Alergi merupakan hal yang sering muncul ketika berbicara masalah kesehatan anak. Menurut catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam dua dekade terakhir, terjadi peningkatan angka kejadian alergi pada anak di Indonesia, bahkan alergi susu sapi pada dermatitis atopik ditemukan hingga 60%. Dermatitis atopik sendiri merupakan radang kulit yang disertai gatal pada bayi dan anak. Biasanya ditandai munculnya bintil-bintil kemerahan disertai gatal. Salah satu hal yang menyebabkan alergi adalah adanya disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa terjadi karena faktor genetik maupun lingkungan luar.

Dampak Alergi Bagi anak dan Orang tua

Dampak alergi ini ternyata tidak hanya menyerang pada sang buah hati namun juga dapat memberikan dampak psikologis, serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi Orang tuanya. Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak menjelaskan bahwasanya dampak alergi pada anak lebih dari sekedar gejala yang dialami anak.

Alergi memiliki dampak yang signifikan bagi si Kecil dan keluarga.  Dalam acara webinar yang bertajuk: Deteksi Risiko Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat untuk Cegah Alergi Sejak Dini, DR Budi Setiabudiawan menuturkan bahwa alergi dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung. Selain itu, anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Sementara dampak ekonomi yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung”.

Prof. Budi dalam acara tersebut juga menyatakan bahwa anak dengan alergi cenderung memliki rangkaian penyakit alergi seiring bertambahnya usia, Bahkan dapat diturunkan ke generasi berikutnya. Hal itulah yang membuat deteksi dan pencegahan alergi sejak dini penting untuk dilakukan. Pencegahan dan diteksi alergi dapat dilakukan melalui penulusuran riwayat alergi keluarga dan pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik.

Peningkatan Imun Anak dan Penurunan Risiko Alergi

Tenang Fams, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko alergi ini. Salah satunya dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu). ASI dan nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan sistem imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendukung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi. Dalam kemampuannya menurunkan alergi, sinbiotik lebih efektif dibandingkan pemberian tunggal prebiotik atau probiotik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dampak psikologis bagi anak dan orang tua. Penelitian menyebutkan bahwa anak yang alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif dan lemas. Sedangkan bagi orang tua, munculnya gejala alergi pada anaknya dapat menimbulkan kecemasan berlebih atau lebih parahnya sampai perasaan depresi.

Dampak Psikologis dan Sosial Akibat Alergi Pada Anak

“Secara sosial, anak dan orang tua bisa merasa rendah diri dan menyerah. Jika hal ini terjadi, pencegahan terhadap risiko alergi pada anak dapat terhambat. Untuk itu, orang tua harus menanamkan semangat positif dan optimis bahwa pencegahan alergi dapat dilakukan sejak dini. Jika reaksi alergi terjadi sebaiknya orang tua jangan panik, usahakan agar si Kecil tetap tenang, jangan berasumsi tentang penyebab alergi si Kecil, lakukan validasi langsung dengan ahlinya,” Ujar Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi yang juga menjadi pembicara pada acara webinar Deteksi Risiko Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat untuk Cegah Alergi Sejak Dini yang diselenggaran oleh Danone.

Deteksi Dini Alergi Pada Anak dengan Allergy Risk Screener by Nutriclub

Fams tidak perlu terlalu khawatir akan isu alergi ini karena Danone SN Indonesia berkomitmen untuk menawarkan inovasi terkait deteksi risiko alergi maupun manajemen nutrisi. Komitemen Danone SN Indonesia ini disampaikan oleh Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia. Arif menyatakan Kami berkomitmen untuk mendukung dan mendampingi orang tua dalam masa tumbuh kembang anak. Untuk membantu orang tua mengetahui risiko alergi sejak dini, kami menghadirkan Allergy Risk Screener by Nutriclub untuk mempermudah orang tua mengetahui besar risiko alergi anak berdasarkan riwayat alergi keluarga. Selain itu, kami juga menyediakan inovasi nutrisi dengan kandungan sinbotik yang sudah dipatenkan.”

Allergy Risk Screener by Nutriclub yang diluncurkan sejak Maret 2020 ini telah diakses sebanyak lebih dari 20.000 kali oleh orang tua di Indonesia. Tools digital ini dapat membantu orang tua maupun tenaga ahli dalam mendeteksi risiko alergi si Kecil hingga membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini dan membantu mempersingkat waktu konsultasi. Allergy Risk Screener by Nutriclub dapat diakses pada link Berikut.