Persalinan caesar adalah risiko yang mungkin harus diambil oleh pasangan suami istri yang menginginkan buah hati. Bukan karena semua kelahiran bayi harus ditempuh dengan caesar, tetapi ini merupakan salah satu metode untuk melahirkan yang harus ditempuh saat situasi dan kondisi yang mengharuskan.

Menurut pakar obstetri dan ginekologi, Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), menyatakan bahwa setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda sehingga dalam banyak kasus yang terjadi operasi caesar adalah procedur yang harus ditempuh untuk kebaikan bersama. Prosedur persalinan caesar dinilai dapat menyelamatkan jiwa dan bisa menjadi pilihan tepat untuk seorang ibu dan anaknya.

Di sisi lain, Prof. Dr. Moh. Juffie, SpA(K), PhD menjelaskan bahwa persalinan caesar memungkinkan menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota dalam sistem gastrointestinal yang memicu gangguan imunitas pada bayi, termasuk alergi terhadap makanan. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh perbedaan mikrobiota usus akibat metode persalinan yang ditempuh.

Dalam seminar digital yang diadakan Nutriclub tentang “Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat” dijelaskan bahwa metode persalinan dapat menentukan jenis mikrobiota. Anak yang lahir secara pervaginam akan dikolonisasi oleh bakteri vagina dan feses ibu, termasuk lactobacillus dan bifidobacterium. Di sisi lain, risiko kelahiran caesar mempengaruhi proses kolonisasi mikrobiota yang memungkinkan terjadinya ketidakseimbangan mikrobiota dalam usus.

Suami Siaga Persalinan Caesar

Sejauh ini kesan risiko persalinan caesar hanya ada pada pihak ibu saja. Tidak bisa dipungkiri bahwa risiko fisik memang hanya terjadi pada ibu saja. Padahal sebagai pasangan suami istri, risiko persalinan ini dirasakan oleh kedua belah pihak.

IMaos yakin bahwa peran ayah dalam persalinan caesar juga besar. Tidak hanya sekadar menjadi orang yang duduk di ruang tunggu saja, kami para suami yang menantikan istrinya caesar mendapatkan tekanan psikologis yang cukup besar.

Tekanan psikologis ini mungkin terjadi pada para suami. Hal ini dikarenakan suami hanya bisa berharap cemas tanpa bisa bertindak apapun. Layaknya pepatah orang yang sedang jatuh cinta “lebih baik aku yang sakit daripada orang yang ku kasihi”.

Di sisi lain, seorang ibu pasca melahirkan dapat mengalami perubahan hormon, gangguan psikologis, depresi postpartum, hingga dapat mengakibatkan gangguan bipolar. Ini semua adalah risiko dari sebuah persalinan yang harus ditanggung oleh istri yang baru melahirkan. Baik melahirkan secara normal maupun caesar.

Dengan kata lain, suami harus siaga dalam fisik dan mental. Dari sekian banyak artikel tentang parenting, hampir semuanya memberikan dukungan kepada istri atau ibu. Tapi, IMaos tahu bahwa para ayah atau suami pun perlu dukungan moral untuk menghadapi risiko persalinan yang sedang pasangan anda hadapi.

Dalam hal ini kami meyakini bahwa seorang suami siaga harus memberikan dukungan pada istri untuk kuat secara fisik dan moral. Meskipun kami juga paham para suami harus menguatkan mental dan fisiknya sendiri. Terlebih lagi untuk para suami yang sedang menemani istrinya melakukan persalinan caesar.

Hampir semua kebudayaan di dunia ini menciptakan konsep lelaki secara general, yaitu sosok yang mandiri, kuat, dan tahan banting. Hampir tidak ada konstruksi tentang lelaki cengeng atau lemah dalam kebudayaan manapun. Oleh karena itu, suami siaga menjadi sebuah tuntutan norma sosial dan kebudayaan.

IMaos yakin tidak semua lelaki memiliki mental yang cukup kuat menghadapi orang terkasihnya sedang ada di ruang operasi mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan buah hati mereka. Kami juga yakin para suami akan rela mengganti rasa sakit istri yang sedang proses kelahiran caesar daripada hanya menunggu.

