“Membagi yang banyak itu mudah, namun mencukupkan yang kurang itu perlu belajar”. Sebuah perkataan dari teman kerja saya terdahulu yang masih saya ingat hingga sekarang. pada waktu itu ia berbicara dalam konteks gaji. Maklum lah kami bukan pekerja dengan gaji digitnya lebih dari 1. namun perkataan itu kembali terngiang di kepala saya akhir-akhir ini meski konteksnya bukan lagi masalah gaji. yup kali ini konteksnya adalah saat saya harus membagi waktu antara bekerja dan merawat anak yang sakit. Bagi bung-bung pembaca imaos pernah membaca tulisan saya sebelumnya, tulisan ini bisa dikatakan sebagai kelanjutannya.

Bung, membagi waktu itu ternyata lebih kompleks dan melelahkan daripada yang dibayangkan. Kewajiban bekerja eight to five membuat waktu yang tersedia untuk mengurus anak sakit semakin sedikit. belum lagi load pekerjaan, tekanan dari atasan dan tetek bengek urusan kantor menambah kompleksitas urusan bagi membagi waktu ini.

Kerja sama tim suami dan istri diperlukan

sulitnya membagi waktu antara bekerja dan merawat anak yang sakit, memberikan saya sebuah insight bahwa kerja sama suami istri betul-betul diperlukan. mengapa? jawabnya sederhana karena jika masalahnya adalah kurang waktu maka solusinya adalah menambah waktu dengan menambah satu orang untuk berbagi tugas. sederhananya suami istri yang bekerja dan anaknya sakit dapat secara bergantian mengajukan ijin ke kantor untuk tidak masuk. jadi ijinnya tidak perlu banyak-banyak karena kalau banyak biasanya tidak diijinkan oleh atasan.

Menjalin hubungan baik dengan atasan

Terjalinnya hubungan baik dengan atasan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sulitnya membagi waktu antara bekerja dan merawat anak yang sakit. hubungan baik dengan atasan merupakan modal utama untuk memudahkan anda meminta ijin tidak masuk, pulang lebih awal, masuk telat atau ijin meninggalkan kantor sementara. Oleh karena itu setidak cocok apapun anda dengan atasan usahakan hubungan antara anda dengan atasan itu baik. Percayalah ketika anda punya hubungan yang baik dengan atasan proses perijinan akan lebih mudah.

Menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja

Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja itu untuk masalah load pekerjaan. Maksudnya? Jika anda baik dengan teman kerja anda maka hubungan anda dengan rekan kerja anda bukan hanya hubungan profesional. Hubungan yang terbangun adalah hubungan pertemanan. seorang teman biasanya memiliki simpati dan empati ketika temannya kesusahan. Jadi ketika anda sulit membagi waktu antara bekerja dan merawat anak yang sakit karena load pekerjaan. Rekan kerja anda akan secara sukarela membantu meringankan load pekerjaan anda. Dengan begitu anda akan lebih mudah membagi waktu anda karena load pekerjaan anda berkurang karena bantuan dari teman anda. Perlu diingat tapi bung, besok-besok kalau rekan kerja anda anaknya sakit, bung juga harus membantu dia menyelesaikan kerjaannya biar sama-sama enak kedepannya..

Ya membagi waktu antara bekerja dan merawat anak yang sakit merupakan hal kompleks serta melelahkan. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk dapat menyelesaikan masalah itu. Kerja sama suami istri, hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja dapat menjadi salah satu solusi. “ membagi yang berlebih itu mudah, namun membagi yang kurang itu perlu belajar. Saya pun hingga titik ini masih belajar…