Menikmati sarapan dengan roti dan teh di sebuah minggu pagi adalah sesuatu yang cukup menyenangkan bagi saya. Maklumlah jarang-jarang saya sarapan ke barat-baratan seperti ini. Ketika menikmati roti dan teh tetiba saya teringat sebuah istilah yang dulu sering sekali muncul, “sandwich Generation”. Istilah sandwich generation ini sebetulnya diambil dari jurnal  jurnal yang berjudul “The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of the Aging” yang ditulis oleh Dorothy A. Miller, pada 1981. Secara sederhana sandwich generation mengacu kepada sebuah kondisi dimana  seorang yang dewasa harus menanggung kehidupan orang tua dan juga anak-anaknya. Kondisi tersebut membuat mereka yang termasuk kedalam Generasi sandwich menghadapi banyak permasalahan. Sembari menikmati roti dan teh panas pikiran saya pun melayang kepada Pemasalahan yang sering dihadapi Sandwich Generation itu apa saja sih?. Maka ijinkan saya untuk sedikit membagi hasil pemikiran saya tentang sandwich generation.

Tidak Hanya masalah finansial namun juga masalah membagi waktu

                Ketika berbicara tentang menanggung hidup, sebagian besar akan beranggapan ini adalah masalah financial, namun ternyata lebih dari itu. Permasalahan yang sering dihadapi sandwich generation tidak hanya finansial tetapi juga masalah waktu. Menanggung hidup berarti juga meliputi merawat kehidupan orang tua dan anak. Masalah membagi waktu ini mungkin tidak terlihat karena sifatnya yang abstrak. Namun bagi saya pribadi masalah membagi waktu ini adalah hal yang sangat berat. Mengapa? Karena waktu yang tersedia untuk mengurus orangtua, anak ketika masih memiliki tanggungan pekerjaan terasa kurang. Perlu langkah-langkah tertentu untuk menyiasati hal ini.

                Permasalahan yang sering dihadapi sandwich generation khususnya terkait dengan waktu ini, akan lebih mudah jika mereka menyiapkan semacam jadwal untuk mengurus hal-hal ini. Membuat perencanaan waktu satu minggu kedepan untuk mengurus anak dan orang tua akan sangat membantu. Untuk memperlancar setiap agenda kegiatan. Hal ini dikarena ketika kita sudah menyiapkan perencanaan maka kita akan tau waktu-waktu yang kosong yang dapat digunakan untuk mengurus orang tua (semisal mengantar ke rumah sakit untuk kontrol bulanan, mengantar belanja atau sekedar mampir ke rumah orang tua) dan anak (mengantar imunisasi, mengantar kegiatan ekstrakulikuler atau mengajak anak piknik).

Membagi Peran Sandwich Generation

                 Selain masalah finansial dan waktu, konflik peran juga menjadi pemasalahan yang sering dihadapi oleh sandwich generation. Masalah ini cenderung menyerang pada sisi psikis mereka, dan dampak negatifnya kadang tidak terlihat dengan jelas dan secara tiba-tiba saja meledak. Ledakan ini biasanya terjadi ketika tekanan psikisnya sudah memuncak. Seseorang cenderung lebih mudah tersinggung, stress dan hal-hal lain. Membagi peran atau mengelola peran bagi sandwich generation merupakan hal yang diperlukan. Bisa memposisikan diri sebagai anak, suami, menantu, ayah, bawahan, atasan dan peran-peran lain yang dijalani bukan lah perkara yang mudah.

                Menyelesaikan permasalahan seperti itu menurut saya diperlukan kerja sama antara suami dan istri jika sudah berkeluarga, jika belum mungkin bung-bung dapat mencari terlebih dahulu atau berbicara dengan pacar terkait hal ini. Mengapa diperlukan? Karena bercerita mengeluarkan unek-unek itu bagi saya membantu saya kembali kepada diri saya. Melalui bercerita tekanan-tekanan psikis bisa berkurang, dengan bercerita bisa menetralkan kondisi psikis kita. Kondisi psikis yang baik dapat membantu kita lebih tepat memposisikan diri kita pada kondisi yang tepat. Permasalahan peran yang menyerang kondisi psikis ini dapat diatasi ketika keluarga inti saling memberikan support. Mengapa? Karena keluarga itu bukan hanya tempat perlindungan fisik namun juga tempat perlindungan psikis anggotanya. tidak juga terkecuali untuk menyelesaikan Pemasalahan yang sering dihadapi Sandwich Generation