Menjadi menggemaskan ketika melihat bagaimana kedekatan seorang anak dan ibunya di sosial media. Tidak kalah menggemaskan juga bagaimana upaya seorang ayah menjadi pengasuh anak-anaknya. Namun demikian, pandangan umum masih malu-malu untuk mengakui adanya pembagian peran dalam mengasuh anak, bagaimana hubungan ayah dan anak.

Ayah, masih sering digambarkan sebagai seseorang yang ‘acuh’ terhadap anak-anaknya. Urusan ayah masih sebatas mencari nafkah untuk keluarga, sedangkan persoalan rumah sepenuhnya dilimpahkan kepada pihak perempuan dalam hal ini menjalankan peran ibu rumah tangga.

Tapi tidak demikian. Ada rekaman-rekaman dari keluarga kecil yang mau berbagai bagaimana upaya mereka membangun rumah tangga yang seimbang dalam pembagian peran. Utamanya dalam urusan mengasuh anak. Tidak lagi menjadi beban bagi seorang istri, namun juga menjadi bagian tidak terpisahkan yang harus diemban oleh seorang ayah.

Sayangnya, rekaman perihal bagaimana lelaki mengambil peran dalam pengasuhan anak, sering kali tidak ‘menarik’ untuk dibagikan dengan berbagai pertimbangan. Umumnya, karena mengaminkan pandangan umum “mengasuh anak itu nggak laki banget”

Lelananging Jagad Ruang Merekam Hubungan Ayah dan Anak

Di imaos.id terbuka ruang untuk merekam hubungan ayah dan anak dalam Lelanaging Jagad. Rubrik yang memang dikhususkan untuk siapa saja membagikan cerita dan pengalaman mereka dalam membangun rumah tangga, bagaimana menjalankan parenting dalam kehidupan mereka. Khususnya bagi seorang ayah, merekam bagaimana mereka menjalankan peran menjadi ayah.

Melalui Lelananging Jagad, orang lain, ayah lain, seperti halnya saya banyak belajar. Bagaimana mengasuh anak dalam kaca mata lelaki. Bahwa mengganti popok anak adalah sesuatu yang lelaki juga bisa melakukannya. Bahwa seorang ayah juga dapat berperan memberikan asi untuk anak-anaknya melalui dukungan dan kehadiran ayah dalam setiap proses menyusui.

Lelananging Jagad juga merekam bahwa mempersiapkan kelahiran anak, memastikan keamanan ibu dan anak dalam proses melahirkan adalah sesuatu yang membuat stres bukan main. Tapi siapa yang benar-benar peduli stres yang dialami seorang calon ayah? Tentu saja, melalui cerita dan saling berbagi pengalaman itulah kepedulian bisa muncul. Seorang lelaki bisa saling belajar dari lelaki lainnya untuk menjadi seorang ayah yang baik.

Merekam setiap perkembangan, setiap kosa kata baru yang anak ucapkan. Atau bagaimana seorang ayah melihat bakat dan minat anak-anaknya, adakah kesamaan minat yang bisa menambah erat hubungan ayah dan anak?

Apa Ceritamu? Maukah Membagikannya Untukku?

Setiap momen bersama anak adalah momen yang patut untuk kita rayakan, kita catat baik-baik, entah kelak menjadi kenangan, atau menjadi pembelajaran bagaimana hubungan ayah dan anak dalam tahapan selanjutnya. Membagikan cerita dalam upaya mengasuh anak. Menjadi ayah hebat untuk anak dan istri. Cerita ini tidak hanya akan memberi manfaat pada diri sendiri karena bisa mengungkapkan perasaan. Namun juga akan menjadi panduan, inspirasi bagi pembaca.

Saya kira, bagaimana imaos.id melalui rubrik Lelananging Jagad yang menerima kiriman cerita parenting ayah ini adalah satu langkah baik. Satu rubrik yang bisa kita manfaatkan untuk membagikan cerita dan pengalaman kita. Semakin beragam cerita, semakin banyak hal yang bisa menginspirasi ayah-ayah lain.

Seperti pernah saya sampaikan bahwa menjadi seorang lelaki sesederhana membeli popok sebelum pulang. Sebuah ego yang harus diredam karena kebutuhan membeli popok lebih penting dari membeli barang hobi misalnya. Atau bagaimana ketika seorang lelaki berhasil untuk tidak merokok di dalam rumah demi si buah hati.

Nah, buat kamu yang ingin membagikan cerita dan pengalaman dalam membangun rumah tangga, memulai menjadi ayah, memulai parenting lelaki. Silakan membagikan cerita kamu melalui email redaksi imaos.id: sapaimaos@gmail.com. Selamat menjadi bagian dari Lelananging Jagad. Kirim ceritamu segera! Karena tentu saja aku menunggu ceritamu!