Mau tidak mau, para keluarga umat muslim harus menyambut bulan puasa dengan berbeda tahun ini karena pandemi virus Corona. Pandemi virus Corona ini mengharuskan masyarakat untuk menerapkan physical distancing dan isolasi di rumah saja. Sementara itu, bulan puasa atau bulan Ramadhan merupakan bulan yang sakral bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadah.

Puasa di tengah krisis

Sejak sekian lama, puasa menjadi sebuah kegiatan yang komunal. Biasanya banyak masjid yang menyediakan hidangan gratis untuk berbuka puasa bersama. Tak hanya di tingkatan masyarakat, berbuka puasa maupun sahur menjadi kegiatan yang dilaksanakan bersama anggota keluarga lainnya atau bersama teman-teman. Biasanya puasa menjadi ibadah yang menyenangkan untuk dilakukan bersama-sama.

Kendati demikian, kali ini kondisinya berbeda. Pandemi virus Corona memaksa masyarakat untuk menghindari kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak. Mau tidak mau, puasa kali ini hanya akan dirasakan dalam tingkatan lingkaran keluarga atau individu karena pandemi Corona.

Menurut Mohd. Faizal Musa, seorang peneliti dari National University of Malaysia’s Institute of the Malay World and Civilization (ATMA), kondisi puasa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya (Aljazeera.com, April 2020). Berdasarkan keterangannya, umat muslim masih berkumpul dan beribadah bersama kala Ramadhan meski terjadi bencana seperti Perang Dunia II atau bencana alam lainnya. Kendati demikian, kasusnya kali ini berbeda—kita tengah menghadapi musuh yang tidak kenal ampun dan tidak terlihat.

Respons berbagai negara terkait puasa bersama keluarga di tengah wabah Corona

Di Mesir, semua kegiatan bulan puasa—termasuk buka bersama dan sedekah umum dilarang. Pasar dan bazar Ramadhan yang biasa menjual hidangan buka puasa juga dilarang di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Pemerintah Jordan menghentikan kegiatan salat Tarawih di masjid-masjid dan mengimbau warganya untuk melaksanakannya di rumah saja.

Di Iran, pemimpin negara juga telah mengumumkan para rakyatnya untuk menghindari ibadah berjamaah. Di Selangor, Malaysia, sultan telah menghentikan segala bentuk kegiatan ibadah hingga setidaknya 31 Mei 2020. Di Arab Saudi, Raja Salman telah memerintahkan untuk mempersingkat ibadah Tarawih dan melarang kedatangan peserta haji di Mekah dan Madinah.

Di sisi lain, pemerintah Pakistan memperbolehkan ibadah berjamaah di masjid-masjid selama bulan puasa, namun mereka harus menjaga jarak paling tidak 2 meter dari satu sama lain dan diimbau untuk membawa sajadah sendiri.

Masjid-masjid di Britania Raya memilih untuk mengadakan ibadah dan khotbah dengan cara live streaming, termasuk pembacaan Quran dan doa-doa lainnya. Di Indonesia, MUI dan pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran.

Kurang lebih, tiap negara memberlakukan aturan dan imbauan yang sama terkait berpuasa: tahun ini lebih baik puasa dilakukan bersama keluarga saja di rumah karena bahaya Corona.

Melaksanakan ibadah puasa bersama keluarga kala Corona

Lantas bagaimana baiknya kita melaksanakan ibadah puasa bersama keluarga di tengah wabah Corona ini? Demi kesehatan kita semua, lebih baik beribadah di rumah saja. Masak hidangan sendiri di rumah atau beli dengan jasa antar, dengan catatan tetap mengambil langkah pencegahan penularan Corona. Lakukan ibadah di rumah saja.

Terkait perayaan Idul Fitri, mari tunggu saja perkembangan ini semua hingga sebulan ke depan. Kendati demikian, tidak ada salahnya melaksanakan ini semua di rumah saja bersama orang terdekat. Selamat melaksanakan ibadah puasa dan semoga Anda dan keluarga sehat selalu di tengah pandemi Corona ini.

Referensi

Aziz, S. (2020, April 22). How will the coronavirus pandemic change Ramadan for Muslims? Diambil kembali dari Al Jazeera News

Ouchtou, S., & Knipp, K. (2020, April). Ramadan during coronavirus – with a virtual community. Diambil kembali dari Qantara.de

Takriti, D. (2020, April 20). How Muslims are preparing to observe Ramadan during the coronavirus pandemic. Diambil kembali dari Vox.com