Menjadi ayah yang baik bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Banyak faktor yang harus dilakukan oleh para lelaki untuk menjadi ayah terbaik. Tidak hanya memberikan sandang, pangan, dan papan saja tetapi banyak komponen lain yang menjadikan seorang lelaki menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya.

Tidak sedikit di antara para pria berasumsi bahwa menjadi ayah yang baik itu sekadar memberikan hal-hal yang bersifat material, seperti uang, hadiah, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan konsep ayah sebagai seorang yang bertanggungjawab memberi sandang, pangan, dan papan sudahlah menjadi kewajiban. Perlu sesuatu hal yang lebih dari sekadar memberikan itu semua. Waktu, misalnya.

Memberikan waktu merupakan hal yang cukup berat dilakukan oleh seorang ayah. Tuntutan pekerjaan, sosial, dan keluarga merupakan hal penting yang tidak bisa dihindarkan juga. Tidak heran jika banyak para ayah cenderung memberikan hadiah kepada anaknya sebagai bentuk pertukaran waktu yang hilang. Di sisi lain, menjadi ayah tidak bisa cukup dengan pemberian hadiah semata.

Ayah Yang Baik Selalu Ada Waktu

Waktu bisa dikatakan sebagai hal penting yang diperlukan untuk menjadi ayah yang baik. Tidak banyak para ayah di dunia ini yang memberikan waktu penuh kepada anaknya, tetapi tidak sedikit juga para ayah yang tahu bahwa memberi waktu bersama anak itu penting. Hal ini memang tidak semudah yang dikatakan. Namun, tidak ada hal yang tak mungkin jika memang ingin benar-benar dilakukan.

Artikel Menjadi Ayah Tak Hanya Soal Menjadi yang Tersayang menjelaskan bahwa ada konstruksi gender luar biasa yang terkait pembagian peran pengasuhan. Ayah yang terlalu sering menghabiskan waktu bersama anak justru dianggap lemah oleh sebagian masyarakat, khususnya di tengah masyarakat tradisional. Waktu terbanyak bersama anak hanya dimiliki ibu. Ayah pergi bekerja untuk memenuhi kebutuhan material ibu dan anak.

Konsep seperti seperti pisau bermata dua. Memang, menjadi ayah salah satunya adalah memenuhi kebutuhan anak dan istri. Namun, memberi waktu yang cukup kepada keluarga adalah hal paling penting yang harus dilakukan oleh para ayah di dunia. Dengan kata lain, jika seorang ayah cukup memberikan waktu dengan perhatian yang cukup kepada anak dan istri, maka dia akan tahu bagaimana mengatur waktunya.

Waktu Adalah Perhatian dan Kasih Sayang

Ayah yang baik akan memberikan waktu yang cukup untuk memperhatikan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental. Semua ayah mungkin tahu kapan anaknya lapar atau kenapa anaknya menangis. Tapi, tidak semua ayah mengetahui hal apa saja yang dilakukan anak setiap hari senin. Tidak heran jika anak menangis lebih suka memanggil ibu daripada ayah.

Perhatian dan kasha sayang adalah dua hal yang berbeda. Seorang ayah harusnya mengerti dimana letak perbedaan itu. Kasih sayang adalah sikap untuk melindungi, sedangkan perhatian adalah sikap untuk memahami. Kedua kosakata tersebut memang dipahami mudah secara literal tetapi sutil secara kontekstual. Waktu yang cukup adalah kunci untuk bisa melakukan keduanya.

Oleh karena itu, menjadi ayah tidak pernah diukur dengan angka. Berapa banyak materi yang didapatkan atau seberapa banyak hadiah yang diberikan pada anak. Ayah yang baik selalu tahu bagaimana harus bersikap saat anak sedang bahagia maupun sedih. Jika namamu dipanggil saat anakmu sedang menangis, berarti kamu adalah ayah yang baik.