing, Pemerintah Kanada kini telah mencekal penjualan babywalker.  Menurut sebuah studi dalam jurnal Pediatrics, antara tahun 1990-2014 lebih dari 230.000 anak-anak yang berusia kurang dari 15 bulan dirawat di UGD di Amerika Serikat karena cedera akibat penggunaan babywalker. Kebanyakan cedera terjadi karena bayi jatuh dari tangga saat menggunakan babywalker

Di samping risiko cedera yang bisa ditimbulkan dari penggunaan babywalker, ada dampak yang lebih serius terkait perkembangan motorik bayi dan cara berjalannya di kemudian hari, seperti postur tubuh dan cara berjalan yang tidak normal—hanya menggeser kaki dan mengayuh. 

Tidak Menjamin Bayi Lebih Cepat Belajar Berjalan

Lagipula, penggunaan babywalker juga tidak menjamin bayi dapat lebih pesat belajar berjalan. Menurut sejumlah penelitian, tidak ada perbedaan yang signifikan antara bayi pengguna babywalker dan yang tidak untuk bisa berjalan sendiri (Kauffman dan Ridenour 1977; Ridenour 1982).

Kauffman dan Ridenour (1977) mengungkapkan bahwa meski ada perbedaan antara bayi pengguna babywalker dan yang tidak, namun perbedaan itu tidak berkaitan dengan kecepatan belajar bayi dalam berjalan sendiri. 

Mempengaruhi Postur Tubuh dan Kelenturan Sendi Lutut

Perbedaan yang ditemukan lebih mengacu kepada perkembangan otot dan cara bayi berjalan kelak. Bayi yang menggunakan babywalker menunjukkan penurunan pada kelenturan sendi lutut dan besar langkah. Selain itu, bayi pengguna babywalker memiliki postur yang lebih condong ke depan serta memiliki cara berjalan yang tidak normal ketika sudah bisa berjalan sendiri. 

Kauffman dan Ridenour kemudian mengamati kembali saat bayi sudah tidak menggunakan babywalker. Hasilnya, bayi mulai berjalan dengan cara yang normal. Kendati demikian, Kauffman dan Ridenour tidak menjelaskan mekanisme perubahan cara berjalan terkait penggunaan babywalker ini. 

Menghambat Perkembangan Fungsi Keseimbangan

Penggunaan babywalker ternyata juga memiliki efek buruk terhadap bayi pengidap cerebral palsy atau lumpuh otak. Penggunaan babywalker yang berlebihan membuat bayi pengidap cerebral palsy mengalami pola perkembangan motorik yang tidak normal, seperti cara berjalan dengan menggeser telapak kaki tanpa mengankatnya. Lebih dari itu, penggunaan babywalker juga menyebabkan keterlambatan perkembangan fungsi keseimbangan bayi.

Justru Mengganggu Perkembangan

Secara ekstrem, Simpkiss dan Raikes (1972) mengemukakan dampak negatif dari penggunaan babywalker terhadap perkembangan bayi. Keduaya mengungkapkan bahwa penggunaan babywalker dapat menyebabkan anak terbelakang menjadi lebih terbelakang, anak-anak yang cacat menjadi lebih cacat, dan anak-anak dengan perkembangan yang normal dapat menunjukkan perkembangan yang terlihat tidak normal.

Dilansir dari Babycenter.com, penggunaan babywalker memacu bayi belajar berjalan sementara perkembangan fisiknya belum siap untuk melakukan gerakan itu. Pada akhirnya penggunaan babywalker akan menyebabkan bayi memiliki pola gerakan yang tidak normal saat bisa berjalan sendiri dan tidak memiliki kendali yang optimal atas gerakannya sendiri.

Babywalker Menghambat Bayi Belajar Berjalan

Pada dasarnya, bayi belajar dengan cara mengamati, termasuk mengamati gerak kakinya sendiri. Akibat bentuk babywalker, bayi jadi tidak bisa mengamati bagian tubuh bagian bawahnya sendiri. Hasilnya, bayi tidak bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menunjang perkembangan motorik mereka.

Hal senada juga diungkapkan Eva Devita Harmoniati, Sp.A (K) dalam Kompas.com. Menurutnya, saat bayi menggunakan babywalker, telapak kaki bayi tidak seluruhnya menyentuh lantai. Hasilnya dia akan memiliki pola berjalan yang tampak lebih seperti mengayuh daripada melangkah.

Berpengaruh pada Psikologis Bayi

Dari sumber yang sama, Annelia Sari Sani, S.Psi, psikolog dari RSAB Harapan Kita, mengatakan bahwa penggunaan babywalker juga berpengaruh pada sisi psikologis anak. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penggunaan babywalker akan membuat bayi tidak belajar tentang risiko belajar berjalan. Tidak hanya bayi, orang dewasa pun bisa terjatuh atau terjengkal. Namun, jika bayi menggunakan babywalker, dia tidak akan terjatuh karena ada yang menyangganya. Kesadaran akan risiko terjatuh ini akan membuat bayi belajar mengantisipasi setiap langkahnya agar tidak terjatuh.

Perkembangan bayi tidak diukur sekadar dari seberapa cepat bayi menguasai suatu kemampuan. Semakin cepat bayi bisa berjalan bukan berarti dia telah melalui proses perkembangan dengan baik. Bisa jadi saat bayi telah bisa berjalan, ada suatu tahap perkembangan yang dia lewatkan. Daripada menggunakan babywalker, Eva menyarankan untuk memberikan bayi bantuan dengan cara memegang kedua tangan bayi dan menuntunnya selangkah demi selangkah.

Referensi:

Abbott, AL dan Bartlett, DJ. 2001. Infant Motor Development and Equipment Use in The Home. Child: Care, Health and Development Vol.27 No.3 (halaman 295–306)

Geller, David. ____. Will Baby Walkers and Jumpers Help My Baby Learn to Walk?. https://www.babycenter.com/404_will-baby-walkers-and-jumpers-help-my-baby-learn-to-walk_6878.bc

McCarthy, Claire. 2018. Parents: Don’t use a baby walker. https://www.health.harvard.edu/blog/parents-dont-use-a-baby-walker-2018092714895