Banyak orang tua yang senang memakaikan bedak tebal pada bayinya. Sebenarnya tak hanya pada bayi. Aku masih mengingatnya seolah baru terjadi kemarin. Rutinitas di kala aku masih di usia TK-SD. Seusai pulang sekolah, teman-teman pulang ke rumah, mandi, ganti baju, lalu keluar bermain. Wajah mereka semua rata-rata sama: penuh dengan bedak.

Wangi bocah-bocah ingusan sepermainanku waktu itu selalu serupa. Wangi bedak bayi dan minyak telon. Tak hanya kami, para bayi yang digendong orang tua atau pengasuhnya di sore hari memiliki tampilan yang bisa ditebak. Baju rapi, rambut klimis, dan tubuh hingga wajah yang dipenuhi bedak.

Entah mengapa, tingkat ketebalan bedak yang terpapar di wajah anak-anak belia ini memiliki konsistensi yang agak buyar. Terkadang tidak rata dan seringkali terlewat tebal. Menurut kesaksian beberapa orang tua yang gemar memakaikan bedak pada anaknya, tingkah dan polah bocah kecil yang susah diam membuat penggunaan bedak ini menjadi tidak rata dan terkesan berantakan. Kebanyakan anak ingin segera bisa keluar bermain bertemu dengan teman-temannya, dan pemakaian bedak ini bagi mereka hanyalah penundaan tanpa makna.

Di sisi lain, para orang tua juga punya reputasi yang harus dijaga. Mengirim anak keluar untuk bermain artinya memberi kesempatan bagi orang tua untuk menunjukkan kepiawaiannya mengurus dan mendandani anak. Sebisa mungkin anak harus tampil maksimal dan menjadi cerminan kepedulian orang tuanya.

Namun pastinya tidak mungkin orang tua melakukan sesuatu bagi anaknya tanpa memikirkan baik-buruknya. Sebelum kita membahas manfaat maupun bagaimana penggunaan bedak yang tepat, ada baiknya kita tilik dulu mengapa manusia menggunakan bedak.

Sejarah bedak

Percayakah Anda bahwa dulu bedak bukan digunakan sebagai kosmetik atau kesehatan, melainkan untuk urusan klenik? Budaya timur zaman dulu memanfaatkan bedak untuk acara khusus seperti pernikahan atau ritual adat lainnya. Penggunaan bedak dipercaya mampu menangkal gangguan roh halus.

Baru sekitar 30 tahun SM bedak mulai ditonjolkan sebagai produk kecantikan. Perubahan fungsi bedak ini dipopulerkan oleh Cleopatra, ratu Mesir tersohor pada zamannya. Kala itu, bedak dibuat dari berbagai campuran. Mulai dari kotoran buaya yang diolah menjadi bubuk, campuran kapur dan tanah liat, timah putih, hingga tepung beras dan gandum.

Baru mulai abad ke-20 di Prancis diciptakanlah bedak dengan komposisi yang biasa kita gunakan hingga sekarang, yakni bedak dengan bahan dasar talcum, yang kemudian disebut talcum powder atau bedak talkum. Penggunaannya pun cukup spesifik, mulai dari bedak kecantikan untuk orang dewasa hingga bedak khusus bayi.

Kebiasaan turun-temurun memakaikan bedak

Kebiasaan ibu-ibu zaman sekarang yang senang melumurkan bedak ke tubuh dan wajah anaknya bisa ditarik dari kebiasaan masyarakat zaman dulu. Zaman dulu, orang-orang terbiasa menggunakan bedak dingin di sekujur tubuh dan wajahnya sebelum berangkat ke sawah agar terlindung dari panasnya sengatan matahari. Kala itu, bedak memang harus digunakan dengan tebal dan belepotan agar bisa sukses melindungi kulit dari panas. 

Penggunaan bedak dingin ini berasal dari budaya pedagang Gujarat. Mereka menggunakan campuran tepung beras dan air mawar yang dipercaya mampu merawat dan melindungi wajah. Di kebanyakan negara maritim, bedak dingin banyak dimanfaatkan nelayan untuk melembabkan kulit.

Besar kemungkinan penggunaan bedak semacam ini terus dilakukan secara turun-temurun hingga diterapkan dalam pengasuhan anak zaman sekarang.

Seperti apa baiknya memakaikan bedak ?

Memakaikan bedak pada bayi sebenarnya sah-sah saja, bahkan banyak ahli anak yang merekomendasikannya. Penggunaan bedak bayi dapat mencegah munculnya ruam, biang keringat, hingga mencegah kulit lecet karena gesekan.

Kendati demikian, banyak dokter yang mengimbau agar tidak menggunakan bedak pada wajah bayi. Pemakaian bedak di sekitar hidung bayi dapat membuat bedak terhirup oleh bayi dan mengganggu sistem pernapasannya. Itulah mengapa banyak orang tua yang sekarang mulai beralih dari bedak bubuk ke bedak cair.

Pastikan juga Anda memilih produk bedak yang cocok dengan kulit bayi Anda. Perhatikan jika muncul iritasi atau alergi pada kulit bayi. Jika hal ini terjadi, coba ganti produk bedak lain atau konsultasi dengan dokter anak.

Referensi

Bedak Dingin Mama vs Perubahan Iklim. (2015). Diambil kembali dari impossiblemomisme.

Mukhti, M. F. (t.thn.). Lembutnya Sejarah Bedak. Diambil kembali dari Historia.id.

Should You Use Talcum Powder on Your Baby? (2019). Diambil kembali dari whattoexpect.com.