Tumbuh kembang anak adalah fase yang selalu diamati oleh orang tua. Bahkan, sebagian orang tua selalu mengabadikan moment tumbuh kembang anak mereka. Saat anak mulai tengkurap, merangkak, hingga berjalan. Namun, kadang orang tua masih sulit untuk mengabadikan perkembangan bahasa anak.

Sejauh ini, perkembangan bahasa memang sulit didokumentasikan karena berbentuk audio. Tidak banyak orang tua yang mengabadikannya melalui rekaman suara. Perkembangan bahasa yang dimiliki anak ternyata ada tahapannya.

Menurut kajian dari Chomsky tentang linguistics aqcuisition device menyatakan bahwa setiap manusia dibekali kemampuan untuk berbahasa. Oleh karena itu, ada tahapan-tahapan yang dilalui oleh setiap anak. Dan, hal yang paling dinantikan oleh orang tua sebenarnya menanti anak mengucapkan kata panggilan untuk menandai orang tuanya.

Perkembangan Bahasa Anak Usia 0 – 1 Tahun

IMaos menelusuri beberapa kajian linguistik tentang perkembangan bahasa anak dari beberapa jurnal. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh setiap anak untuk memperoleh bahasanya. Tahapan perkembangan bahasa paling awal saat anak berusia 0 sampai 1 tahun.

Pada masa perkembangan ini, anak memulai bahasanya dengan ocehan sebagai bentuk komunikasinya. Ocehan anak adalah bentuk komunikasi paling nyata terhadap lingkungan sekitar. Hal ini karena ocehan merupakan bentuk belum sempurna dari artikulasi anak saat ingin memproduksi suatu bahasa.

Awal simbolisasi anak terhadap keadaan sekitar ini merupakan bentuk dari proses pembentukan mental. Hal ini saat anak berusia 9 atau 10 tahun. Pada masa itu, perkembangan bahasa yang mencolok adalah bentuk comprehension atau penggunaan bahasa secara pasif.

Salah satu bentuk bahasa yang diproduksi anak pada tahapan usia ini adalah harmonisasi bunyi. Kalian pasti sering mendengar anak berkata a di awal bahasanya. Lalu, kemampuannya berkembang lagi membentuk bunyi palatal seperti bunyi p dan b yang membentuk kata baba, papa. Setelah itu, kemampuan anak berkembang lagi ke pengucapan konsonan lainnya seperti bunyi m dan c.

Jika kalian mengajarkan anak untuk memanggil kalian dengan sebutan papa mungkin mereka akan langsung menguasainya. Di tahap usia ini, anak sudah mungkin untuk mengucapkan mama dan papa karena struktur katanya memudahkan artikulasi anak yang belum optimal.

Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 – 2,5 Tahun

Tahap anak usia 1 sampai 2,5 tahun merupakan perkembangan yang medium. Anak di usia ini sudah bisa memproduksi kata pertamanya meskipun masih belum sempurna. Hal ini terkait dengan perkembangan artikulasi anak dan proses imitasi mereka terhadap bahasa yang belum optimal.

Di tahapan ini, anak sebenarnya sudah mulai mencoba mengimitasi perkataan orang-orang di sekitarnya. Proses imitasi ini dilakukan oleh setiap anak tetapi dengan hasil yang berbeda. Hal ini karena pengaruh dari faktor internal anak (artikulasi dan memori) dan faktor eksternal anak (komunikasi lingungan sekitar)

Bentuk ungkapan anak di tahapan ini sebenarnya sudah mulai bisa dimengerti. Beberapa contoh kata yang diproduksi anak di tahap ini seperti atit (sakit), gi (lagi), tu (itu), ya (iya). Pada dasarnya bahasa yang digunakan untuk komunikasi anak di tahap ini sudah mulai dimengerti orang dewasa.

Beberapa huruf yang mungkin masih sulit diungkapkan anak di usia ini adalah bunyi frikatif atau bunyi desah. Selain itu, anak di usia ini juga masih kesulitan untuk mengkombinasikan suku kata. Jika kamu ingin dipanggil ayah oleh anakmu, mungkin mereka hanya menyebutmu yah (ayah) saat anak masih berusia di bawah 2 tahun.

Perkembangan Bahasa Anak Usia 2,5 – 5 Tahun

Pada tahapan ini perkembangan bahasa disebut sebagai periode diferensiasi. Di usia ini, anak sebenarnya sudah cukup menguasai bahasa ibunya atau bahasa pertama mereka. Artinya, anak sudah mulai memahami hukum-hukum tata bahasa dasar.

Anak yang sudah memasuki usia ini bisa dikatakan sudah menguasai fonologi bahasa. Anak-anak sudah paham membedakan bunyi di masing-masing huruf yang ada. Namun, kemampuan anak menguasai fonologi bahasa ini juga belum tentu bisa mengucapkan kata yang kompleks (lebih dari 3 suku kata).

Jika di tahap awal perkembangan bahasa anak adalah bubbling, tahap kedua adalah imitating, lalu tahap ketiga adalah mastering. Di fase ini, anak sudah mulai mencoba menguasai bahasa yang berhasil diimitasi dari berbegai sumber komunikasi yang dia alami.

Pada usia ini, orang tua harus berhati-hati saat berkomunikasi dengan anak. Hal ini karena anak akan meniru perkataan apapun dari orang tua lalu mereka akan menguasainya. Saran untuk para orang tua, khususnya ayah, sebaiknya jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang memiliki makna kurang baik.