Di zaman serba digital saat ini, banyak sekali film animasi favorit anak yang dibuat dan dipublikasikan di berbagai macam media seperti televisi, Youtube, aplikasi-aplikasi streaming on demand, maupun platform sejenis lainnya.

Tak diragukan lagi, eksistensi animasi telah terbukti memikat hati para penonton terutama anak-anak. Karakter yang beragam dan memiliki karakteristik yang khas serta alur kisah yang menarik membuat berbagai macam animasi sangat digemari anak-anak. Hal ini ternyata dapat mempengaruhi peekembangan karaker anak.

Karakter merupakan sebuah kepribadian yang khas dari satu individu dengan individu lain yang memuat kualitas serta kekuatan mental, moral, akhlak maupun budi pekerti dari individu tersebut. Sebagai orang tua, sangatlah penting memantau perkembangan karakter buah hatinya sejak dini, apalagi pada usia emasnya.

Oleh karena itu, pendidikan untuk mengembangkan karakter saat berada pada usia dini dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk orang tua sebagai sekolah pertama bagi sang anak. Justru orang tua yang selalu memantau anaknya seharian akan mengetahui kegemaran sang anak sehingga para orang tua dapat menyesuaikan gaya pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan karakter mereka.

Animasi Sebagai Media Pengembangan Karakter Anak Usia Dini

Menurut Aziz (2019) film animasi memberikan sebuah daya tarik visual yang juga menghadirkan gerakan dan suara yang hidup untuk dinikmati penonton, tidak hanya soal cerita dan karakter saja. Seperti yang kita ketahui, animasi merupakan sebuah bentuk dari produk multimedia karena merupakan gabungan dari berbagai media seperti audio dan juga visual yang juga dibumbui dengan story telling yang menarik disetiap adegannya.

Anak-anak merupakan individu yang cenderung menilai atau menyukai suatu hal secara visual nampaknya sangat cocok jika disajikan sebuah film/serial animasi di depannya. Mereka tentu akan betah berlama-lama menontonnya. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh para orang tua dengan memilihkan film animasi favorit anak yang memiliki jalan cerita yang mengandung pesan moral positif sebagai media pengembangan karakter.

Mengenai keefektifan media animasi ini, penelitian skripsi yang dilakukan oleh Siti Kamilah (2019) menunjukan bahwa adanya peningkatan perkembangan karakter anak usia dini (usia 5-6 tahun) melalui media animasi kartun.

Tidak hanya itu, beberapa animasi yang digemari anak-anak Indonesia seperti Upin & Ipin, Adit & Sopo Jarwo, serta Nussa dan Rara juga telah dikaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. Menurut Dyah Noviati Kusumaningrum (2017), terdapat 12 jenis nilai pendidikan karakter yang ada dalam salah satu serial animasi Upin & Ipin berjudul “Kedai Makan Upin Ipin” yaitu kerja keras, jujur, toleransi, mandiri, damai, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab, demoktratis, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, komunikatif, dan cinta.

Selain itu, animasi dalam negeri pun tidak kalah menarik dalam menyajikan nilai-nilai moral yang berkualitas. Menurut M. Agung Hidayatulloh (2017), dalam 4 episode serial animasi Adit & Sopo Jarwo berjudul “Sahabat Sejati Takkan Pernah Mati”, “Jarwo Curang, Adit Menang”, “Niat Bagus Jadi Pupus”, dan “Adel di Mana” dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul dalam serial tersebut yang dapat ditanamkan kepada anak yaitu religius, kerja keras, mandiri, bersahabat dan komunikatif, jujur, peduli sosial, kreatif, disiplin, menghargai prestasi, dan tanggung jawab.

Begitu pula dengan serial animasi yang popular di Youtube berjudul Nussa dan Rara. Menurut Octavian Muning Sayekti (2019), ada 6 nilai karakter yang terkandung dalam episode “Baik Itu Mudah” yaitu religius, menghargai prestasi, cinta lingkungan, kerja keras, rasa ingin tahu, dan peduli sosial.

Quality Time dengan Nobar Film Animasi Favorit Anak 

Tak hanya sebagai media pengembangan karakter anak usia dini saja namun para orang tua juga dapat memanfaatkan animasi sebagai media quality time dengan si kecil. Orang tua dapat mencoba meluangkan waktu sejenak menemani buah hati menonton film animasi kesukaan mereka.

Anak akan menjadi lebih terkontrol karena kita dapat memberikan opsi atau rekomendasi animasi yang akan ditonton oleh anak. Hal ini perlu diperhatikan karena tidak semua film animasi itu ramah untuk anak.

Selain itu, orang tua juga bisa menjadi seorang interpreter jika video yang ditonton memiliki bahasa yang tidak dipahami oleh sang anak. Orang tua juga bisa menceritakan ulang pesan moral yang terkandung di dalam cerita film animasi yang telah ditonton sehingga anak lebih mudah memahaminya. Sebagai seorang anak, mereka tentu akan senang menonton acara kesukaannya ditemani dan diperhatikan oleh orang tua di dekatnya.

Kontributor penulis: Mayang Wibawati