Mengajak bayi berenang ternyata memiliki banyak manfaat. Bermain air adalah kegiatan yang menyenangkan, bahkan bagi bayi sekalipun. Di cuaca yang panas, tentunya berendam di kolam renang terdengar menggiurkan. Mengajak bayi Anda berenang mungkin terdengar sebagai kegiatan keluarga yang menyenangkan.

Berenang merupakan aktivitas fisik yang kaya akan manfaat. Meskipun mungkin bayi belum bisa mempraktekkan berenang layaknya orang dewasa, namun esensi dari bermain air saja sudah mampu membuat bayi kegirangan. Selain rasa senang, berenang juga dipercaya mampu memancing pesatnya perkembangan motorik si kecil.

Akan tetapi apakah Anda tahu manfaat dan risiko dari mengajak bayi berenang? Apakah Anda paham apa saja yang harus disiapkan sebelum mengajak bayi masuk ke dalam air? Apakah Anda tahu kapan wajarnya bayi diperbolehkan berenang? Mari kita bahas!

Kapan bayi boleh berenang?

Sebagian besar ahli anak menyatakan bahwa usia 6 bulan adalah usia yang tepat untuk mulai mengajarkan bayi berenang. Namun kebanyakan tempat les renang sudah menerima bayi sejak usia 3 bulan. Dewasa ini, program les renang untuk balita bisa Anda temukan di banyak tempat.

Berbeda dengan pernyataan di atas, American Academy of Pediatrics (AAP)—Akademi Kedokteran Anak Amerika—menyatakan bahwa setidaknya bayi harus berusia 1 tahun sebelum diperkenalkan dengan kolam renang. Kendati demikian, Caitlin Boyle (2019), seorang pengamat pengasuhan anak, berpendapat bahwa menunda anak berenang berpotensi menumbuhkan ketakutan anak akan air dan kolam renang nantinya.

Di sisi lain, dikarenakan sistem imun bayi yang teramat rentan, biasanya para dokter akan mengimbau Anda untuk tidak mengajak bayi berenang di kolam yang mengandung kaporit, setidaknya hingga bayi berusia 6 bulan.

Namun demikian, tidak ada salahnya mengajak bayi Anda yang belum genap setahun, untuk sekedar mencelupkan kakinya di air dan merasakan kecipak air untuk pertama kalinya. Pengawasan dan pendampingan dari orang tua adalah kuncinya agar bayi tetap bisa bermain air dengan aman dan nyaman.

Manfaat dari bayi berenang

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Plimpton di tahun 1986, bayi dengan rentang usia 6 hingga 18 bulan yang banyak menghabiskan waktunya bermain di air cenderung memiliki perkembangan motorik yang lebih pesat. Perkembangan motorik yang pesat ini mencakup kemampuan bayi untuk mulai merangkak, berjalan, dan banyak lagi.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh bayi yang dibiasakan berenang sejak dini:

Mempererat hubungan antara orang tua dan anak

Ketika bayi belajar berenang, tentunya diperlukan partisipasi orang tua sebagai pengajar dan untuk memastikan keamanan bayi agar tidak tenggelam. Selain itu, orang tua juga bisa turut memberikan bayi stimulus-stimulus yang membuat kegiatan berenang bayi menjadi lebih menyenangkan, seperti saling menciprat air ke satu sama lain. Aktivitas ini tentunya akan mengeratkan kepercayaan bayi kepada orang tua dan membuat orang tua lebih mengenali bayinya, khususnya apa yang bayi senangi dan tidak senangi.

Berenang memberi manfaat meningkatkan fungsi otak bayi

Ketika bermain di dalam air, bayi cenderung akan menggerakkan tangan dan kaki mereka. Dengan melakukan hal tersebut, bayi akan mengingat sensasi dan berat air dengan indera perabanya. Gerakan bayi yang melibatkan kedua sisi tubuhnya dapat merangsang pertumbuhan syaraf di otak. Hasilnya, anak akan mengalami perkembangan yang pesat pada kemampuan membaca, kemampuan belajar, kecerdasan berbahasa, serta kecerdasan spasialnya.

Meningkatkan kepercayaan diri

Berdasarkan penelitian Plimpton (1986), bayi yang sudah mengenal berenang sejak dini mampu tumbuh menjadi anak yang memiliki sifat mandiri, nyaman dalam bergerak, mudah beradaptasi di situasi asing, serta jarang merasa takut, bahkan di kondisi mengancam sekalipun. Studi oleh Hopkins di tahun 2010 juga mendukung fakta ini.

Memperkuat otot dan stamina

Layaknya kegiatan olahraga pada umumnya, berenang mampu merangsang pertumbuhan otot bayi dan membuat bayi tidak mudah kelelahan serta menikmati kegiatan yang berhubungan dengan fisik. Berenang juga mampu memperkuat kerja jantung dan sistem pernapasan bayi.

Meningkatkan keseimbangan serta koordinasi anggota tubuh

Berkaitan dengan perkembangan motorik bayi, berenang mampu menghasilkan gerakan  yang lebih luwes dan akurat. Selain lebih cepat belajar merangkak dan berjalan, bayi yang terbiasa berenang juga cenderung memiliki gerak refleks yang lebih reaktif pada anggota tubuhnya. Tak hanya itu, berenang juga mampu meningkatkan keseimbangan tubuh bayi.

Berenang memberi manfaat bayi tidur lebih nyenyak

Menghabiskan waktu di dalam air tentunya menguras energi si kecil. Lingkungan yang baru dan gerakan-gerakan baru ini akan membuat bayi bergerak dengan lebih semangat daripada biasanya. Dengan kata lain, sangat wajar apabila seusai bermain di air, bayi akan kelelahan dan lebih mudah terlelap.

Meskipun berenang menghasilkan banyak manfaat, terutama untuk perkembangan motorik bayi, bukan berarti orang tua bisa santai-santai saja. Orang tua harus selalu berada di dekat bayi kala mengajak bayi berenang. Selain itu, tidak ada salahnya Anda belajar teknik CPR serta pengetahuan mengenai keselamatan berenang lainnya.

Referensi

Boyle, C. (2019, February 5). 8 Benefits of Infant Swim Time. Diambil kembali dari HealthLine

Martinez, E. (2017, October 3). What You Need to Know About Baby Swimming Lessons. Diambil kembali dari lovetoknow

Plimpton, C. E. (1986). EFFECTS OF WATER AND LAND IN EARLY EXPERIENCE PROGRAMS ON THE MOTOR DEVELOPMENT AND MOVEMENT COMFORTABLENESS OF INFANTS AGED 6 TO 18 MONTHS OLD. Perceptual and Motor Skills, 62, 719-728.

The BabyCenter Editorial Team. (2015, February). Is it true that babies are born with the ability to swim? Diambil kembali dari BabyCenter