Permainan cilukba merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh orang tua dan bayinya. “Ciluk…..ba!” ucap seorang ibu di depan bayinya. Beberapa detik kemudian, gelak tawa terdengar dari si ibu dan si bayi. Lalu sang ibu mengulanginya lagi. Ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya sembari mengucap “ciluuukkk…” lalu membuka telapak tangannya dan menunjukkan wajahnya yang penuh dengan ekspresi gembira sembari meneriakkan “…BAA!

Seolah tak memiliki rasa bosan, permainan cilukba ini terus dilakukan berulang kali dan selalu menghasilkan gelak tawa yang sama riuhnya. Sederhana memang, namun penuh makna.

Tidak akan ada yang menyangkal bahwa bayi sangatlah lucu, imut, dan menggemaskan. Tawa seorang bayi mampu meletakkan senyum pada wajah siapapun yang melihatnya. Dan ternyata, berdasarkan survei yang dilakukan di University of Durham, permainan cilukba terbukti sebagai metode paling populer untuk membuat seorang bayi tertawa riang.

Tak hanya di Indonesia, permainan cilukba juga dikenal secara global meski penyebutan yang berbeda-beda. Pada negara berbahasa Inggris, permainan ini bernama peek-a-boo. Di Cina, permainan ini bernama niao jia. Jepang menamainya inai, inai, ba dan Korea menamainya gock um. Bahasa Belanda menamainya kiekeboe. Dalam bahasa Spanyol, mereka menyebutnya aqui ta. Dan masih banyak lagi bangsa yang menggunakan metode permainan ini dengan bahasanya masing-masing.

Dalam permainan cilukba, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kontak mata dan ekspresi wajah. Kontak mata merupakan interaksi sosial yang paling mendasar. Sadar atau tidak, bayi mampu memfokuskan pandangannya ke mata lawan interaksinya. Selain itu, pada usia bayi, seorang anak sangat menyukai wajah. Apalagi wajah orang yang mengasuhnya.

Orang tua di Indonesia tampaknya gemar sekali melakukan permainan cilukba ini dengan bayinya. Cilukba bisa menjadi alternatif hiburan yang murah, mudah, dan sangat menyenangkan. Tak hanya menyenangkan, permainan cilukba juga menyimpan banyak manfaat.

Melatih kognisi bayi dengan permainan cilukba

Ketika bermain cilukba, bayi mudah terkejut dan gembira karena sejenak orang tuanya hilang lalu muncul kembali. Seiring bermain cilukba, anak mempelajari konsep object permanence, yakni konsep bahwa sebuah benda tetap ada meski tidak terlihat, terdengar, atau tidak disentuh.

Bagi anak berusia di atas 1 tahun, pengulangan permainan ini dapat meningkatkan pemahaman mereka atas konsep ini. Seiring bayi tumbuh dewasa, perkembangan kognitif mereka akan membuat mereka menyadari bahwa orang tua mereka tidak menghilang.

Permainan cilukba dorong anak tumbuh mandiri

Jika anak terbiasa bersama-sama dengan orang tuanya, permainan cilukba mampu mengajarkan anak untuk lebih tenang ketika terpisah dengan orang tuanya, karena ia paham bahwa orang tuanya akan muncul kembali.

Terpisah sejenak dan bertemu kembali setelahnya mampu membantu anak membangun rasa percaya pada orang lain, terutama antara orang tua dan anaknya.

Menguatkan hubungan antara orang tua dan anak

Pada 6 bulan pertama di kehidupan bayi, orang tua cenderung lebih fokus memenuhi kebutuhan dasar bayi, seperti makanan, pakaian, tidur, dan mandi. Meskipun disebut sebagai sebuah permainan, cilukba merupakan salah satu wadah untuk membangun hubungan emosional yang kuat dengan bayi.

Seiring dengan tumbuh kembang bayi, permainan cilukba ini mampu menguatkan peran orang tua tak hanya sebagai pemenuh kebutuhan, tapi juga teman bermain bagi anak.

Sejatinya, senyum dan tawa tak pandang usia, bahasa, maupun budaya. Dan faktanya, bayi sangat memahami arti dari sebuah senyuman dan gelak tawa. Meskipun bayi belum mampu berbicara maupun berbahasa, senyum dan tawa yang dihasilkan dari bermain cilukba dengan orang tua dapat menjadi bentuk komunikasi yang sangat berharga.

Referensi

Addyman, C. (2013). Why playing peekaboo with babies is a very serious matter. Diambil kembali dari Aeon.

Hobson, F. (2017, November 24). Peek-a-boo: The hidden benefits for little ones. Diambil kembali dari Essential Baby.

Play Peekaboo. (2019, Januari 27). Diambil kembali dari What to Expect.