Pada usia anak-anak mereka sudah mempunyai hasrat keinginan untuk berkembang bahkan belajar untuk mendapatkan kesenangannya sendiri. Sejak masih bayi pun mereka sudah memiliki bakat dan kemampuan sendiri sehingga muncul pengaruh metode Montessori untuk mengoptimalkan bakat dan kemampuan anak.

Semua anak dilahirkan dengan memiliki sifat sosial, tetapi mereka belum memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial seseorang didapatkan dari orang di lingkungannya, seperti orang tua, saudara, dan keluarga.

Pengalaman sosial anak sejak dini adalah salah satu tahap perkembangan anak yang penting karena akan menentukan hubungan sosial di masa yang akan datang dan perilaku terhadap orang lain.

Pada saat anak berada pada masa-masa perkembangan, anak mulai mengenal lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, optimalisasi perkembangan anak dapat didukung dengan pengenalan dunia pendidikan agar anak semakin sadar dan terarah dengan lingkungan yang biasa disebut Pendidikan anak usia dini.

Model dan Metode Montessori

Metode yang dikenalkan kepada anak pada tahap anak usia dini yaitu salah satu nya Montessori karena lebih menekan kan pada diri anak itu sendiri dan menekankan adaptasi lingkungan anak pada masa perkembangan. Anak mampu mempraktekkan beberapa bahasa yang tidak diajarkan oleh orang tua nya.

Namun, anak mampu memperoleh itu semua dari lingkungannya. Anak biasanya mudah merasa bosan, maka pada metode ini anak akan lebih diberikan kebebasan dengan lingkungan belajarnya yang tetap kondusif. Hal ini dinilai penting untuk perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak.

Model pembelajaran Montessori sebenarnya lebih menekan kan pada pemahaman lingkungan sekitar dengan baik. Hal ini menjadikan landasan seorang pengajar untuk lebih dekat dan akrab dengan anak.

Montessori sendiri memandang perkembangan anak usia dini adalah suatu proses yang berkesinambungan, karena pendidikan merupakan aktivitas diri yang mengarah pada pembentukan disiplin pribadi, kemandirian dan pengarahan diri untuk jenjang pendidikan berikutnya.

Montessori merancang sebuah materi yang memungkinkan indera seorang anak dikembangkan dan diarahkan. Pemberian wawasan maupun pendekatan tentang koreksi diri menjadi sadar berbagai macam rangsangan yang kemudian akan disusun dalam pikirannya.

Selain itu, Montessori juga mengembangkan alat-alat belajar yang memungkinkan anak untuk lebih mudah mengeksplorasi lingkungan. Metode pembelajaran Montessori juga mencakup pendidikan jasmani, bercocok tanam atau berkebun, dan belajar tentang alam.

Pendidikan montesorri juga membantu perkembangan anak secara menyeluruh dan bukan sekedar mengajar di bangku sekolah. Nilai-nilai  kemanusiaan pada anak  itu berkembang melalui interaksi antara dirinya sendiri dengan lingkungan sekitarnya sehingga metode ini sangat pas untuk merangsang itu semua.

Pengaruh Metode Montessori

Diluar sana masih banyak yang beranggapan bahwa pendidikan anak usia dini hanya sakadar bermain dan tidak belajar apapun. Pada dasarnya taman kanak-kanak merupakan tempat untuk memperoleh kegembiraan dan kebebasan. Selain itu, taman kanak-kanak juga memberikan cara untuk memecahkan masalah masalah, mempelajari keterampilan fisik dan menguasai bahasa yang baru.

Montessori membuat kegiatan anak-anak dilakukan secara spontanitas dari diri anak itu sendiri. Dengan begitu, metode pemberlajaran Montessori ini seperti memberikan kesempatan spontanitas anak yang sangat diinginkan.

Ketika spontanitas ini diakomodasi, anak-anak merasa bebas untuk menemukan cara terbaik menunjukkan keberhasilan dan keterampilan yang ia miliki. Orang tua diharapkan tidak terlalu banyak melakukan pengawasan baik pada diri anak maupun mengontrol lingkungan dimana anak itu bermain.

Hal ini dilakukan untuk melatih perkembangan motorik serta memperkaya pembendaharaan pada diri anak. Pada metode pembelajaran ini, anak usia dini akan memiliki sikap kemandirian, kreatif, dan memiliki kemampuan motorik dan kognitif yang baik. Metode ini juga memberikan gambaran bahwa adanya masa peka pada masing-masing anak.

Pengaruh metode montessori ini sebenarnya untuk orang tua lebih tanggap dalam mengamati perkembangan anak. Anak juga dituntut agar bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan periode perkembangan dengan peka terhadap apa yang ada dalam dirinya.