Triplet The Return of Superman adalah salah reality show di Korea yang menampilkan sosok Song Ilkook sebagai ayah dari tiga anak kembarnya. Acara tersebut release di Korea di tahun 2014 dan menjadi salah satu acara reality show terbaik tentang parenting. Saat banyak orang yang mempertanyakan peran ayah dalam parenting, acara The Return of Superman menjadi jawaban.

Acara reality show tersebut memang tidak hanya menampilkan sosok Ilkook sebagai ayah yang diekspose saat mengasuh anak-anaknya. Ada beberapa ayah lain juga yang diekspose di reality show tersebut. Namun, sosok Ilkook menjadi sorotan publik di acara tersebut karena menampilkan bagaimana sosok ayah yang merawat ketiga anak kembarnya.

The Return of Superman menjadi salah satu bentuk pembuktian bahwa sebenarnya ayah juga bisa mengambil peran dalam parenting. Meskipun demikian, acara reality show tersebut dinilai lucu karena cara parenting seorang ayah. Terlepas dari penilaian itu, acara reality show yang berasal dari Korea ini mampu memberikan pengaruh kuat terhadap konsep gender dalam parenting.

Sosok Song Ilkook Sebagai Lelananging Jagad

Song Ilkook dalam The Return of Superman bisa dianggap sebagai lelananging jagad. Hal ini karena dia mengambil peran yang sangat baik sebagai seorang pria yang mengajarkan ketiga anak laki-lakinya yang kembar saat mengasuhnya. Oleh karena itu, tidak sedikit yang kemudian banyak mengapresiasinya sebagai seorang ayah.

Menjadi ayah untuk satu anak saya tidak mudah. Apalagi menjadi ayah untuk ketiga anak kembarnya pasti lebih sulit lagi. Artikel yang dituliskan sebelumnya di imaos.id bahwa menjadi ayah yang baik itu perlu melalui banyak tantangan. Layaknya memberikan waktu yang berkualitas untuk menjalin ikatan erat antara anak dan ayah.

Ilkook yang memerankan ayah dari triplet di reality show The Return of Superman sangat sukses. Dia benar-benar menjadi superman bagi ketiga anaknya. Mulai dari anak-anak bangun tidur, menyiapkan makanan, mengajak bermain, menemani belajar, hingga mereka tidur lagi. Tidak mudah dilakukan karena kegiatan mengasuh anak banyak menguras tenaga dan waktu.

Konsep dari reality show yang mengambil nama dari seorang superhero, Superman, memang pas untuk merepresentasikan para ayah yang ada di acara tersebut, seperti Song Ilkook. Superman memang sosok pahlawan yang tak terkalahkan. Dalam konsep Jawa, pria dengan sosok pahlawan dan ksatria seperti ini dicitrakan oleh Arjuna. Sang Lelananging Jagad.

Menjadi Teman Untuk Anak

Song Ilkook ditampilkan dalam The Return of Superman adalah ayah yang tidak menggunakan dominasi pada anak-anaknya. Segala aktivitas yang dia lakukan bersama anak-anaknya sangat natural tanpa dominasi sosok ayah. Bahkan, Ilkook lebih cenderung memposisikan diri sebagai teman bagi anak-anaknya dalam parenting.

Ilkook tidak pernah memarahi anak-anaknya jika melakukan tindakan yang kurang sesuai. Dia lebih memilih untuk mengajarkan anak-anaknya melalui tindakan maupun perbincangan santai. Ketiga anaknya dianggap sebagai teman bermain Ilkook meskipun ia merasa kelelahan dengan cara seperti itu. Namun, citra seorang ayah yang ditampilkan dalam model parenting seperti itu justru sangat kuat.

Seorang anak memang masih jauh dari pengalaman hidup, tetapi Ilkook memposisikan anak-anaknya sebagai seseorang yang sudah bisa berfikir dan mengerti. Bahkan, hal yang mengejutkan adalah ketiga anaknya bisa patuh tanpa disuruh. Namun, proses pendidikan seperti ini tidak mudah tapi bisa dilakukan, yaitu menjadi teman untuk anak-anak.

Belajar Menjadi Ayah

Belajar menjadi ayah memang tidak mudah. Tidak pernah ada kurikulum dalam pendidikan sekolah formal yang mengajarkan cara menjadi ayah. Namun, sosok ayah yang dipahami oleh anak-anaknya adalah bentuk pendidikan secara implisit. The Return of Superman memberikan gambaran bagaimana ayah harus mengambil peran dalam parenting.

Dalam reality show The Return of Superman, menjadi ayah bukanlah persoalan memberikan nafkah maupun membelikan mainan. Menjadi ayah lebih ditekankan pada memberikan waktu yang berkualitas untuk anak-anaknya. Bukan hanya menanyakan apa yang dilakukan anak-anaknya saja tetapi memberikan waktu berkualitas bersama-sama.