Pendidikan menjadi salah satu sarana penting untuk meraih kesuksesan. Banyak orang tua yang bekerja keras untuk bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang rela berhutang untuk membiayai sekolah anak. Oleh karena itu, imaos akan memberikan tips memilih sekolah dasar untuk anak.

Sebelumnya, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa layanan pendidikan terbagi ke dalam dua hal, yakni pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal adalah jenjang pendidikan yang harus ditempuh secara sistematis dengan adanya kriteria tertentu dalam penerimaannya, seperti pendidikan PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi.

Di sisi lain, pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang bisa ditempuh tanpa harus memiliki kriteria khusus dalam penerimaannya. Hanya saja, pendidikan informal ini perlu mempertimbangkan alokasi finansial untuk pendidikan anak. Pendidikan informal biasanya untuk menempuh peminatan bakat anak, baik akademik maupun non akademik, seperti kursus mata pelajaran tertentu, kursus musik, kursus tari, dan berbagai kursus lainnya.

Pastinya, jenis pendidikan formal dan informal tetap harus mengeluarkan biaya. Tim imaos sempat mendata total biaya pendidikan anak dari PAUD hingga perguruan tinggi. Dari hasil observasi tersebut, tim imaos melakukan kalkulasi biaya pendidikan anak di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta karena ketiga kota tersebut merupakan kota besar dengan jumlah lembaga pendidikan terbanyak daripada kota-kota lain di Indonesia.

Hasil observasi dan kalkulasi studi kasus tersebut menjelaskan bahwa alokasi biaya pendidikan jenjang sekolah dasar adalah yang tertinggi. Sebenarnya tidak mengherankan jika biaya pendidikan di jenjang sekolah dasar dinilai paling tinggi karena saat jenjang sekolah dasar memiliki durasi sekolah paling lama.

Selain itu, pendidikan di sekolah dasar mengutamakan pendidikan karakter siswa sehingga upaya pengajarannya lebih berat daripada di jenjang pendidikan lainnya. Oleh karena itu, imaos ingin memberikan tips memilih sekolah dasar yang dapat membantu orang tua untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai kehidupan pada anaknya.

Melihat Kurikulum Sekolah Dasar

Tips pertama kali untuk memilih sekolah dasar adalah melihat kurikulum dari sekolah tersebut. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh penyelenggara pendidikan.

Di Indonesia, lembaga yang berhak mengeluarkan kurikulum adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka mengeluarkan kurikulum nasional dan para penyelenggara pendidikan menggunakan kurikulum tersebut sebagai perangkat mata pelajaran.

Hanya saja, kurikulum di Indonesia kurang bisa konsisten. Setidaknya, kurikulum di Indonesia sudah berubah hingga belasan kali. Bahkan, ada guyonan yang mengatakan bahwa setiap meteri pendidikan memiliki kurikulum yang berbeda. Oleh karena itu, setiap tahun angkatan bisa memiliki kurikulum yang berbeda juga.

Sebagai orang tua, bapak-bapak semua harus memahami kurikulum ini sebelum memutuskan sekolah dasar untuk anaknya. Biasanya, penyelenggaran pendidikan sekolah dasar negeri selalu mengacu kurikulum nasional tetapi untuk sekolah dasar swasta biasanya memiliki kurikulum berbeda atau kurikulum tambahan.

Sekolah swasta yang bonafid dan mahal menggunakan kurikulum luar negeri, seperti kurikulum dari Cambridge, Harvard, Montessori, dan sebagainya. Dampak dari penggunaan kurikulum luar negeri ini menjadikan biaya sekolahnya mahal. Hal ini karena kurikulum pendidikan tidak beli putus sehingga sekolah swasta yang menggunakan kurikulum luar negeri ini harus berlangganan setiap tahunnya.

Oleh karena itu, tips memilih sekolah dasar untuk para orang tua adalah memahami kurikulumnya. Apabila kalian merasa cocok dengan kurikulum yang ditawarkan oleh penyelenggara pendidikan, maka kamu bisa menyekolahkan anakmu di sana. Tapi, kalau kalian hanya pasrah dengan kurikulum nasional maka harus siap untuk memberikan arahan ke anak dengan kedinamisan perubahan kebijakannya.

Tips Memilih Sekolah Dasar Berdasarkan Biaya

Pertimbangan kedua yang harus dilakukan oleh para orang tua sebelum memilih sekolah untuk anaknya adalah biaya yang harus dikeluarkan. Seperti yang sudah dijelaskan oleh tulisan imaos sebelumnya, biaya pendidikan jenjang sekolah dasar adalah yang paling mahal.

Perkiraan pengeluaran biaya pendidikan untuk anak harus dipertimbangkan secara matang. Kalian perlu ingat bahwa jenjang pendidikan untuk anak tidak hanya sebatas sekolah dasar. Bahkan, ada pendidikan informal yang bisa ditempuh juga untuk mengoptimalkan minat bakat anak.

Dengan kata lain, perkirakan pendapatan kalian dengan pengeluaran kebutuhan pokok yang bukan untuk pendidikan. Jangan hanya terlena dengan kurikulum internasional yang memberikan fasilitas dan kualitas pendidikan yang wah saja.

Pertimbangkan juga konsekuensi yang harus kalian tempuh saat memilih sekolah dasar yang mahal. Hal ini karena biaya pendidikan bukan hanya sebatas uang pangkal dan uang semesteran. Ada biaya lain yang harus dipersiapkan, seperti uang buku, uang seragam, uang kegiatan ekstra, hingga uang saku anak.

Hal yang perlu kalian ingat, para bapak-bapak semua. Pendidikan anak sebenarnya ada di rumah. Penyelenggara pendidikan hanya sebagai support sistem untuk kalian mempermudah dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan dan karakter anak.

Memperhatikan Lingkungan Sosial di Sekolah

Dari apa yang sudah disampaikan, pertimbangan kurikulum dan biaya pendidikan adalah tips penting memilih sekolah dasar. Tapi, hal yang tak kalah penting dari keduanya adalah memilih sekolah dasar karena pertimbangan lingkungan sosial di sekolah.

Ada wasiat nabi mengatakan bahwa jika kamu berteman dengan penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Dan kalau pun tidak, engkau tetap akan mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan, jika kamu berteman dengan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu. Kalau pun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asap yang tak sedap (HR Bukhari: 5534 & Muslim: 2628).

Meskipun itu adalah wasiat dari Nabi Muhammad SAW untuk umat Islam, tetapi ungkapan tersebut memiliki rasionalitas yang bisa diterapkan oleh semua umat. Bisa dikatakan secara sederhana bahwa kita adalah cerminan dari kelompok kita.

Lingkungan sosial di sekolah perlu diperhatikan dengan seksama. Kalian tidak akan mungkin bisa mengawasi anak 24 jam penuh. Ada saat kita harus bekerja dan anak di luar jangkauan kita. Jika anak berada di lingkungan yang kurang baik, kita tidak bisa menjamin ia tidak terpengaruh oleh lingkungannya.

Oleh karena itu, tips memilih sekolah dasar yang terbaik untuk anak tidak hanya sekadar melihat kurikulum dan biaya yang dikeluarkan. Harus ada pertimbangan lain yang wajib diutamakan, yakni melihat kondisi lingkungan sosial di sekolah.