Pentingnya komunikasi suami istri mungkin terlihat sepele diucapkan, tetapi untuk menjalani komunikasi yang berkualitas ternyata tidaklah mudah. Hampir semua pasangan suami istri menyadari bahwa komunikasi adalah cara untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. Namun, tidak sedikit dari mereka yang belum mehamani benar-benar bagaimana komunikasi itu harus dibangun.

Kerharmonisan pernikahan akan sulit terwujud apablila komunikasi yang terjalin tidak baik. Komunikasi dapat mempererat hubungan interpersonal antara suami dan istri. Bahkan, bagi mereka yang sudah memiliki anak akan lebih baik lagi jika dapat menunjukkan bagaimana hubungan interpersonal yang mereka bangun sebagai contoh untuk anak-anaknya.

Permasalahannya, saat banyak istri yang memilih terjun di dunia karir untuk membantu suaminya menjadikan waktu mereka terbatas. Terlebih lagi, era sosial media yang menjadikan candu bagi Sebagian banyak orang mengalihkan kualitas dalam berkomunikasi. Dengan kata lain, komunikasi yang terjalin bisa sangat minim sekali yaitu saat mereka di rumah saja.

Komunikasi Suami Istri Untuk Meningkatkan Hubungan Interpersonal

Ada banyak penelitian yang menjelaskan pentingnya suatu komunikasi dalam berumah tangga. Menurut penelitian yang dilakukan Dewi dan Sudhana menjelaskan ada hubungan yang kuat antara komunikasi interpersonal dan keharmonisan pernikahan. Ada hubungan kausalitas yang terjadi saat komunikasi interpersonal itu baik, maka dapat berdampak pada keharmonisan pernikahannya.

Dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa komunikasi interpersonal tidak hanya sekadar seberapa sering komunikasi itu terjadi. Efektifitas dan kualitas komunikasi adalah faktor utama dalam meningkatkan hubungan interpersonal dan mewujudkan keharmonisan dalam rumah tangga. Bisa juga dikatakan bahwa keharmonisan dalam rumah tangga itu bisa tercermin dari kualitas obrolan di keluarga tersebut.

Dengan kata lain, komunikasi suami istri menjadi salah satu sarana penting untuk membangun keluarga harmonis. Selain itu, komunikasi yang terjadi antara ayah dan ibu bisa memberikan pengaruh tidak langsung bagaimana anak meng-copy perilaku dari orang tuanya saat berkomunikasi. Apabila model komunikasi yang dicerminkan orang tua itu baik, maka pendidikan karakter pada anak pun akan lebih mudah.

Sosial Media dalam Memengaruhi Komunikasi Suami Istri

Sosial media yang menjadi salah satu sarana berkomunikasi ternyata tidak serta merta memberikan kualitas untuk komunikasi. Namun, tidak sedikit suami istri yang sering berkomunikasi melalui media sosial. Hal itu bisa berdampak negatif apabila model komunikasi itu terekspose atau terbaca oleh pihak lain.

Terlebih lagi apabila komunikasi yang dilakukan antara suami dan istri terjadi secara tidak langsung di sosial media. Tidak sedikit pasangan yang saling mengunggah foto, video, atau status sebagai media komunikasi tidak langsung. Terkadang mereka juga saling berkomunikasi tidak langsung melalui ungguhan yang ada di sosial media mereka. Model komunikasi seperti meskipun dengan kuantitas yang banyak tetapi kurang berkualitas.

Komunikasi suami istri untuk meningkatkan keharmonisan pernikahan dan rumah tangga bukan sekadar kuantitas. Banyak penelitian yang menjelaskan bahwa efektifitas dan kualitas adalah kunci penting dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, komunikasi internal dalam keluarga itu sebaiknya tidak dilakukan di sosial media. Selain untuk menjaga privasi dalam hubungan rumah tangga, komunikasi personal di sosial media dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman bagi pengguna sosial media lainnya.