Pengalaman Seorang Ibu Melahirkan Caesar

Seorang lelaki memang dituntut harus kuat menghadapi banyak tekanan saat memutuskan istrinya melahirkan caesar. Kuat untuk menjaga metal dan fisik dirinya dan kuat untuk menguatkan istrinya pasca melahirkan caesar. Tidak banyak yang akan menguatkan fisik dan mental kalian sehingga tidak ada pilihan untuk bisa kuat dan menguatkan pasanganmu.

Namun, selain kalian para lelaki harus menguatkan diri sendiri dan istri. Mungkin kalian sebagai lelaki perlu sedikit gambaran tentang pengalaman seorang ibu pasca melahirkan caesar. Mendengarkan kisah seorang perempuan yang melahirkan caesar mungkin akan memberikan para suami lebih siaga untuk menguatkan istrinya.

Ini adalah kisah perempuan bernama Cynthia Lamusu. Ia menceritakan proses kehamilan caesar untuk anak kembarnya. Pengalamannya cukup berisiko karena kelahiran caesarnya untuk bayi tabung. Terlebih lagi itu terjadi saat ia berusia 37 tahun sehingga cukup berisiko bagi ibu dan anaknya, khususnya risiko imunitas dan potensi alergi anak yang tinggi.

Chyntia juga menyatakan bahwa dia merasa beruntung karena mendapatkan dukungan dari pihak suami, orang-orang terdekat, dan pihak rumah sakit. Hal itu membuatnya yakin menghadapi proses persalinan caesar dan risikonya. Bagi Chyntia, support system menjadi hal penting dalam menjalani proses itu.

Dari kisah Cynthia Lamusu, para lelaki mungkin bisa menangkap apa yang istri kalian inginkan. Baginya, support system menjadi hal yang penting sebelum menjalani proses melahirkan yang berisiko. Dengan kata lain, para suami bisa mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang paling supportive untuk pasangan. Baik secara fisik maupun secara mental.

Referensi Ayah Siaga Menghadapi Kelahiran Caesar Istri

Seorang suami memang dituntut untuk siaga saat istri sejak dalam proses kehamilan. Terlebih lagi untuk suami yang istrinya hampir melahirkan. Pasti tuntutan untuk siaga lebih digencarkan lagi, baik persiapan fisik maupun mental.

Ada banyak sekali referensi yang bisa dirujuk oleh para suami. Pasti yang pertama adalah www.imaos.id sebagai referensi lelaki. Selain itu, ada portal digital www.nutriclub.co.id yang memberikan referensi terkait dengan risiko persalinan caesar. Ada juga referensi di media sosial yang bisa dirujuk untuk mengetahui risiko caesar ini di akun @nutriclub_id

Di sisi lain, artikel-artikel ilmiah dari jurnal kesehatan bisa kalian jadikan referensi terupdate dan terpercaya, seperti Google Scholar, Emerald, hingga Elsevier. Semua portal itu akan memudahkan kalian untuk mencari referensi yang up-to-date terkait hal apapun, khususnya terkait kesehatan kehamilan, kesehatan anak, risiko persalinan caesar, hingga dampak psikologis yang mungkin terjadi pasca kelahiran caesar.

Banyaknya referensi para suami terkait dengan kehamilan dan proses persalinan akan menjadikan mentally support untuk diri sendiri. Meskipun IMaos akan membersamai para lelaki dalam menjalani peran sebagai suami yang baik, ayah yang baik, dan lelaki yang sejati, tetapi kalian tetapi harus punya banyak insight lain untuk semakin mematangkan dirimu sebagai lelananging jagad.

Pesan penutup untuk seluruh suami dan ayah di sini. Mungkin tidak ada yang memberikan kamu dukungan saat istrimu berada di ruang operasi caesar. Kamu hanya perlu ingat bahwa peran yang sedang kamu jalani saat ini memang tidak mudah. Kamu harus bisa bertahan menjalani peran sebagai suami yang baik untuk istrimu, anak yang membanggakan orang tua dan mertuamu, idola dan role model untuk anak-anakmu, serta menjadi kebahagiaan untuk orang-orang sekitarmu.

Seberat apapun fisik dan mental yang kamu jalani. Tetaplah menjadi lelananging jagad untuk diri sendiri dan keluargamu.