Bagaimana siasat untuk menjaga produktivitas kerja kala WFH dengan optimal? Work from home atau WFH sudah diterapkan oleh banyak pihak sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus Corona. Mungkin banyak orang lebih senang bekerja di rumah daripada di kantor. Kondisi bekerja di rumah terasa lebih bebas. Namun hal ini justru berpotensi mengurangi produktivitas kerja.  

Rumah yang biasa kita menjadi tempat beristirahat dan bersantai kini berubah menjadi tempat untuk bekerja dengan serius dan formal. Alih-alih bekerja dengan efektif, kondisi ini bisa saja membuat kita terlalu santai dan mengesampingkan kewajiban bekerja.

Lantas bagaimana cara menyiasati hal ini? Bagaimana menciptakan suasana yang mampu meningkatkan produktivitas kerja kala WFH? Saat melaksanakan WFH, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini agar produktivitas Anda tetap terjaga.

Bangun suasana kantor meski harus WFH

Terkadang kasur yang empuk terasa lebih nyaman dibanding kursi dan meja kayu di ruang kerja. Televisi yang sedang menayangkan acara terlihat lebih menarik daripada layar laptop. Sosial media lebih menyenangkan dibanding setumpuk dokumen di meja. Hal-hal tersebut dapat menganggu produktivitas kerja meski terlihat sangat menyenangkan. Oleh karena itu, usahakan untuk menata ruang kerja yang ideal agar Anda merasa betah dan nyaman saat WFH guna menjaga produktivitas Anda.

Menentukan durasi dan produktivitas kerja saat WFH

Bagi Anda yang tidak ditargetkan untuk bekerja dengan durasi tertentu, lebih baik Anda tentukan durasi kerja Anda. Misal, jika Anda biasanya bekerja pukul 9 pagi hingga 5 sore, Anda bisa sedikit memberi kelonggaran. Misal dari jam 9 pagi hingga 3 sore. Tepati waktu yang sudah Anda tentukan dan evaluasi setiap harinya. Sesuaikan dengan ritme tubuh Anda lalu lakukan secara rutin.

Tentukan target produktivitas kerja Anda kala WFH

Jika Anda tipe orang yang bekerja sesuai target, maka tentukan target kerja Anda per harinya. Misalnya hari ini Anda harus menyelesaikan proposal untuk klien A, mengosongkan inbox email, menghubungi rekan kerja untuk rapat secara daring, dan sebagainya. Buatlah jadwal jika perlu. Lakukan dan pikirkan target Anda satu per satu agar Anda tidak merasa kewalahan dan niscaya produktivitas kerja Anda akan tetap terjaga kala WFH.

Selingi dengan kegiatan ringan saat mulai bosan dengan WFH dan produktivitas kerja mulai menurun

WFH tidak mengharuskan Anda berada di depan layar selama 8 jam. Anda bisa melakukan kegiatan lain saat Anda merasa bosan. Terlalu memaksakan diri untuk melakukan suatu pekerjaan di saat kita sudah bosan justru akan menghambat produktivitas kita. Kita akan mudah terdistraksi dan tidak fokus akan pekerjaan kita. Apabila sudah merasa bosan, Anda sebaiknya menghentikan pekerjaan Anda lalu beralih melakukan hal-hal kecil yang bisa menghilangkan rasa penat. Misalnya melakukan peregangan, bermain dengan anak, atau melakukan hobi Anda.

Tetap berinteraksi dengan teman kantor

Meskipun anda bekerja dari rumah, usahakan untuk selalu berinteraksi dengan teman kantor Anda. Misalnya Anda bisa mengajak diskusi teman Anda mengenai project yang sedang dikerjakan, menanyakan pekerjaan teman Anda, atau sekedar basa-basi layaknya saat berada di kantor. Hal ini akan membantu menciptakan suasana kantor yang mungkin Anda rindukan.

Work from home bukan alasan kita untuk bermalas-malasan. Justru kita bisa membuktikan bahwa tanpa diawasi sekalipun, tanpa aturan ketat sekalipun, kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik. Mari tingkatkan produktivitas kerja kita saat WFH!

Penulis : Nikita DM / Penyunting : Vikra Alizanovic

Referensi

Caramela, S. (2020, Maret 31). Working Home Increases Productivity. Retrieved April 22, 2020, from Business News Daily