Banyak orang tua  pasti akan sangat senang saat melihat bayinya makan dengan lahap hingga tampak gemuk. Bayi yang gemuk tentu terlihat lebih imut dan menggemaskan. Namun siapa yang menyangka bahwa berat badan ternyata juga mempengaruhi laju perkembangan motorik anak.

Orang dewasa yang memiliki berat badan yang tidak ideal, apa lagi kegemukan, umumnya lebih rentan terkena serangan penyakit. Tekanan darah tinggi, diabetes, dan serangan jantung adalah risiko yang bisa muncul akibat kelebihan berat badan. Meski berat badan yang berlebihan tidak sampai menimbulkan risiko penyakit seperti yang terjadi pada orang dewasa, namun berat badan yang berlebih juga memiliki dampak pada perkembangan motorik anak.

Meski begitu apakah orang tua perlu khawatir jika anak memiliki kelebihan berat badan di awal pertumbuhannya? Lalu seperti apa pengaruh berat badan terhadap perkembangan motorik anak?

Berat badan anak dan motorik kasar

Jafee dan Kosakov (1982) berasumsi bahwa berat badan memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik kasar. Oleh karena itu, Jafee dan Kosakov mencoba mengamati 135 bayi sehat dengan rentang usia 6-18 bulan yang berada di Kota Haifa, Israel.

Di antara 135 bayi yang diamati, tidak ada bayi yang lahir prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal. Semua bayi yang diamati adalah bayi dengan berat badan normal dan bayi dengan kelebihan berat badan. 

Dari 135 bayi, 79 bayi masuk dalam kategori normal dan 56 bayi dikategorikan kelebihan berat badan. Tidak hanya sampai di situ, bayi yang kelebihan berat badan juga dipisahkan menjadi dua kategori, yakni bayi gemuk dan obesitas.

Untuk mengetahui keterlambatan perkembangan motorik bayi, Jafee dan Kosakov menggunakan indikator Sheridan Stycar Developmental Assessment Schedule, yang meliputi empat bidang perkembangan. Empat bidang itu adalah fungsi postur dan motorik kasar, fungsi motorik halus (adaptif), ucapan, dan perilaku sosial. Penglihatan dan pendengaran juga dinilai pada setiap tingkat umur. 

Asumsi Jafee dan Kosakov terbukti bahwa berat badan memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik anak. Buktinya, bayi dengan kelebihan berat badan menunjukkan keterlambatan yang signifikan dalam perkembangan motoriknya.

Berat badan anak pengaruhi aktivitas

Dari temuan tersebut bisa disimpulkan bahwa berat badan memang memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik anak. Hanya saja, penelitian ini tidak secara gamblang menjelaskan alasan yang membuat berat badan bayi memiliki pengaruh yang signifikan di awal pertumbuhannya. Jika melihat kasus pada orang dewasa, kegemukan memang membuat seseorang lebih sulit untuk beraktivitas.

Melihat kecenderungan orang dewasa dengan berat badan berlebih cenderung kurang aktif daripada orang dengan berat badan ideal, bisa jadi berat badan juga mempengaruhi aktivitas bayi. Semakin bayi jarang bergerak, maka semakin sedikit pula dia belajar untuk mengembangkan gerak motorik kasarnya.

Untuk mengetahui sejauh mana berat badan berpengaruh pada perkembangan motorik anak, Jafee dan Kosakov melanjutkan pengamatan pada bayi yang sama setahun kemudian. Kali ini, berat badan tidak tampak menunjukkan pengaruh signifikan. Pasalnya, keterlambatan perkembangan motorik hanya dialami oleh 3 dari 14 bayi gemuk. Dengan kata lain berat badan memang memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik anak pada rentang usia 6–18 bulan, namun muncul kecenderungan bahwa berat badan dan perkembangan motorik bayi akan kembali normal setelah setahun kemudian.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kelebihan berat memang memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan motorik di awal masa pertumbuhan anak. Namun, ada kecenderungan bahwa bayi akan mengalami fase yang membuat berat badannya berangsur normal seiring dengan perkembangan motoriknya.

Hanya saja, tetap penting bagi orang tua untuk senantiasa menjaga berat badan anak tidak berlebihan. Pasalnya, bukan tidak mungkin jika berat badan yang tidak terjaga sejak dini akan terus berlanjut hingga anak dewasa. Apalagi, seperti yang telah diketahui, kelebihan berat badan akan membuat seseorang mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Selain itu, orang yang memiliki kelebihan berat badan akan lebih rentan terhadap penyakit, seperti serangan jantung, darah tinggi, dan diabetes.

Referensi:

Jaffe, M., & Kosakov, C. (1982). The Motor Development of Fat Babies. Clinical Pediatrics, 21(10), 619–621.