Sebagai upaya mencegah penyebarluasan virus Corona atau COVID-19, banyak kepala daerah yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah/universitas dan mengimbau para siswa/mahasiswa untuk belajar dari rumah. Beberapa di antaranya ialah DKI Jakarta, Bogor, Bali, Solo, Yogyakarta, Banten, hingga Aceh, dan masih banyak lagi.

Virus Corona bisa saja menyerang anak-anak. Jika ada anak yang terjangkit positif Corona, ia bisa saja menularkannya ke teman-temannya apabila kegiatan di sekolah tetap berlangsung. Per tanggal 15 Maret 2020, sebagian besar kepala daerah menghentikan kegiatan sekolah selama kurun waktu 2 minggu. Namun hingga saat ini, dilaporkan beberapa instansi sekolah bahkan menghentikan kegiatan di kelas hingga akhir bulan Mei 2020.

Ketika anak diharuskan belajar di rumah karena virus Corona

Meski demikian, belajar di sekolah dan di rumah tentunya berbeda rasanya. Bisa jadi selama ini anak melabeli sekolah sebagai tempat belajar, dan rumah sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang. Ketika kedua kegiatan yang berbeda ini harus dilakukan di tempat yang sama, belum tentu semua anak bisa beradaptasi dengan mudah.

Sekolah bisa jadi tempat belajar yang ideal karena adanya guru yang menyediakan pelajaran, serta aspek sekolah lainnya yang memenuhi kebutuhan fisik dan sosial anak.

Dengan kata lain, membuat anak semangat belajar di rumah selayaknya ia belajar di sekolah tentunya bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Lantas bagaimana caranya agar anak tetap bisa belajar dengan efektif di rumah kala virus Corona memaksa kita untuk #dirumahsaja ?

Kehadiran orang tua atau penggantinya

Bagi anak usia SD atau SMP, biasanya sosok guru atau sosok orang dewasa lainnya dibutuhkan sebagai sosok yang bertanggung jawab dan mendisiplinkan. Ini merupakan elemen penting guna menyokong kegiatan belajar anak di rumah.

Anda bisa saja menggunakan jasa belajar online maupun guru yang dipanggil ke rumah. Namun opsi memanggil guru pun masih berisiko. Dan portal belajar di internet pun terkadang masih membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mengaksesnya.

Tak hanya sekolah, biasanya beberapa perusahaan dan kantor juga menerapkan sistem bekerja dari rumah. Dengan demikian, orang tua masih mungkin untuk bisa membantu anak belajar di rumah. Anda juga bisa memanfaatkan jasa ART. Atau jika Anda memiliki anak yang sudah cukup dewasa, Anda bisa mengandalkan dirinya untuk membimbing adiknya belajar. Tapi bagaimanapun juga, orang tua tetap harus bertanggung jawab untuk mendukung kegiatan belajar anak di rumah.

Mengondisikan suasana di rumah pada jam belajar

Agar anak bisa belajar dengan efektif di rumah karena virus Corona, orang tua harus melakukan penyesuaian ulang terhadap kondisi rumah. Kondisi di rumah harus diatur sedemikian rupa guna menyokong atmosfer belajar yang kondusif.

Berikut adalah beberapa contoh pengondisian guna menyokong kegiatan belajar anak di rumah selama virus Corona mewabah.

  • Matikan TV dan media hiburan lainnya. Untuk belajar, anak membutuhkan fokus. Acara siaran di TV bisa mengalihkan perhatian anak dan mengganggu fokusnya belajar. Bisa-bisa, anak malah memikirkan siaran favoritnya daripada tugas yang harus ia kerjakan.
  • Tegaskan aturan pemakaian handphone. Anda perlu menegaskan kepada anak bahwa handphone hanya boleh digunakan untuk menghubungi teman sekolah terkait tugas atau untuk hal lainnya terkait pelajaran, khususnya saat jam belajar.
  • Tentukan area khusus untuk belajar. Pemisahan antara ruang belajar dan ruang bermain itu penting. Jika Anda belum memiliki ruang khusus untuk belajar di rumah Anda, ada baiknya Anda mulai menyiapkannya untuk anak. Anda bisa saja memanfaatkan dapur, ruang makan, atau bahkan salah satu kamar tidur. Anda bisa menyiapkan meja dan kursi serta alat tulis lainnya, bahkan hingga papan tulis. Lebih bagus lagi jika Anda menyediakan papan buletin di ruang belajar itu untuk menempel jadwal belajar dan ketentuan lainnya sebagai pengingat. Buatlah ruang itu senyaman dan sekondusif mungkin untuk anak belajar di rumah selama virus Corona mewabah.
  • Semua orang di rumah harus menaati kondisi belajar. Artinya, semua orang tanpa terkecuali harus menghargai dan mendukung situasi belajar di rumah. Tidak hanya anak dan orang tua, tapi juga anggota keluarga lain, ART, bahkan tamu yang datang berkunjung. Ketika jam belajar sedang berlangsung, mereka harus menjaga ketenangan dan tidak mengganggu anak yang sedang belajar atau orang tua yang sedang bekerja.

Menyusun jadwal belajar di rumah kala Corona mewabah

Jadwal belajar juga penting. Guna membedakan antara situasi belajar dan situasi biasa di rumah, ada baiknya diterapkan jam belajar atau jam bekerja. Misalnya, mulai dari jam 7 pagi hingga jam 2 siang adalah jam belajar anak. Maka pada jam itu, hal-hal di atas seperti mematikan TV, menjaga ketenangan, dan lain-lain, harus diterapkan. Ketika jam belajar sudah selesai, maka penghuni rumah bisa melakukan kegiatan keluarga seperti biasanya.

Pastikan jadwal ini juga disepakati bersama dan bukan hanya sepihak. Tanyakan pada anak pada waktu kapan ia merasa nyaman untuk belajar.

Tidak kalah pentingnya, jangan lupa untuk menyediakan jam istirahat. Pahami bahwa anak memiliki batas waktu dalam mempekerjakan otaknya untuk fokus belajar. Pada akhir pekan, biarkan anak bersantai ria di rumah.

Dan jangan lupa juga untuk menjelaskan dengan jelas dan mudah pada anak mengenai segala hal terkait virus Corona dan menjaga kesehatan. Jangan lupa cuci tangan dan jaga kondisi tubuh. Semoga Anda sehat selalu.

Referensi

Adi, G. N., & Rochman, A. (2020, Maret 15). Regions close schools, cancel public events because of COVID-19. Diambil kembali dari The Jakarta Post

Eyal, N. (2020, Maret 12). Home-Schooling Tweens and Teens During Coronavirus Closings. Diambil kembali dari The New York Times

Nurita, D. (2020, Maret 15). Daerah-daerah yang Meliburkan Sekolah untuk Antisipasi Corona. Diambil kembali dari Tempo.co

Wira, N. N. (2020, Maret 19). Tips from parents on helping children study at home during COVID-19 outbreak. Diambil kembali dari The Jakarta Post