Para pria di sini pasti tidak asing lagi dong dong film suami takut istri. Film ini adalah garapan dari Multivision Plus yang ditayangkan di Trans TV di tahun 2007. Sebenarnya, acara tersebut tergolong sebagai sinetron komedi (sitkom) yang menceritakan kisah beberapa orang yang memiliki istri galak.

Acara sitkom ini merupakan bentuk dari representasi sebagian masyarakat yang berkeluarga, hidup di komplek perumahan, dan memiliki persoalan dalam keluarga. Hal ini karena sebagian pria memang ada yang berkarakter takut istri. Oleh karena itu, sitkom ini sangat menarik perhatian penonton pada masa itu.

Namun, IMaos tidak akan membahas tentang sitkom suami-suami takut istri karena kami buka website kritik film. Hal yang sebenarnya ingin kami sampaikan adalah fenomena suami yang takut kepada istrinya. Apakah kalian bagian dari fenomena itu?

Fenomena Suami Takut Istri

Hal yang pertama kali ingin IMaos tanyakan adalah kenapa harus takut kepada istri?

Pada dasarnya suami yang merasa takut dengan istrinya karena beberapa faktor. Hal yang paling mendasari suatu ketakutan seseorang kepada orang lain karena relasi kuasa yang terbangun antarkeduanya. Sosok satu lebih dominan dari sosok lainnya.

Atau, seorang suami yang takut kepada istri itu karena ada perbuatan yang melanggar komitmen dalam keluarga. Hal ini sangat mungkin terjadi dalam hubungan keluarga. Apabila ada salah satu anggota keluarga yang melanggar komitmen dalam keluarga pasti akan ketakutan.

Oleh karena itu, fenomena suami yang merasa istrinya menakutkan itu apakah karena ada perbuatan salah yang dilakukan atau memang istrinya menyeramkan. Hal sederhana yang bisa dipahami adalah suatu pernikahan itu terjadi karena saling mencintai bukan karena saling menakuti.

Menjadi Suami yang Memahami Istri

Dalam hubungan pernikahan, seorang suami dan istri sudah sepatutnya saling mencintai. Cinta bukan hanya sekadar hasrat semata melainkan juga aspek lain di dalamnya. Seorang yang saling mencintai seharusnya saling memahami.

Upaya suami memahami istri ini memang tidak mudah. Terlebih kesan stereotipe terhadap perempuan yang ribet dan rewel. Ditanya mau makan apa, jawabnya terserah. Ditanya mau pergi ke mana, jawabnya terserah. Tapi, jika keputusan tidak sesuai kehendaknya bisa memicu amarah.

Nah, hal seperti inilah yang menjadikanmu seorang pria seutuhnya. Bisa memahami istrimu dalam situasi dan kondisi apapun. Seorang suami tidak mungkin merasa takut dengan istri jika ia memahaminya.

Oleh karena itu, memahami istri itu lebih penting daripada takut kepada istri. Rasa takut kepada istri hanyalah bentuk klise dari rasa bersalah yang dilakukan suami kepada istrinya. Baik sengaja maupun tidak sengaja.

Pernikahan terjadi bukan karena saling menakuti, tetapi pernikahan itu terjadi karena ada pasangan yang saling mencintai.