Hubungan jarak jauh terus mengalami evolusi dari masa ke masa. Menjalin hubungan jarak jauh atau long distance relationships (LDR) bukanlah sesuatu yang baru. LDR sudah terjadi bahkan sejak zaman purba. Berkat pesatnya perkembangan teknologi, tantangan dalam LDR sudah sangat berkurang, meskipun tidak sepenuhnya hilang.

Sejak zamannya berkirim surat lewat burung merpati, penggunaan mesin telegram, hingga era video call seperti sekarang ini, LDR kian dimudahkan. Karena kemudahan-kemudahan ini, banyak pasangan yang menjalani kehidupan pernikahan meski dirundung perpisahan jarak. Kondisi ini kini akrab disebut sebagai long distance marriage atau LDM.

Apa itu LDR?

LDR atau hubungan jarak jauh merupakan kondisi ketika pasangan tetap menjalin hubungan dekat meski kesempatan untuk berkomunikasi menjadi terbatas karena adanya jarak geografis (Neustaedter & Greenberg, 2011).

Pekerjaan kerap menjadi alasan pasangan hidup secara terpisah karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan di kota yang sama. Meski terkadang LDR juga dilakukan dengan sengaja. Misalnya pada pasangan yang memiliki lebih dari satu karier atau tempat tinggal, atau pasangan yang ingin memiliki otonomi, atau keinginan untuk tinggal dekat dengan orang tua mereka.

Beberapa pekerjaan tertentu mengharuskan pegawainya untuk tinggal di lokasi yang jauh atau bepergian dalam kurun waktu yang cukup lama. Contohnya seperti atlet profesional, militer, pekerja tambang minyak lepas pantai, peneliti lapangan, atau marinir yang bekerja di lautan.

Kondisi krisis juga bisa memaksa seseorang untuk tinggal di tempat yang berbeda dengan pasangannya, contohnya seperti kondisi orang tua sakit. Selain itu, studi atau sekolah juga bisa membuat pasangan terpisah jarak.

Evolusi hubungan jarak jauh

Biaya yang murah dan kemudahan akses menjadi alasan komunikasi berbasis internet sangat disukai oleh para pelaku LDR. Email, instant messaging, telepon via telepon seluler, SMS, video chat, hingga media sosial turut menyediakan sarana yang mudah untuk menjalin komunikasi jarak jauh. Kendati demikian, kemudahan itu baru bisa dinikmati dalam beberapa dekade terakhir. Lantas bagaimana orang-orang menjalin hubungan jarak jauh sebelum berkembangnya teknologi?

Baru-baru ini, ROUNDS, sebuah platform sosial yang bergerak di bidang entertainment, merilis sebuah infografis yang memaparkan evolusi hubungan jarak jauh dari masa ke masa. Berikut adalah penjabarannya.

1. Hubungan jarak jauh sebelum masehi

Manusia sudah merasakan hubungan jarak jauh sejak zaman purba. Kala itu, para suami biasa pergi berburu berbulan-bulan dan meninggalkan istri dan anak mereka tanpa adanya kepastian mereka bisa kembali pulang hidup-hidup.

Masuk ke era peperangan zaman Romawi, para istri harus merelakan suaminya untuk pergi ke medan perang. Peperangan kerap menjadi pemisah pasangan. Zaman dulu, para istri tidak bisa mendapatkan kabar mengenai pasangannya. Menunggu menjadi satu-satunya solusi terhadap rasa rindu yang dibatasi jarak.

Mulai sekitar 770 tahun SM, burung merpati digunakan oleh bangsa Yunani untuk membawa surat. Budaya ini mulai tersebar dan komunikasi jarak jauh mulai bisa dijalin, meskipun tanpa kepastian kapan pesan akan tiba. Selain itu, pesan yang dikirimkan juga tidak bisa terlalu panjang karena keterbatasan daya angkut burung merpati.

