Pandemi global akibat serangan virus corona ini sangat mengkhawatirkan. Banyak sektor yang terkena dampak dari penyebaran virus yang tak kunjung henti. Namun, setelah setahun berjuang menghadapi virus ini akhirnya ada vaksin covid populer yang mulai digunakan oleh beberapa negara.

Permasalahannya, ada banyak sekali jenis vaksin covid di belahan dunia ini. Tidak semua negara menggunakan jenis vaksin covid yang sama, termasuk juga di Indonesia. Oleh karena itu, imaos akan memberikan sedikit gambaran tentang jenis-jenis vaksid covid yang akan digunakan.

Vaksin Covid dari China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)

Vaksin covid ini dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Croup Corporation sebagai upaya solusi penyebaran virus corona. Dari berbagai laporan, vaksin sinopharm ini memanfaatkan virus corona yang dimatikan atau inactived vaccine untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia dari serangan virus.

Dalam proses pembuktian efektivitas vaksin ini, Otorisasi Penggunaan Emergensi (EUA) sudah melakukan ujicoba untuk 31.000 sukarelawan dari 125 negara. Hasil yang diklaim dari efektivitas vaksin sinopharm ini memiliki kemanjuran 86% melawan covid-19.

Vaksin sinopharm akan memberikan sistem kekebalan tubuh saat merespon infeksi virus corona hidup. Salah satunya, ia akan menghasilkan antibodi yang menempel melalui sel B dan mencegah virus memasuki sel. Oleh karena itu, Menkes RI mengesahkan vaksin ini sebagai salah satu jenis vaksin covid yang akan digunakan di Indonesia.

Vaksin Sinovac Pertama di Indonesia

Salah satu yang menjadi sorotan banyak publik saat ini adalah kehadiran vaksin sinovac yang akan digunakan. Rabu 13 Januari 2021 adalah waktu pertama kalinya penggunaan vaksin ini oleh beberapa perwakilan di Indonesia sehingga membuatnya ramai diperbincangkan.

Vaksin ini menjadi banyak perbincangan karena mampu membentuk antibodi hingga 99,23% sehingga membuat orang menginginkannya. Vaksin ini adalah buatan dari Sinovac dengan pembuatannya melalui mematikan virus, memasukkan aluminium hidroksida, larutan fosfat, dan natrium klorida.

Meskipun banyak pro dan kontra dengan adanya keefektivitasan vaksin sinovac ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin mejelaskan di Mata Najwa bahwa saat ini tidak ada vaksin yang 100% langsung menghentikan covid-19. Oleh karena itu, semua vaksin yang beredar di Indonesia akan langsung disebarluaskan kepada masyarakat untuk mereduksi penyebaran covid-19 tanpa harus menunggu lebih lama lagi.

Vaksin Moderna

Vaksin ini menggunakan messenger RNA (mRNA) dan memiliki struktur seperti spike di permukaannya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memaparkan bahwa tidak semua orang bisa menggunakan vaksin ini.

Orang yang pernah mengalami alergi parah tidak disarankan untuk menggunakan vaksin moderna karena akan menstimulus rasa gatal yang parah setelah menerima vaksin moderna. Selain itu, vaksin ini digunakan untuk usia 18 tahun ke atas dan membutuhkan dua suntikan yang diberikan selang 28 hari.

Vaksin moderna akan menstimulus sel membuat potongan protein dan menampilkannya pada permukaan sel. Dengan cara seperti itu, sistem dalam tubuh akan membangun respon kekebalan dan membuat antibodi untuk serangan virus corona.