Ruang gerak penting bagi perkembangan bayi. Kebanyakan peneliti dan spesialis perkembangan anak sepakat bahwa rumah adalah elemen ruang gerak yang memiliki kontribusi sangat kuat terhadap kondisi perkembangan bayi secara menyeluruh. Kondisi perkembangan bayi yang dimaksud di sini ialah perkembangan bahasa, kognitif, emosi, hingga perkembangan fisik dan motorik bayi.

Perkembangan motorik bayi mengacu pada perubahan atau perkembangan kemampuan bayi dalam mengontrol gerak tubuh mereka. Perkembangan gerakan ini mencakup gerakan sederhana seperti menggapai dan menendang, kemampuan berjalan cepat, mengangkat benda hingga gerakan olahraga yang kompleks. Segala gerakan yang dapat dilakukan oleh si bayi tentunya bergantung pada perkembangan fisik, cara belajar, stimulus, hingga lingkungan si bayi.

Dalam penelitiannya mengenai hal-hal yang mempengaruhi perkembangan motorik bayi, Saccani, Valentini, Perieira, Muller, & Gabbard (2012) menjelaskan bahwa lingkungan dan fasilitas ruang gerak juga memiliki andil dalam memacu perkembangan motorik si kecil. 

Para peneliti ini memercayai bahwa lingkungan yang kaya juga akan menghasilkan sifat dan pikiran yang kaya pada bayi. Dengan kata lain, lingkungan—yakni fasilitas dan infrastruktur—yang mendukung tentunya akan memberi kesempatan yang lebih bagi seorang bayi untuk belajar dan berkembang dengan sehat dan pesat. Fasilitas dan infrastruktur yang dimaksud adalah ruang di ekosistem sebuah rumah beserta segala fasilitas di dalamnya.

Saccani dkk. mengutarakan bahwa lingkungan rumah adalah lokasi yang paling potensial dan signifikan dalam membantu bayi mencapai perkembangan motoriknya secara optimal. Kondisi rumah yang ideal tentunya akan membantu merangsang bayi untuk bergerak dan belajar dengan ruang gerak yang lebih leluasa.

Pengaruh ruang gerak bagi perkembangan bayi

Saccani dkk. melibatkan sebanyak 561 bayi dengan rentang usia dari mulai lahir hingga usia 6 bulan sebagai subjek penelitiannya. Dalam penelitiannya ini, para peneliti menggunakan sebuah skala yang mengukur pengaruh lingkungan ruang gerak rumah terhadap perkembangan motorik bayi. Dalam skala ini, terdapat 5 faktor yang dianggap penting untuk diperhitungkan orang tua guna mengoptimalkan perkembangan motorik bayinya.

Lima faktor itu antara lain adalah aktivitas outdoor, aktivitas indoor, mainan untuk motorik halus, mainan untuk motorik kasar, serta variasi stimulus. Namun kali ini kami akan membahas secara mendetil mengenai elemen ruangan saja, yakni aktivitas outdoor dan aktivitas indoor.

Aktivitas outdoor untuk bayi

Aktivitas outdoor dapat Anda lakukan sekadar di halaman rumah atau ke taman kota. Di luar rumah, bayi dapat anda ajak berpiknik dan menerapkan sensory play. Sensory play adalah aktivitas belajar bayi dalam mengenal benda-benda yang biasanya tidak ada di dalam rumah, seperti menggenggam tanah, rumput, pohon, bebatuan, hingga berjalan di permukaan selain lantai rumah, seperti pasir, tanah, aspal, dll.

Kegiatan menggenggam tanah dan batu hingga mencabut rumput atau memetik daun di ruang gerak outdoor akan membantu bayi mengembangkan kemampuan motorik halusnya.  Berbeda dengan benda-benda yang ada di rumah, benda seperti batu, rumput, dan daun akan memberikan sensasi baru bagi sensor genggaman bayi. Orang tua cukup mengawasi dengan seksama agar bayi tidak memasukkan benda-benda baru ini ke mulutnya.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak bayi belajar berjalan di atas pasir atau tanah rumput guna memberi pengalaman baru bagi si bayi. Permukaan pasir pantai tentunya memiliki daya pijak yang berbeda dengan lantai rumah, dan membutuhkan tingkat keseimbangan yang lebih tinggi untuk berjalan lebih lancar. Hal ini tentunya akan memicu perkembangan bayi dalam belajar menggunakan kakinya.

Aktivitas indoor untuk bayi

Aktivitas bermain bayi di dalam rumah juga tidak kalah seru dengan permainan di luar rumah. Kreativitas orang tua lebih dituntut di sini. Anda bisa memanfaatkan kardus-kardus yang tidak terpakai untuk membuat rumah-rumahan, atau menggulung-gulung koran bekas dan bermain lempar-lemparan dengan si bayi. Tekstur baru yang asing tentunya akan membantu bayi dalam mengembangkan kemampuan motoriknya.

Namun terlepas dari segala bentuk aktivitas ruang gerak dalam rumah, Saccani dkk. juga mengemukakan mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keleluasaan gerak bayi di dalam rumah, yakni besar dan luas ruangan, peletakan perabotan dan furnitur, serta jumlah orang dewasa dan anak yang tinggal di rumah tersebut.

Semakin besar jumlah perabotan dan furnitur yang ada berarti semakin banyak juga media eksplorasi bayi. Namun pastikan Anda mengamankan setiap sudut yang tajam agar bayi tetap aman dalam mengeksplorasi rumah. Sebab, dalam perkembangannya untuk belajar berdiri hingga berjalan, bayi kerap bergantung pada perabotan guna menarik tubuhnya ke atas.

Selain itu, jumlah orang yang tinggal di rumah juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan bayi. Dengan adanya jumlah orang dewasa lain selain orang tua, artinya akan semakin banyak orang yang dapat menemani bayi bermain dan dengan cara yang berbeda-beda pula.

Stimulus dari orang tua juga penting untuk membantu bayi belajar—tentunya dengan memanfaatkan ruangan yang ada. Poin dari stimulus ini adalah untuk memicu rasa keingintahuan bayi yang besar dan mengarahkannya untuk bergerak di sekitar ruang yang anda sediakan. Keterlibatan orang tua penting untuk memastikan bayi merasa ditemani dan merasa aman dan nyaman.

Referensi

Gavin, M. L. (2019, July). Learning, Play, and Your 1- to 3-Month-Old. Diambil kembali dari kidshealth.org

Saccani, R., Valentini, N. C., Perieira, K. R., Muller, A. B., & Gabbard, C. (2012). Associations of Biological Factors and Affordances in the Home with Infant Motor Development. Pediatrics International, 1-13.