Perayaan tahun baru Cina atau Imlek kerap menjadi momen berkumpul keluarga. Tak hanya bagi yang merayakan, namun perayaan Imlek juga mempengaruhi tiap lapisan masyarakat. Sejak Imlek dijadikan hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden no. 19 Tahun 2002,  kebudayaan Tionghoa ini turut menjadi kemeriahan umum dan bagian dari kekayaan tradisi Indonesia.

Jadwal penerbangan dan transportasi umum lainnya pastinya penuh di hari-hari menjelang perayaan Imlek. Kebanyakan rumah makan juga pasti akan tutup. Karena menjadi hari libur nasional, tempat wisata pasti akan membludak.

Dekorasi berbagai sudut kota akan dipenuhi oleh warna merah. Gema musik bernuansa Tionghoa akan sarat terdengar. Keluarga besar akan berkumpul dan menyapa kembali sanak saudara yang lama tidak berjumpa. Para orang dewasa akan sibuk menata amplop angpao untuk dibagikan pada yang masih muda. Dan favorit saya, tontonan Barongsai di ruang terbuka yang memamerkan atraksi nan memukau.

Terlepas dari segala kemeriahannya, Imlek sejatinya memiliki makna yang lebih dalam daripada itu. Awalnya, Imlek merupakan sebuah perayaan untuk menyambut musim semi yang dilakukan oleh para petani di negeri Tiongkok. Imlek menjadi penanda untuk kembali bercocok tanam. Seiring waktu berjalan, Imlek menjadi sebuah perayaan untuk berkumpulnya keluarga yang penuh dengan kehangatan.

Menjaga keharmonisan keluarga kala perayaan Imlek

Dalam perayaan Imlek, keluarga biasanya berkumpul dan mengadakan santap bersama. Hal ini dilakukan dalam rangka melepas tahun yang sudah lalu dan menyambut datangnya tahun yang baru. Sama halnya dengan kebanyakan hari raya pada umumnya, berkumpulnya keluarga selalu menjadi tujuan utama dari Imlek. Meskipun tradisi sembahyang serta ritual lainnya juga turut mewarnai tradisi Imlek, berkumpulnya keluarga besar menjadi sesuatu yang dinantikan.

Pada malam tahun baru Imlek, para anggota keluarga juga biasanya menghabiskan waktu berbincang semalam suntuk. Kegiatan ini berisikan kegiatan berbagi cerita dan bersenda gurau antaranggota keluarga yang lama tidak bertemu. Perayaan imlek menjadi perhelatan yang mengikat keluarga untuk bertatap muka di tengah kesibukan masing-masing.

Berbagai ritual dalam Imlek pun menuntut keluarga untuk berkegiatan bersama. Salah satunya adalah memasak untuk menyiapkan hidangan malam tahun baru. Jika keluarga itu memiliki rumah makan, biasanya mereka akan mengeluarkan semua peralatannya untuk dicuci bersih lalu kemudian menutup rumah makannya selama beberapa hari untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Mereka juga wajib membersihkan rumah dan pekarangan bersama-sama. Selain itu, orang-orang Tionghoa juga memperingati Imlek dengan membelikan baju baru untuk anak-anak sebagai simbol kebaharuan.

Makna berbagi dalam ritual Imlek

Perayaan Imlek dalam keluarga juga sarat akan kegiatan berbagi. Selain mengenakan pakaian baru, bertukar ucapan selamat, perayaan hari bahagia ini juga dirayakan dengan budaya pemberian angpao. Angpao adalah sejumlah uang yang dikemas dalam sebuah amplop merah yang kemudian diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya. Tak hanya pada anaknya sendiri, kadang pemberian angpao ini juga dilakukan kepada anak-anak yang bertamu ke rumah mereka.

Kegiatan berbagi ini tidak terbatas bagi mereka yang merayakannya saja. Beberapa keluarga Tionghoa terbiasa berbagi hidangan dengan cara mengundang tetangganya untuk ikut bersantap ria. Bagi pemilik tempat makan, tidak jarang ia mengundang para pelanggan setianya untuk ikut menikmati hidangan Imlek. Harapannya, mereka yang biasa memberi rezeki bagi keluarga itu harus dijaga terus hubungannya agar terus memberi mereka rezeki di tahun yang akan datang.

Tak hanya kembang api dan lampion, Imlek menjadi hari besar yang penuh dengan kebersamaan. Gestur sebagai simbol atas rasa syukur dan harapan akan masa depan menjadi poin utamanya. Selain itu, keharmonisan keluarga pun akan semakin terjaga dan terus menguat dengan dijaganya tradisi perayaan satu ini. Selamat merayakan Imlek!

Referensi

Harsono. (2015). Imlek Sebagai Permohonan Dan Syukur. Jurnal Filsafat, 58-74.

Potongan Nostalgia. (2019, Februari 5). Makna di Balik Kegiatan Keluarga saat Tahun Baru Imlek. Diambil kembali dari Kumparan

Wijaya, A. (2020, Januari 20). Gong Xi Fa Caiā€¦! Ini Dia Makna Imlek bagi Mereka yang Merayakan. Diambil kembali dari Pojok Satu