Memberi nama anak adalah momen yang mendebarkan. Semua orang tua ingin memberikan nama terbaik untuk anak-anaknya. Bahkan, seseorang terkadang sudah menyiapkan nama untuk anak sejak dalam pikiran mereka. Terkadang para pasangan yang ingin menikah pun selalu menyempatkan waktu untuk mendiskusikan nama anak-anaknya kelak.

Keputusan untuk menamai anak tidaklah hal mudah tetapi menyenangkan. Tidak mudah karena nama anak akan terus dibawa hingga si anak tua. Nama anak juga dianggap sebagai doa orang tuanya sehingga para orang tua harus berhati-hati.

Pada dasarnya, banyak sekali buku tentang nama-nama anak. Buku-buku nama anak yang berhubungan dengan agama tertentu, nama anak yang memiliki mana filosofis, hingga nama-nama anak yang menyerupai dengan suatu hal, seperti anak kelahiran di bulan agustus dinamai Agus.

IMaos akan memberikan rekomendasi untuk para ayah di sini dalam memberi nama anak. Seorang ayah pasti paham bahwa setiap anak memiliki nama ejekan. Pasti kalian semua pernah memberikan nama ejekan untuk teman-teman kalian. Dari sekian banyak ejekan, memplesetkan nama asli menjadi cara untuk membuat nama ejekan.

Misalkan, nama Rahmat menjadi mamat atau memet, nama Budi menjadi budek atau budeng, nama Panji menjadi panjul. Meskipun setiap nama itu memiliki makna yang baik tetapi teman sekelasnya tidak akan mempedulikan doa orang tua yang memberi nama anaknya.

Oleh karena itu, IMaos akan memberikan panduan untuk para ayah memberi nama anak yang keren, cool, dan memiliki makna bagus. Berikut ini adalah panduan untuk ayah menentukan nama untuk buah hatinya.

Jangan Memberi Nama Anak Berdasarkan Buku Nama Bayi yang Dijual di Pasaran

Hal pertama yang harus dilakukan orang tua, khususnya ayah, agar jangan membeli buku nama-nama bayi di toko buku. Inspirasi nama bayi yang kalian dapatkan dari buku nama-nama bayi yang dijual di pasaran akan mempengaruhimu menamai anak seperti buku itu.

Maksudnya, kalian secara tidak sadar merujuk buku nama bayi saat ingin memberikan nama anak. Padahal, nama-nama bayi yang ada di buku tersebut adalah nama-nama yang populer. Dengan kata lain, nama anakmu akan mirip dengan nama anak orang lain yang membeli buku yang sama.

Selain itu, jika insight yang kalian berasal dari buku nama bayi pasti kalian akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan nama untuk bayi. Kalian akan cenderung merujuk buku nama bayi sebagai modal untuk memberi nama ke anak kalian.

Memberi Nama Anak Berdasarkan Harapan Orang Tua dengan Bahasa Berbeda

Setiap orang tua ini memberikan nama terbaik untuk anaknya. Selain nama yang baik, orang tua manapun ingin menyematkan doa terbaik di dalam nama yang diberikan. Hal ini yang menjadikan banyak nama-nama di dunia ini mengacu pada unsur keagamaan tertentu.

Kalian harus memikirkan harapan atau doa apa yang ingin kalian berikan pada anak. Setelah kalian memiliki doa ataupun harapan itu lalu carilah dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa ibu kalian. Dengan pemilihan bahasa yang berbeda, doa ataupun harapan yang dibuatkan untuk anak akan lebih terlihat keren.

Misalkan, nama Arsenio memiliki arti anak laki-laki, suka menolong, dan pekerja keras. Nama tersebut berasal dari bahasa Yunani. Nama Alfian berasal dari bahasa Irlandia yang bermakna seorang lelaki hebat. Nama Anya berasal dari bahasa Rusia yang berarti cantik dan anggun. Nama Freya berasal dari bahasa Norwegia yang berarti penuh kasih sayang.

Menggabungkan Nama Orang Tua untuk Nama Akhir Anak

Saat ini era penamaan anak dengan satu kata sudah tidak musim lagi. Memberi nama Anak dengan satu kata mungkin sempat populer, seperti Soeharto, Purnomo, Hakiman, Purwanto, Winarto, dan beberapa nama lain.

Jumlah kata dalam suatu nama harus diperhatikan. Selain untuk mengikuti trend, keputusan untuk menamai anak lebih dari satu kata juga terkait dengan hal administratif. Misalkan, jika kalian mengisi form pasti diminta untuk menyebut nama depan, nama tengah, dan nama belakang.

Bahkan, jika anak kalian nanti menjadi penulis, peneliti, atau dosen pasti akan membutuhkan nama depan dan belakang. Hal ini karena nanti dalam sistem pengutipan sumber pustaka yang digunakan adalah nama belakang dari penulisnya.

Oleh karena itu, penggabungan nama orang tua untuk nama anak ini bisa menjadi solusi. Selain berfungsi untuk menyematkan nama keluarga kalian, nama belakang juga bisa mempermudahmu mencari nama untuk anak. Tinggal cari nama depannya saja!