Penulis: Hadafi Farisa

Editor: Bernadeta Diana

Pada bulan Ramadan, mayoritas masyarakat Indonesia tentu menjalankan ibadah puasa. Meski tidak semua orang menjalankan ibadah tersebut, dukungan bagi si kecil yang berusaha untuk berpuasa dapat ditunjukkan oleh teman sebaya. Jika kebetulan anak kita memang tidak berpuasa, tak ada salahnya mengajarkan anak untuk tetap toleran pada temannya yang berpuasa. Lantas, bagaimana caranya memberikan pemahaman bagi si kecil agar dapat turut mendukung teman sebayanya yang berpuasa?

Memahami Perbedaan dan Belajar Toleransi

Anak perlu memahami jika setiap agama memiliki cara masing-masing untuk melakukan ibadah. Tak hanya perihal cara beribadah, tiap agama memiliki hari besar mereka sendiri. Sebagai contoh agama Islam dengan Hari Raya Idul Fitri, Kristen dan Katolik dengan Hari Natal, dan seterusnya. Tanggung jawab orang tua untuk memberikan informasi kepada anak akan perbedaan kedua hal di tiap agama tentunya tidak mudah. Namun, pengetahuan mereka akan perbedaan itu merupakan salah satu pondasi untuk membangun sikap toleransi anak kelak.

Dalam agama Islam, puasa menjadi salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh penganut agama itu. Mereka yang telah melewati masa akil baligh (masa pubertas yang ditandai oleh menstruasi bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki) wajib menjalankan satu ibadah ini. Puasa merupakan ibadah yang menahan lapar, dahaga, dan nafsu lain sepanjang hari, mulai dari matahari terbit hingga matahari tenggelam.

Dalam keluarga Islam, perkenalan terhadap puasa umumnya dilakukan saat mereka mulai bersekolah. Biasanya, anak mulai dituntun perlahan-lahan untuk mulai mengatur waktu makan dan minum. Kemudian anak dibiasakan untuk berpuasa selama setengah hari, hingga akhirnya mampu berpuasa sehari penuh.  Di saat orang tua dalam keluarga Islam mengajarkan puasa pada anak mereka, orang tua di luar keluarga Islam bisa menjadikan kesempatan sebagai momentum untuk mengajarkan rasa toleran.

Pemahaman untuk saling menghormati dengan umat lain agama penting bagi kehidupan sosial anak kelak. Contoh sederhana bisa dilakukan saat bulan puasa. Ingatkan anak untuk tidak mengajak teman mereka yang sedang berlatih puasa pergi ke kantin. Jika anak ingin memakan bekal yang dibawa, usahakan untuk makan di kantin. Kantin memang tempat untuk makan, jadi siapapun berhak makan di sana. Namun, jika bertemu teman lain yang sedang berpuasa, beri tahu anak supaya minta izin membuka bekal kepada teman mereka. Komunikasi yang terjalin antara anak dan temannya menjadi salah satu cara untuk mengajarkan sikap saling menghormati.

Anak yang sedang belajar berpuasa perlu juga diajarkan untuk toleran. Beberapa orang tua mungkin pernah menerima keluhan anak yang mempertanyakan jika dia berpuasa tapi ada teman lain yang tidak berpuasa. Kesabaran orang tua dalam mendidik anak sedang diuji pada momen tersebut. Berikan penjelasan awal bahwa tiap agama memiliki cara beribadah masing-masing. Puasa menjadi suatu kewajiban bagi umat Islam namun tidak bagi umat lain. Orang tua perlu memberikan penekanan jika teman yang tidak berpuasa berhak untuk makan dan minum, kita yang sedang berpuasa bisa tidak melihat mereka yang sedang makan atau minum.

Menghindari Obrolan Soal Makanan

Tidak hanya soal perilaku makan, anak yang tidak sedang belajar puasa juga bisa diajarkan untuk menahan ucapan mereka. Terkadang, obrolan soal makanan menjadi tantangan bagi anak yang sedang berpuasa. Sehingga, orang tua (yang anaknya tidak wajib berpuasa) bisa menyarankan agar anak tidak membicarakan makanan di depan teman mereka yang berpuasa. Beri alternatif topik lain misalnya mainan, acara televisi, atau cerita liburan. Nasehat tersebut juga perlu disampaikan dengan alasan mengapa anak tidak patut membicarakan makanan di depan teman yang berpuasa.

Aktivitas anak dalam bermain juga perlu dialihkan kepada aktivitas lain yang tidak terlalu menguras energi. Sampaikan pada anak agar tidak terlalu memaksakan bermain aktivitas berat terhadap teman mereka yang sedang berlatih puasa. Orang tua bisa menyarankan anak untuk mengajak teman mereka melakukan hal lain seperti menonton dan menggambar. Aktivitas tersebut tidak lebih mengurus tenaga daripada berlari-larian di taman.

Referensi:

http://www.superkidsindonesia.com/super-family/for-parent/latih-anak-menghormati-teman-yang-puasa/