Kedekatan ayah dengan anak itu penting. Jarak yang jauh tidak menjadi alasan sebuah hubungan kedekatan ayah dengan anak harus menjadi jauh juga.

Sudah lebih dari dua dekade Sersan Troy Johnson menjabat sebagai prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat. Lebih dari separuh masa baktinya ia habiskan sebagai pelatih dan instruktur. Pada bulan Maret 2016, anak ketiganya lahir. Pada saat kelahiran putra ketiganya, tidak lama kemudian Johnson menerima misi pelatihan di El Paso, Texas.

Kemudian pada bulan Desember di tahun yang sama, ia harus memberikan salam perpisahan pada keluarganya sebelum terbang ke lokasi yang berjarak ribuan kilometer dari rumahnya di New Jersey itu. Dengan kata lain, misi tersebut membuatnya harus terpisah jauh dari istri, anak-anak, dan putranya yang baru lahir.

Sersan Johnson terus berupaya untuk tetap berhubungan dengan keluarga. Hampir setiap malam dia melakukan video call dan mengirim pesan singkat, meski jarak dan perbedaan waktu menjadi kendala utama. Namun, apa yang ia khawatirkan terjadi ketika ia kembali ke rumah.

Saya melewatkan Natal pertama putra saya,” ujar Johnson. “Dan ketika saya pulang ke rumah dalam rangka cuti, bahkan ketika saya pulang untuk selamanya, dia sangat sungkan terhadap saya. Dia hanya mengenal saya dari video call. Dia ketakutan selama berminggu-minggu saat saya berada di rumah, saat kami bersama secara fisik, dan butuh beberapa waktu baginya untuk merasa nyaman sendirian bersama saya.”

Setidaknya itulah pengalaman Sersan Johnson ketika berjauhan dengan anaknya. Interaksi melalui video call dan pesan singkat ternyata tidak cukup untuk membangun ikatan emosional, terutama dengan anaknya yang paling bungsu.

Dinamika kedekatan ayah dan anak

Sementara itu ada banyak ayah yang juga terpisah jarak dengan anaknya karena berbagai alasan, baik karena perceraian, hukuman penjara, maupun penempatan kerja seperti yang dialami oleh Sersan Johnson.

Sangat sulit memang untuk menjalankan peran ayah dari jarak yang jauh. Kendati demikian, menurut seorang psikoterapis dan penulis William C. Klatte, ayah masih dapat menjalankan perannya meski jauh dari anak-anak mereka.

Seorang terapis keluarga, Dr. Racine Henry, menambahkan bahwa ada sejumlah cara yang bisa ayah lakukan dalam membangun kedekatan ayah-anak. Misalnya saja, dengan lelucon, menerapkan kebiasaan tiap berpisah, memberikan nama panggilan satu sama lain, menulis cerita bersama setiap kali Anda berbicara, dan yang terpenting berikan apa yang paling anak inginkan dari Anda.

Selain cara-cara yang telah diungkapkan oleh Dr. Henry, beberapa ayah juga telah membagikan pengalamannya dalam membangun kedekatan dengan anak, meski terpisah jarak.

Bagikan Dunia Kerja Anda untuk Meningkatan Kedekatan dengan Anak

Gabriella Ribeiro, seorang wiraswasta, menjelaskan secara rinci alasannya meninggalkan rumah dan apa yang dia lakukan ketika dia pergi untuk membangun kedekatan dengan putrinya.

Saya melibatkan putri saya dalam bisnis sehari-hari dengan menjelaskan apa yang saya lakukan. Ini membantu membuatnya lebih mudah mengerti mengapa saya harus bepergian dan dengan siapa saya bertemu,” katanya. “Hal itu membuat saya sangat akrab dengannya.”

Manfaatkan Video Chat Secara Kreatif

FaceTime, Skype dan layanan video call lainnya adalah pilihan pertama bagi para ayah untuk bisa bertatap muka dengan anaknya. Akan tetapi, kadang perbedaan waktu menjadi kendala dalam berinteraksi. Usia anak juga menjadi kendala lain terkait syarat batas usia minimal penggunaan suatu aplikasi.

Patrick Riccards bekerja sebagai Kepala Staf Komunikasi dan Strategi untuk Woodrow Wilson National Fellowship Foundation. Akibat pekerjaannya, dia sering bepergian dalam waktu yang lama. Sebelum berangkat biasanya dia akan membuat kesepakatan dengan anak-anak mereka untuk setidaknya mengirim satu video melalui aplikasi musical.ly. 

Di setiap perjalanan, saya akan merekam setidaknya satu video musical.ly. Setiap malam, mereka bisa melihat saya bertindak konyol. Dan itu di aplikasi media sosial yang mereka boleh miliki, karena mereka terlalu muda untuk Facebook atau Instagram,” ujar Riccards.

Buat Tradisi Khusus untuk Memudahkan Kedekatan Ayah dengan Anak

Tradisi atau kebiasaan saat kepulangan mungkin akan mudah diprediksi oleh anak. Namun kebiasaan yang secara rutin dilakukan setiap Anda pulang dari perjalanan kerja bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri dengan anak setelah berjauhan. Mungkin Anda bisa membawa cinderamata favoritnya setiap pulang dari perjalanan kerja, atau pulang dengan cara yang tidak biasa. Apa pun itu, penting untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda selalu memikirkan mereka ketika pergi.

Setidaknya itu pula yang dilakukan oleh Karl Smith, ayah dua anak, yang lebih sering melakukan perjalanan kerja. Setiap melakukan perjalanan dia akan membawa botol shampo atau sabun dari hotel tempatnya dia menginap sebagai oleh-oleh untuk anaknya.

Saya akan selalu, selalu, membawa kembali sabun dan sampo dari hotel,” ujar Smith. “Shampo menjadi hal besar baginya. Dia suka mengumpulkan dan membandingkan botol. Setiap kali dia akan pergi meninggalkan rumah–rumah teman, kemah, di mana saja–itu (shampo dan sabun) adalah hal pertama yang dia kemas.”

Keterpisahan jarak dan terbatasnya waktu untuk berada di dekat anak memang berisiko pada ikatan emosional antara orang tua dan anak. Kendati demikian, tetap ada cara-cara yang memungkinkan para ayah untuk tetap membangun kedekatan dengan anaknya, meski terpisah jarak dan jarang bertemu secara fisik.

Referensi:

Illuminati, Chris. 20 Juni 2018. Divorce & Long Distance Parenting: How to Cope With Being Away. Fatherly.com