Tak hanya sebagai hiburan belaka, mainan bayi juga memiliki fungsi penting dalam tumbuh kembangnya. Jika Anda sempat meluangkan waktu untuk memperhatikan ekspresi bayi Anda ketika bermain, pasti Anda akan terheran-heran dibuatnya. Bagaimana bisa seorang bayi menunjukkan konsentrasi dan dedikasi yang begitu besar hanya untuk mengurutkan balok-balok berwarna di hadapannya?

Mulai dari situ Anda mulai paham bahwa proses bermain bayi bukanlah main-main belaka. Bayi bermain untuk belajar, dan mainan yang tepat akan membuat proses belajar ini menjadi lebih pesat. Peran sebuah mainan kerap disepelekan oleh kebanyakan orang tua. Padahal, sebuah mainan dapat menjadi alat yang baik guna membantu bayi memahami dunianya, meningkatkan kemampuan sosial, ekspresi, dan emosi, merangsang perkembangan otak, serta memacu perkembangan motorik bayi kita tercinta.

Saccani, Valentini, Perieira, Muller, & Gabbard (2012) menjelaskan bahwa lingkungan dan fasilitas memiliki andil dalam memacu perkembangan motorik bayi.  Mainan merupakan fasilitas belajar yang cocok bagi bayi. Pada tahun pertama usianya, bayi akan mengeksplorasi lingkungannya, termasuk apapun yang disodorkan di hadapannya. Hingga usia 4 bulan, bayi cenderung mencoba untuk meraih maupun menggenggam berbagai benda yang ia terlihat menarik untuknya.

Memilih mainan anak dengan fungsi yang tepat

Kebanyakan mainan anak maupun alat bayi lainnya biasanya berfungsi mendorong bayi untuk melakukan eksplorasi dan belajar serta menyempurnakan gerak motoriknya.  American Academy of Pediatrics membagi mainan menjadi 5 kategori, yakni:

  • Mainan simbolis, yakni mainan anak yang berfungsi sebagai perlambangan tokoh atau karakter tertentu yang disukai anak, seperti robot-robotan, action figure, atau boneka.
  • Mainan kreasi, yakni mainan anak yang berfungsi memicu bakat kesenian anak, seperti krayon, pensil warna, buku gambar, plastisin, dll.
  • Mainan linguistik, yakni mainan anak yang berfungsi memicu perkembangan bahasa anak, seperti kartu bergambar, poster abjad/benda-benda, buku cerita, dll.
  • Mainan fisik, yakni mainan anak yang membutuhkan gerakan fisik anak untuk memainkannya, seperti bola, sepeda, kuda-kudaan, dll.
  • Mainan adaptif, yakni mainan anak yang memicu gerak motorik halus anak, seperti puzzle¸ kereta-keretaan, balok berwarna, dll.

Biasanya, mainan untuk perkembangan motorik bayi terbagi 2 jenis, yakni mainan untuk motorik halus dan mainan untuk motorik kasar. Kedua jenis mainan anak ini dibedakan berdasarkan teori perkembangan motorik bayi yang dibagi atas gerakan-gerakan otot.

Biasanya keterampilan motorik kasar bayi terdiri atas gerakan-gerakan besar seperti menendang, mengayuh, melambaikan tangan, menggerakkan leher, dll. Sedangkan keterampilan motorik halus terdiri atas gerakan-gerakan yang lebih kompleks seperti menggenggam, makan dengan sendok dan garpu, melempar benda, dll.

Mainan untuk perkembangan motorik kasar bayi

Mainan bayi yang dapat merangsang perkembangan motorik kasar biasanya lebih cocok dimainkan sebelum memperkenalkan bayi pada mainan motorik halus. Mainan anak yang berfungsi untuk merangsang perkembangan motorik kasar bayi biasanya mendorong bayi untuk melakukan aktivitas fisik, seperti mainan bola, mainan kuda-kudaan, hingga sepeda.

Mainan anak semacam ini akan memacu perkembangan fisik bayi sehingga bayi dapat belajar gerakan motorik halus dengan lebih cepat. Secara umum, mainan yang ditujukan untuk mengembangkan motorik kasar bayi dirancang untuk merangsang otot besar dan bagian tubuh bayi seperti tangan, kaki, dan leher.

Fungsi mainan untuk perkembangan motorik halus bayi

Biasanya, mainan yang dapat membantu perkembangan motorik halus bayi berupa mainan yang memicu bayi untuk menggenggam dengan baik. Mainan-mainan semacam balok-balok maupun kotak-kotak yang disusun biasanya bagus untuk bayi. Selain itu, Anda juga bisa mencoba memberikan bayi mainan dengan tekstur dan bentuk yang kompleks untuk digenggam, seperti cincin besar, bentuk lonjong, dll. Selain itu, bayi dapat diperkenalkan dengan permainan puzzle yang mudah atau mainan mengurutkan warna atau ukuran.

Tujuan dari mainan untuk motorik halus bayi ini adalah agar kelak bayi dapat dengan mudah menggunakan barang sehari-hari yang membutuhkan gerak motorik halus, seperti menggambar, menulis, menggunting, dsb.

Referensi

American Academy of Pediatrics. (2019, July 22). Toy Buying Tips for Babies & Young Children: AAP Report Explained. Diambil kembali dari healthychildren.org

Ben-Joseph, E. P. (2018, June). Smart Toys for Every Age. Diambil kembali dari KidsHealth

Revermann, S. (2018, June 7). Toys to Promote Fine Motor Development for Infants. Diambil kembali dari The BUMP

Saccani, R., Valentini, N. C., Perieira, K. R., Muller, A. B., & Gabbard, C. (2012). Associations of Biological Factors and Affordances in the Home with Infant Motor Development. Pediatrics International, 1-13.