Melihat bayi belajar duduk sendiri adalah pemandangan berharga, seakan si kecil mulai tumbuh dewasa perlahan. Kebanyakan orang tua memperlakukan bayi mereka layaknya makhluk kecil yang imut, menggemaskan, lemah, dan tidak berdaya. Dengan kata lain, sebagian besar orang tua menganggap bahwa bayi memerlukan bantuan dari orang dewasa di segala lini hidupnya. Ini adalah masalah.

Bayi Anda lebih kuat dan mandiri daripada yang Anda kira. Setiap proses perkembangan bayi adalah perjuangan dan usaha yang sepatutnya Anda hargai. Orang tua tidak perlu selalu mendekap bayinya erat-erat atau menggendongnya setiap saat. Tanpa melakukan hal tersebut pun bayi sudah paham bahwa Anda adalah orang terdekatnya yang amat sangat mencintainya.

Membiarkan bayi belajar duduk sendiri

Terkadang membiarkan bayi beraktivitas sendiri dapat memberikan pelajaran yang penting bagi bayi. Termasuk perihal perkembangan fisik dan motoriknya. Salah satunya ialah belajar duduk.

Penyematan kata ‘belajar’ di sini bukanlah formalitas belaka. Bayi perlu berproses secara natural dengan tubuhnya dan benar-benar belajar bergerak hingga ia dapat mencapai target aktivitas fisik tertentu, seperti duduk sendiri tanpa bantuan.

Dalam beberapa kasus, banyak orang tua yang ‘memaksakan’ bayi mereka ke posisi duduk untuk tujuan tertentu, misalnya untuk diambil fotonya. Jika hal ini dilakukan sebelum waktunya, Anda dapat melihat ekspresi tidak nyaman dan janggal pada wajah bayi ketika diposisikan demikian.

Duduk dengan usahanya sendiri merupakan aktivitas yang berharga bagi bayi. Selain itu, mencoba duduk sendiri juga dapat memberi bayi perspektif baru terhadap dunianya. Pada waktunya, bayi akan mampu duduk sendiri ketika otot leher dan otot punggungnya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya secara tegak. Selain itu, bayi juga akan mampu duduk sendiri ketika bayi sudah paham bagaimana memposisikan kakinya agar ia tidak goyah. Proses ini akan berjalan secara natural hingga nantinya bayi akan berlanjut mempelajari cara merangkak, berdiri, berjalan, hingga melompat dan berlari.

Umumnya, bayi mampu belajar duduk dengan mandiri di usia 4 hingga 7 bulan. Tentunya sebelumnya bayi harus lebih dahulu menguasai kemampuan berguling dan menegakkan leher dan kepalanya.

Jangan memaksa bayi

Inisiatif orang tua untuk mendudukkan bayinya dengan paksa sebelum waktunya dapat berakibat buruk bagi perkembangan bayi. Akibatnya, bayi dapat terhambat dalam melakukan aktivitas lainnya seperti merangkak, mengulat, berguling, dll. Ketika bayi didudukkan dengan terpaksa, bayi tidak memiliki pilihan lain untuk berganti posisi kecuali dengan menjatuhkan diri. Jika peristiwa ini terus berulang, maka bayi akan membentuk perasaan tidak aman dan mengalami penurunan kepercayaan diri.

Selain itu, mendudukkan bayi secara paksa juga menyalahi proses perkembangan motorik kasar anak. Emmi Pikler, seorang dokter anak dari Hungaria, menyatakan bahwa bayi yang kemampuan motoriknya berkembang secara natural akan mendapatkan manfaat berupa kemudahan dan keanggunan dalam bergerak, serta kecerdasan mental dan kepercayaan diri yang meningkat.

Tanpa perlu memaksa bayi untuk duduk, orang tua dapat membantu proses belajar bayi duduk sendiri dengan beberapa cara berikut ini:

  • Membiasakan bayi beraktivitas dengan tummy time, yakni meletakkan bayi dalam posisi tengkurap di lantai dan merangsang bayi untuk mengangkat kepalanya.
  • Menggendong bayi dengan menyandarkan kepalanya di pundak Anda.
  • Memangku bayi menghadap Anda sembari menopang punggungnya.
  • Membiarkan bayi bermain tengkurap di lantai dan memberinya stimulus dengan suara atau mainan agar bayi termotivasi untuk bergerak.

Sejatinya, bayi akan membangun kepercayaan dirinya ketika mereka merasa dipercaya, diterima, dan diapresiasi atas apa yang telah mereka capai. Percayalah bahwa bayi dapat belajar dengan mandiri dan Anda cukup mendukung dan mendampinginya dengan penuh cinta. Niscaya, semua target perkembangannya akan tercapai pada waktunya.

Referensi

Babycenter Staff. (2005, May 6). Baby milestones: Sitting. Diambil kembali dari babycenter

Lansbury, J. (2012, April 9). Sitting Babies Up: The Downside. Diambil kembali dari Janet Lansbury: Elevating Child Care