Belanja kebutuhan bulanan adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh semua pasangan keluarga. Biasanya urusan belanja selalu dipasrahkan kepada istri karena lebih teliti dan detail untuk melihat kebutuhan keluarga. Tapi, bagaimana jika kasusnya suami belanja bulanan?

Tidak banyak pasangan suami istri yang memasrahkan belanja kebutuhan bulanan pada lelaki. Hal ini karena stereotipe dan bias gender yang ada di lingkungan masyarakat. Belanja adalah kegiatan yang erat kaitannya dengan dapur. Oleh karena itu, kebiasaan belanja bulanan sering dilakukan oleh istri.

Persoalannya, tidak semua istri selalu punya waktu untuk belanja bulanan. Bagaimana jika suami yang harus belanja bulanan? Apakah yang akan dilakukan oleh seorang lelaki saat mereka harus belanja bulanan?

IMaos memiliki asumsi tersendiri tentang fenomena seorang suami yang harus belanja untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Faktanya, hampir semua suami sebenarnya tidak mempermasalahkan saat diminta untuk belanja bulanan. Hanya saja, ada beberapa hal yang mungkin harus diwaspadai saat lelaki memutuskan untuk belanja.

Meminta Daftar Belanja ke Istri

Hal yang harus dilakukan pertama kali oleh lelaki saat diminta belanja adalah meminta daftar belanjaan. Hal ini untuk memudahkan para suami saat sampai di pasar atau swalayan. Daftar belanja dari istri lebih baik daripada harus mengingat barang-barang kecil yang mudah terlupakan.

Selain itu, seorang istri yang membuat daftar belanja biasanya sesuai dengan kebutuhan bulanan. Seorang suami cenderung careless saat harus memperhatikan hal kecil seperti, kehabisan garam, bumbu dapur, sabun cuci, atau hal kecil lainnya.

Seorang lelaki cenderung peka dengan kebutuhan rumah yang kecil jika berdekatan dengan kesehariannya. Kebutuhan-kebutuhan yang dekat dengan kesehariannya ini seperti peralatan mandi, peralatan membuat kopi kopi, atau hal-hal sejenis parfum yang dipakai sehari-hari.

Oleh karena itu, banyak suami yang diminta belanja sering melupakan daftar belanjaannya jika tidak ada daftar yang harus dibeli atau barang yang seharusnya dibeli jarang lelaki gunakan. Dengan kata lain, jika istri terpaksa meminta suaminya belanja harus memberikan daftar belanjaan untuk suami.

Waspada Harga Jika Suami yang Belanja Bulanan

Membuat daftar belanja untuk suami adalah solusi untuk missing things dari daftar kebutuhan bulanan. Tapi, hal yang tidak boleh luput juga adalah kewaspadaan dengan daftar harga. Dari banyak kasus, seorang suami cenderung tidak mempertimbangkan harga barang saat berbelanja.

Kita sering mendengar bahwa seorang ibu rela berdarah-darah untuk menawar harga hingga turun 100 rupiah. Hal itu memang menjadi skill utama dari seorang perempuan. Bahkan, menurut sejarawan Peter Carey dalam bukunya Perempuan-Perempuan Perkasa di Jawa menjelaskan ke dalam metafora bahwa harga diri perempuan naik saat mereka berhasil menawar barang.

Sejarah Jawa juga mengatakan bahwa urusan perekonomian domestik selalu dipegang oleh perempuan, sedangkan lelaki berjuang untuk persoalan eksternal. Dengan kata lain, perempuan, istri, atau ibu adalah sosok yang sangat waspada dengan uang. Kewaspadaan itu menjadi nilai lebih dari seorang perempuan sehingga lelaki cenderung pasrah kepada perempuan saat melakukan pembelian.

Dari kasus ini, kita bisa menelaah bahwa memasrahkan suami belanja bulanan bukan hal sepele. Seorang istri harus bisa mewaspadai suaminya untuk lebih berhati-hati saat memutuskan untuk membeli sesuatu. Oleh karena itu, seorang istri akan lebih baik memberikan rentang harga pembelian saat membuat daftar belanjaan. Dengan demikian, suami akan lebih mudah untuk memutuskan pembelian kebutuhan barang bulanan keluarga.