Penulis: Hadafi Farisa

Editor: Bernadeta Diana

Pada saat hari raya Idulfitri, anak-anak biasanya menerima angpau dari sanak saudara yang lebih tua. Uang yang terkumpul banyak akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan sebagai momentum anak belajar menabung. Meski ajaran untuk menabung tak hanya dapat diterapkan ketika hari raya, momen tersebut bisa jadi saat yang tepat agar si kecil mampu menghargai uang yang mereka terima. Jadi, bagaimana sebaiknya orang tua membimbing anak dalam menyikapi serta mengatur angpau lebaran yang ia terima?

Jangan Lupa Berterimakasih

Mengucapkan terima kasih kepada orang lain merupakan salah bukti bahwa kita menghargai orang lain. Terlebih apabila ucapan tersebut disertai dengan senyuman tulus. Mengajarkan anak untuk berterimakasih saat menerima angpau merupakan kebiasaan yang diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kita sejak dulu.

Dilansir dari parents.com, mengajarkan anak untuk berterimakasih membuat anak menjadi lebih sensitif terhadap perasaan orang lain. Hal ini diungkapkan oleh Barbara Lewis, pengarang buku What Do You Stand For? For Kids. Selain itu, mengucapkan terima kasih juga dapat mengembangkan rasa empati serta turut mengasah keterampilan hidup si kecil.

Prinsip Saving, Spending, dan Sharing

Memang bukan perkara mudah untuk mengenalkan konsep menabung bagi anak-anak. Apalagi pada mereka yang dari kecil sudah terbiasa diberi keleluasaan dalam menggunakan uang. Semua permintaan anak akan suatu barang dan mainan dituruti. Sebelum terlambat, mari ajarkan mereka konsep menabung.

Anak usia balita belum mengenal arti sebuah rupiah. Mereka hanya tahu jika semua permen kesukaan atau cokelat bisa dibeli dengan beberapa peser rupiah. Mulailah untuk mengajari anak tiga prinsip ini yaitu saving, spending, dan sharing. Saving berarti penggunaan uang untuk tabungan. Spending yaitu penggunaan uang untuk membeli sesuatu. Terakhir, sharing yaitu penggunaan uang untuk berbagi terhadap orang lain yang lebih membutuhkan. Ketiga konsep tersebut perlu dipahami oleh anak.

Implementasi dari konsep saving, spending, dan sharing bisa dilakukan secara sederhana. Anak usia balita kemungkinan besar akan senang diberikan celengan tokoh kartun favorit mereka. Dengan tiga celengan yang masing-masing diberi keterangan saving, spending, dan sharing, anak bisa mulai belajar tentang finansial. Berikan beberapa rupiah kepada anak lalu ajarkan untuk menggunakan tiga celengan yang diberikan.

Celengan saving merupakan celengan pertama yang harus diisi, gunanya untuk disimpan sampai suatu saat dibutuhkan. Celengan spending merupakan celengan kedua yang harus diisi. Ketika anak ingin membeli permen atau cokelat, dia harus mengambil uang dari celengan kedua ini. Sementara celengan ketiga merupakan celengan sharing yang merupakan hak bagi orang lain yang membutuhkan seperti teman mereka yang ada di panti asuhan.

Edukasi Finansial Lanjutan

Sama pentingnya dengan pendidikan seksual, orang tua juga berkewajiban untuk memberikan edukasi finansial terhadap anak sejak usia dini. Beri anak pengertian jika uang diperoleh dari kerja keras dan usaha, sehingga mereka akan lebih menghargai setiap rupiah. Jangan biarkan anak seenaknya membelajakan uang untuk hal-hal yang kurang produktif. Arahkan anak pada pembelanjaan lain yang lebih bermanfaat, misalnya buku atau perlengkapan sekolah.

Tak cukup informasi semata, anak juga perlu diajak terlibat dalam pengelolaan uang. Orang tua tak perlu ragu untuk memberikan tanggung jawab dalam pengelolaan uang mereka. Beri kepercayaan anak untuk mengelola uang saku mingguan mereka sembari dituntun langkah demi langkah.

Edukasi finansial tak cukup hanya sampai di sini, ajaklah anak ke tempat-tempat penyimpanan uang, misalnya bank. Beri ruang anak agar mereka bereksplorasi dengan tempat baru sembari menanyakan pengertian bank, fungsi, dan kegunaannya. Mengajak anak untuk membuka rekening di bank juga bisa jadi pilihan mengingat saat ini sudah tersedia bank yang menyediakan layanan tersebut.

Referensi:

https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/teaching-children-to-be-grateful/