Mudik dengan mobil pribadi menjadi kegiatan yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia ketika menyambut hari raya Lebaran. Meskipun termasuk liburan yang dinanti-nantikan sejak lama, libur lebaran adalah perjalanan yang cukup melelahkan, apalagi ketika membawa anak balita.

Perjalanan mudik lebaran tidak hanya melelahkan karena perjalanan yang panjang saja, namun juga karena jumlah pemudik di Indonesia tiap tahunnya selalu meningkat. Berdasarkan laporan Kompas, di tahun 2013 jumlah pemudik sebanyak 22,1 juta, di tahun 2014 meningkat menjadi 23 juta, dan di tahun 2015 menjadi 23,4 juta. Mudik lebaran memang memiliki pesona dan juga daya tariknya sendiri, jadi meskipun melelahkan namun tetap saja sebagian besar masyarakat Indonesia berbondong-bondong kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Apabila kamu sudah memiliki anak usia balita dan memilih mudik dengan mobil pribadi entah menyetir sendiri atau memutuskan untuk menggunakan supir, tentu perlu persiapan lebih agar kegiatan ini dapat berjalan lancar. Persiapan yang memadai tentu membuat si kecil tidak mudah rewel sehingga perjalanan mudik bisa jadi lebih menyenangkan. Jadi, apa sajakah yang perlu diperhatikan saat mudik bersama balita agar ia merasa nyaman, aman dan tidak mudah rewel?

Sebelum Mudik dengan Keluarga, Pastikan Kondisi Mobil Pribadi Aman

Memastikan mobil pribadi siap dengan kondisi terbaik adalah hal yang pertama kali harus kamu perhatikan mengingat jauhnya jarak yang perlu ditempuh saat mudik. Untuk itu, kamu perlu melakukan service kendaraan setidaknya seminggu sebelum keberangkatan untuk mengecek apakah ada kerusakan pada mesin atau kendala lainnya. Rentang waktu tersebut dibutuhkan apabila ternyata memang diperlukan penggantian spare part. Periksa kendaraan secara teliti, termasuk kondisi ban, rem, serta pendingin udara.

Persiapkan Obat-obatan dan Kebutuhan Si Kecil

Ada kalanya anak-anak terutama balita yang baru pertama kali melakukan perjalanan jauh terutama menggunakan transportasi darat seperti mobil akan mabuk perjalanan. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk membawa kantong plastik dan meletakannya di berbagai tempat yang mudah dijangkau. Jika sewaktu-waktu si kecil mulai merasa mual, kamu bisa menyiapkan kantong plastik dengan cepat. Kotak p3k juga menjadi salah satu barang yang wajib ada di kendaraan pribadi. Kamu bisa mengisi kotak p3k dengan obat-obatan seperti obat mabuk perjalanan, obat flu, obat batuk, obat demam, minyak kayu putih, perban dan lain sebagainya.

Membawa barang-barang kebutuhan si kecil juga tak kalah penting. Membawa boneka kesayangan, mainan kesayangan ataupun selimut kesayangan tentu membuat anak lebih nyaman sepanjang perjalanan. Bawa juga brang-barang lain seperti tisu basah, tisu kering, botol minum, alat menggambar atau mewarnai hingga buku bacaan agar si kecil tidak bosan.

Kamu juga bisa menyiapkan kumpulan lagu di dalam flashdisk untuk diputar di mobil dan mengajak si kecil untuk bernyanyi bersama. Dengan begitu, ia tidak akan lekas merasa bosan dan waktu terasa cepat berlalu. Akan tetapi, pastikan kamu tidak membawa barang terlalu banyak agar anak tetap memiliki cukup ruang untuk bergerak. Yang namanya anak-anak pasti tidak akan bisa diam, ketika barang terlalu banyak maka anak akan kesulitan untuk bergerak dan membuat anak menjadi stres, bosan dan rewel.

Frekuensi Istirahat dan Pilihan Waktu Berangkat kala Mudik dengan Mobil Pribadi

Istirahat tidak hanya diperlukan oleh pengemudi, tapi juga anak. Anak akan merasa kelelahan apabila harus duduk terus selama berjam-jam. Menepi ke rest area setiap beberapa jam sekali bisa jadi solusi. Seperti yang dilansir dari oto detik misalnya, lebih baik beristirahat setiap 2 jam sekali dan maksimal menempuh perjalanan selama 10 hingga 12 jam sehari agar tubuh tetap terasa segar terutama ketika berpuasa. Kamu atau pasanganmu perlu melemaskan otot yang tegang, meluruskan kaki, makan dan juga minum untuk mengisi tenaga. Beristirahat juga akan mencegah dari rasa kantuk sehingga menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan.

Untuk memudahkan perjalanan mudik dengan mobil pribadi, terutama bagi kamu yang membawa balita, kamu bisa memilih untuk bepergian di malam hari. Malam hari adalah waktu untuk tidur bagi anak-anak, apalagi anak-anak tidur selama 8 jam bahkan lebih. Dengan begitu kamu bisa menyetir dengan lebih fokus dan bisa lebih cepat santai tanpa perlu berhenti di rest area terlalu sering. Hanya saja kamu harus memastikan kalau supir selalu terjaga dan berhenti ketika benar-benar lelah.

Penulis: Khoirunnissa Hidayati \ Editor: Bernadeta Diana

Referensi:

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/06/08/160254320/mudik-dengan-mobil-pribadi-dan-bawa-bayi-ini-tipsnya?page=all

https://nasional.kompas.com/read/2018/06/06/16324121/melihat-catatan-mudik-dari-tahun-ke-tahun?page=all

https://regional.kompas.com/read/2018/09/28/10424821/kecelakaan-maut-mobil-kapolres-tulungagung-diduga-karena-sopir-mengantuk

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-mobil/d-3515730/setiap-2-jam-perjalanan-idealnya-istirahat