Belum lama ini kami mendengar beberapa kisah lama dari teman-teman nongkrong. Kisah tentang rindu atau nafsu dalam hubungan pacaran pada masa itu. Apakah rindu dalam sebuah hubungan pra nikah itu benar-benar ada? Ataukan rindu itu dalih untuk menutupi rasa nafsu?

Kata rindu sendiri adalah ungkapan emosi yang membawa orang membayangkan rasa kehangatan bersama orang tertentu, baik itu pada orang tua, saudara, teman, bahkan pacar. Nafsu adalah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang.

Dua kosakata ini sangatlah mirip. Perbedaanya terletak pada kata nafsu yang menitikberatkan pada fantasi kepada seseorang.

Polemik Pacaran: Diskursus Hubungan Pra Nikah

Bepacaran adalah sebuah sikap yang sebagian besar orang inginkan. Pacaran sendiri memiliki pemaknaan yang beragam sehingga menimbulkan polemik-polemik yang tak kunjung usai.

Ada yang beranggapan pacaran adalah sarana melepas stres karena kesendirian. Ada yang menganggap pacaran adalah sarana seleksi pasangan hidup. Bahkan, ada juga yang memiliki pemikiran bahwa pacaran adalah untuk menikmati keindahan lawan jenis.

Penelitian yang dilakukan oleh Nugraha dan Boyke (seksolog) menyatakan bahwa kecenderungan orang pacaran adalah perilaku seksual, seperti bersentuhan, berpegangan, berciuman, hingga bersenggama. Hal seperti ini cukup wajar bagi individu yang memutuskan untuk berpacaran.

Namun, ada beberapa orang yang beranggapan tentang “pacaran sehat”. Dalam hal ini, pacaran tanpa adanya indikasi pemuasan hasrat seksual sedikitpun. Banyak anggapan pacara sehat hanya sebatas saling support satu dengan yang lain, makan bersama di luar, nonton bareng, dan hanya saling berkirim pesan.

Rindu atau Nafsu Adalah Sama dalam Pacaran?

Sebagai seorang lelaki yang berwawasan dan berpendidikan, perbedaan rindu dan nafsu sudah sangat jelas. Secara sederhana, rindu dan nafsu memiliki persamaan. Hanya saja, nafsu selalu dibumbui dengan fantasi maupun hasrat seksual diri.

Di era keterbukaan seperti ini, mungkin kita banyak melihat pasangan pra nikah yang sudah melakukan hubungan seksual. Bahkan, di beberapa platform media sosial banyak menunjukkan seksualitas dan sensualitas sepasang kekasih.

Kami tidak tahu bagaimana sikap kamu melihat dua kosakata ini dalam sebuah hubungan pra nikah. Pastinya, akan berat rasanya jika kamu membayangkan hubungan anakmu dengan pacarnya kelak. Apakah pacaran mereka akan menekankan pada kerinduan ataukah pacaran mereka lebih mengutamakan nafsu seksual saja.