Penulis: Khoirunnissa Hidayati

Editor: Bernadeta Diana

Memasuki bulan Ramadan, fisik dan mental harus dipersiapkan untuk menjalankan ibadah puasa, tidak hanya untuk ayah dan bunda saja, namun juga untuk anak. Biasanya ketika anak-anak sudah masuk SD, mereka mulai diajarkan ikut berpuasa walau hanya setengah hari. Kementerian Kesehatan bahkan menganjurkan agar semua orang yang berpuasa dapat menjaga keseimbangan nutrisi. Mengingat anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, orang tua tentu perlu menaruh perhatian lebih pada asupan gizi si kecil. Apa sajakah yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi si kecil, terlebih ketika anak tengah membiasakan diri untuk berpuasa?

Kebutuhan Asupan Makanan Anak

Kebutuhan energi antara orang dewasa dan anak-anak sangat berbeda lantaran anak-anak masih dalam proses pertumbuhan. Untuk anak-anak berumur 10 – 14 tahun butuh energi tambahan sebanyak 2 kalori per kg berat badannya. Sementara anak berumur 15 tahun membutuhkan tambahan energi 1 kalori per kg berat badan, dan untuk anak berumur 16 – 18 tahun membutuhkan 0,5 kalori per kg berat badan. Untuk mendapatkan perhitungan berapa banyak kalori yang dibutuhkan per harinya agar fungsi organ dapat bekerja dengan baik, kita dapat menyimak data tambahan di bawah ini:

Tabel 1. Hubungan Kegiatan/Aktivitas dan EMB (Energi Metabolisme Basal)

Kegiatan/ AktivitasLaki-LakiPerempuan
Sangat ringan1,301,30
Ringan1,651,55
Sedang1,761,70
Berat2,102,00

Jadi, misalnya saja anak laki-laki kamu berumur 10 tahun dengan berat badan 30 kg. Perhitungannya adalah 1 kalori x Berat Badan x 24 jam, jadinya 1 kalori x 30 kg x 24 jam = 720 kalori. Dari informasi di atas bahwa setidaknya anak umur 10 tahun membutuhkan energi tambahan sebanyak 2 kalori per berat badannya, maka 2 kalori x 30 kg = 60 kalori.

Kesimpulannya adalah anak laki-laki berumur 10 tahun dengan berat 30 kg membutuhkan 720 kalori per harinya untuk aktivitas yang berat dengan tambahan energi sebanyak 60 kalori. Kamu jadi bisa mengetahui kira-kira makanan apa yang tepat untuk menu sahur dan buka puasa anak dari perhitungan tersebut. Namun perlu diingat bahwa jumlah kalori ini adalah jumlah kalori minimal yang dibutuhkan, untuk mengetahui total kalori per hari yang dibutuhkan maka kamu harus melakukan perhitungan lagi, yaitu menghitung Total Kebutuhan Energi.

Memastikan Kebutuhan Nutrisi Anak Terpenuhi

Setelah mengetahui kebutuhan kalori anak per harinya, kamu sudah bisa menyusun rancangan makanan yang akan dimasukkan ke dalam menu selama puasa. Eni Gustina selaku Direktur Bina Keluarga Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa setiap harinya harus ada protein, karbohidrat dan juga lemak, termasuk mikronutrien yang bisa didapatkan dari buah serta sayuran. Untuk mengetahui berapa banyak jumlah protein, karbohidrat dan juga lemak yang dibutuhkan untuk si kecil, kamu bisa mengacu pada tabel di bawah ini:

Tabel 2. Komposisi bahan makanan dan kalori tiap gram

MenuPersen MakananKalori per gram
Karbohidrat60%4 kalori
Protein20%9 kalori
Lemak20%4 kalori

Secara prinsip, menu yang diberikan pada anak ketika puasa atau hari-hari biasa sama saja, tidak ada perbedaan. Perbedaannya hanyalah waktu pemberiannya saja, jika saat tidak puasa anak makan berat 3 kali sehari dengan diselingi makan ringan. Sedangkan saat puasa, anak hanya bisa makan 2 kali saja (puasa penuh). Jangan lupa juga, pastikan anak selalu terhidrasi dengan baik apalagi saat anak memiliki kegiatan yang padat selama bulan puasa, mulai dari kegiatan ekstrakurikuler hingga les di rumah. Berikanlah air yang cukup pada anak saat berbuka puasa dan sahur.

Berbuka Puasa dan Sahur

Saat berbuka puasa, agar perut anak tidak sakit, berikanlah makanan manis dalam porsi yang kecil. Mengkonsumsi makanan manis ini bertujuan untuk mengembalikan kadar gula dalam darah. Kalau memberikan makanan yang pedas ataupun asam, pencernaan dapat terganggu. Makanan yang cocok untuk berbuka puasa adalah kurma, kolak pisang, jus buah dan makanan atau minuman lain yang sejenis. Makanan berat bisa diberikan setelah menyelesaikan salat magrib, tujuannya adalah agar pencernaan tidak kaget.  

Kamu juga bisa memberikan camilan yang sehat pada malam hari di antara buka puasa hingga sebelum anak tidur. Tidak hanya agar anak bisa memakan cemilan-cemilan kesukaannya saja namun juga untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Camilan sehat yang dimaksud adalah seperti buah, yogurt, pudding, dan juga susu. Pisang dan susu dapat merangsang kantuk, dengan begitu anak bisa mendapatkan istirahat yang cukup sebelum ia bangun lagi di pagi hari untuk sahur.

Ketika sahur, jenis atau menu makannya tidak jauh berbeda dengan makanan untuk berbuka puasa. Meski demikian, kamu bisa memberikan menu yang sama dengan menu buka puasa atau menu makanan yang berbeda sehingga anak tidak lekas bosan.  

Referensi:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180516185630-255-298751/anjuran-kemenkes-untuk-pola-makan-sehat-saat-puasa
https://www.sahabatnestle.co.id/content/kesehatan/panduan-gizi-anak-saat-puasa.html
https://uad.ac.id/id/berita/puasa-dan-asupan-gizi-seimbang