Pada 500 tahun SM, bangsa Mesir menggunakan gulungan perkamen dengan kertas papirus. Pesan yang disampaikan jadi bisa lebih panjang. Gulungan perkamen papirus ini dikirimkan menggunakan jasa pembawa pesan yang pergi dari satu daerah ke daerah lainnya.

2. Hubungan jarak jauh era surat pos

Jasa surat pos muncul pertama kali di Cina sekitar 900 tahun SM. Gebrakan mengenai jasa surat pos muncul ketika The Pony Express berdiri di Amerika sekitar tahun 1860-an. Dengan adanya jasa pos ini, pasangan jarak jauh mampu menikmati indahnya berkirim surat cinta dengan mudah dan cepat.

Hubungan jarak jauh semakin mengalami evolusi dengan ditemukannya kamera di tahun 1814. Sejak ditemukannya kamera, pasangan bisa bertukar surat sekaligus foto-foto sebagai obat rindu.

3. Hubungan jarak jauh era telegram

Meskipun sangat berguna, jasa pos surat tetap memiliki kekurangan, yakni waktu yang dibutuhkan untuk mengirim surat dan menyampaikan pesan. Namun semua ini berubah ketika ditemukan mesin telegram di tahun 1843. Sejak munculnya telegram ini, pasangan jarak jauh bisa saling berkirim pesan dengan tempo yang lebih cepat.

4. Hubungan jarak jauh era telepon

Ditemukannya telepon menjadi revolusi pesat terkait komunikasi jarak jauh. Komunikasi telepon antar benua dilakukan untuk pertama kalinya di tahun 1914. Hal ini menjadi gebrakan yang bisa membantu penjalinan komunikasi antar pasangan yang berada di lokasi beda benua.

Pemanfaatan telepon ini pun cukup variatif. Pada masa itu, banyak pasangan jarak jauh yang memanfaatkan penggunaan telepon dan televisi untuk menonton sebuah acara TV bersama-sama.

Komunikasi via telepon ini semakin laris ketika telepon genggam ditemukan di Amerika Serikat pada tahun 1983. Kini pasangan jarak jauh tidak perlu lagi mengantri di kotak telepon umum atau menunggu telepon di rumah. Telepon genggam yang bisa dibawa kemanapun membuat pasangan jarak jauh bisa berkomunikasi kapan saja. Evolusi hubungan jarak jauh semakin meningkat ketika sistem SMS diciptakan.

5. Hubungan jarak jauh era jejaring sosial

Mengikuti pesatnya evolusi teknologi komunikasi hubungan jarak jauh, smartphone diciptakan dengan berbagai fitur di dalamnya, termasuk fitur jejaring sosial media. Dengan hadirnya fitur sosial media, seseorang bisa terhubung dengan lingkaran terdekatnya, termasuk memantau lokasi dan aktivitas pasangannya. Era digital ini juga membuat pasangan bisa saling berbagi foto secara digital.

6. Hubungan jarak jauh era hi-tech gadget

Tak hanya smartphone, gadget lainnya seperti laptop juga membantu memberi warna pada komunikasi jarak jauh. Selain fitur video call, kini pasangan jarak jauh juga bisa bermain game online bersama-sama, serta berbagi media lainnya, seperti foto, rekaman suara, hingga video.

Apapun media yang digunakan, tujuan dari komunikasi jarak jauh tetaplah sama, yakni menyembuhkan rasa kesepian, meningkatkan kedekatan, memunculkan kepuasan dalam hubungan, meningkatkan komitmen dan rasa percaya terhadap satu sama lain, serta meredakan rasa cemburu.

Referensi

Column Five. (t.thn.). The Evolution of The Long-Distance Relationships Infographic. Diambil kembali dari ROUNDS.

Neustaedter, C., & Greenberg, S. (2011). Intimacy in Long-Distance Relationships over Video Chat. Research Report, Department of Computer Science, University of Calgary, 1-11.

Reynolds, E. (2019). How technology transformed long-distance relationships. Diambil kembali dari Huckmag.com.

Soto Herrera, P. P. (2018). The Use of Media Technologies in Long-Distance Relationships. Thesis. Rochester Institute of Technology.