Mengajari disiplin anak sejak dini menjadi banyak perhatian para orang tua. Hal ini karena kebanyakan orang tua menaruh ekspektasi tinggi kepada anak untuk bisa disiplin dalam segala hal, seperti disiplin untuk makan teratur, tidur tepat waktu, belajar, dan lain sebagainya.

Kecenderungan banyak orang tua yang melihat anaknya tidak disiplin cenderung marah dan justru menyalahkan si anak. Padahal, perilaku disiplin anak adalah bentuk representasi dari pola asuh dalam keluarga.

Mengajari anak sejak dini tidak semudah memberikan ceramah atau arahan kepada anak secara langsung. Anak cenderung hanya mengabaikan jika diceramahi dan membuat orang tua semakin jengkel karena ekspektasinya tidak terpenuhi kepada anak.

Mengajari Disiplin Anak Sejak Dini: Kurangi Bicara, Perbanyak Contohnya

Mungkin kalian pernah merasakan capek mendengar omongan dari orang. Atau, kalian pernah secara sadar lelah mendengar nasihat orang lain. Itu adalah salah satu bukti bahwa banyak bicara tidak membawa kebaikan.

Misal, saat kalian melakukan pekerjaan di tengah kesibukan yang padat lalu atasan kalian menginterupsi pekerjaan tersebut dan mengatakan bahwa ada yang salah dan tidak teliti dalam proses pengerjaan. Padahal, atasan kalian tidak tahu beban kerja kamu saat itu.

Hal tersebut pasti akan membuatmu merasa jengkel dan marah. Tapi, karena dia adalah atasanmu maka tidak ada kata selain mengikutinya sembari bergumam di belakang dengan penuh emosi.

Sama dengan keadaan anak yang kalian marahi. Pasti mereka jengkel dan marah karena apa yang mereka pikirkan tidak sesuai dengan kalian. Hanya saja, anak hanya bisa menangis dan mengurung diri saat mereka tidak menyukai perilaku yang orang tua lakukan.

Oleh karena itu, banyak bicara belum tentu bisa memberikan pengetahuan yang baik untuk anak. Bisa jadi, memberikan contoh lebih efektif daripada memberikan instruksi tidak terkecuali untuk mengajari disiplin anak sejak dini.

Melalui Coping Perilaku di Rumah

Salah satu cara yang bisa digunakan orang tua untuk mengajarkan kedisiplinan kepada anak adalah memberikan contoh yang baik kepada anak. Anak belum tentu memahami apa yang diperintahkan atau diajarkan oleh orang tua.

Kecenderungan anak belajar mengenali lingkungan dengan cara mengobservasi keadaan lingkungan sekitar. Orang tua, saudara, keluarga besar, teman sekolah, bahkan tetangga di rumah. Oleh karena itu, ada pepatah mengatakan you are, where you live.

Memberikan nasihat atau wejangan kepada anak memang baik jika memang dalam keadaan yang tepat. Tapi, itu bisa jadi buruk jika saat kondisi mental anak tidak siap untuk menerima nasihat atau wejangan tersebut.

Cara terampuh untuk mengajari disiplin anak sejak dini adalah dengan tindakan nyata yang bisa dilihat langsung oleh anak. Dengan memberikan contoh, secara sadar dan tidak sadar orang yang melihat akan melakukan coping dalam dirinya.

Hal itu menjadi pengalaman yang diinternalisasi anak untuk memahami suatu konsep. Misal, jika kalian ingin mendisiplinkan anak agar gemar belajar, maka tunjukkanlah bahwa orang tuanya adalah sosok yang gemar membaca.

Dengan kata lain, mengajari disiplin anak sejak dini bukan persoalan seberapa lembut ucapanmu kepada anak tetapi lebih kepada seberapa sering kamu memberikan contoh hidup kepada anak.