Pernah mendengar guyonan seperti ini “Hobi kita sama, jangan-jangan kita jodoh?” Ya, tidak sedikit pasangan yang menjadikan hobi untuk membangun hubungan yang lebih menyenangkan. Namun, bukan bearti berbeda hobi dengan pasangan tidak menyenangkan lho ya!

Tidak dapat dipungkiri memang salah satu yang kerap menjadi standar penentu apakah kamu cocok dengan dia adalah hobi. Orang dengan ketertarikan atau hobi yang sama, memang akan mudah atau lebih cepat ‘nyambung’ dalam obrolan.

Bicara hobi atau ketertarikan seseorang tentu akan sangat banyak. Maka, tidak menutup kemungkinan kamu dan pasangan memiliki satu hobi yang sama, yang bisa kamu jadikan sarana membangun kedekatan yang lebih intim.

Nah, bagaimana sih kalau kamu ternyata sama sekali tidak memiliki kesamaan hobi dengan pasangan? Tidak perlu khawatir, karena kamu masih tetap bisa membangun hubungan yang tidak kalah menarik kalau pun hobi kalian tidak sama. Yang penting kamu bisa menyikapi hobi yang berbeda dengan pasangan. Berikut cara yang bisa kamu lakukan:

Hobi Yang Berbeda Adalah Dunia Yang Baru

Memiliki hobi yang berbeda dengan pasangan justru akan menyenangkan bagi kamu. Mengapa? Karena kamu akan menemukan dunia baru, ini dengan catatan kamu mau mengenal seperti apa hobi pasangan kamu.

Jika sebelumnya kamu hanya bergelut dalam dunia hobi yang itu-itu saja. Maka kehadiran seseorang yang baru dalam kehidupan kamu dengan hobi yang berbeda, akan membuat kamu mendapatkan berbagai hal baru.

Tidak ada salahnya kamu untuk mencoba hobi pasangan kamu. Ini juga bentuk dukungan nyata dari kamu terhadap pasangan kamu. Dan tidak akan membuat kamu rugi mengenal sesuatu yang baru. Justru akan semakin mendekatkan kamu dengan pasangan.

Hobi Yang Berbeda Dengan Pasangan Menjadi Cara Untuk Saling Bercerita

Selalu ada cerita di balik hobi atau ketertarikan kita terhadap sesuatu. Karena kamu memiliki hobi yang berbeda dengan pasangan, maka manfaatkanlah untuk saling bertukar cerita tentang hobi masing-masing.

Menjadi sangat menyenangkan ketika kamu dan pasangan saling berbagi cerita mengapa kalian sangat menyukai kegiatan tertentu. Mungkin karena sejarah, latar belakang keluarga atau tantangan yang tidak ditemui pada bidang lain.

Dengan saling bertukar cerita seperti ini. Maka kamu dan pasangan juga akan saling menyelami kesukaan atau hobi masing-masing tanpa memaksa. Dari sini, kamu bisa paham mengapa dia begitu menyukai hal yang menurut kamu biasa-biasa saja.

Belajar Untuk Saling Menghormati Hobi Yang Berbeda Dengan Pasangan

Ketika kamu telah mendengarkan berbagai cerita perihal kegemaran atau hobi pasangan, maka kamu akan paham apa yang harus kamu lakukan dalam menyikapi hobi pasangan kamu. Ini menjadikan perbedaan hobi adalah waktunya untuk belajar saling menghormati.

Mungkin saja pasangan kamu memiliki hobi yang tidak biasa dari orang kebanyakan. Atau hobi yang menurut kamu nggak banget, seperti ada orang yang memiliki hobi koleksi benda-benda tertentu; tutup botol, plastik chiki, bungkus rokok, atau hal-hal unik lainnya.

Apa pun yang menjadi hobi dari pasangan kamu, cobalah untuk menghormati. Karena dia punya alasan mengapa dia melakukan hal tersebut. Maka pasanganmu pun akan melakukan hal yang sama, dia akan menghormati hobi kamu.

Miliki Waktu Dengan Hobi Masing-masing

Hubungan yang baik membutuhkan waktu sendiri-sendiri! Percayalah selengket apa pun kamu dengan pasangan, kamu butuh jeda, butuh jarak, untuk sekedar menikmati kopimu sendiri. Ini berlaku baik kamu yang sudah menikah, atau pun hubungan menuju pernikahan.

Mungkin memang terkesan romantis jika terus bersama pasangan. Tapi percayalah kamu akan ‘jenuh’ dengan aktivitas ini, maka kamu perlu waktumu sendiri. Nah, karena kamu dengan pasangan memiliki hobi yang berbeda, maka ini menjadi momen bagaimana kamu dan pasangan saling menepi dan menggeluti hobi masing-masing.

Misalnya kamu yang hobi bersepeda dan pasangan kamu hobi berenang. Nah, carilah waktu yang sama-sama untuk kalian pergi dengan teman-teman sehobi kalian. Situasi seperti ini akan sangat kalian butuhkan, terlebih ketika kamu sudah memiliki anak, ketika kamu mulai menjadi ayah, karena waktu bersama anak adalah prioritas. Sehingga sering kali waktu untuk diri sendiri hanya sebatas angan-angan, padahal kamu perlu itu.