Penulis: Hadafi Farisa

Editor: Bernadeta Diana

Setiap anak lahir dengan membawa keunikan pada diri mereka masing-masing. Kalimat tersebut sudah sepantasnya dijadikan dasar orang tua dalam mendidik anak. Bisa menjadi salah jika kita memaksakan bakat dan minat buah hati. Menyadari potensi anak sedini mungkin menjadi pekerjaan rumah orang tua, terlebih bagi pasangan yang baru menikah.

Pemikiran orang tua yang memandang kemampuan anak hanya fokus pada bidang akademik dan IQ perlu dibuang jauh-jauh. Beberapa anak memang terlahir sebagai bintang kelas karena kecerdasannya, seperti Sabrina Pasterksi. Dikutip dari laman idntimes.com, dia merupakan gadis dengan julukan “The Next Einstein”. Sabrina berhasil mendapat pengakuan atas pesawat yang dibuat bersama ayahnya. Bahkan, ilmuwan sekelas Stephen Hawking pernah mengutip beberapa karya tulis gadis kelahiran 1993 ini. Mengagumkan bukan?

Perbedaan Antara Bakat dan Minat

Bakat dan minat merupakan kata yang memiliki arti berbeda. Kedua penjelasan berikut dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk memberikan definisi terhadap kata “bakat” dan “minat”. Bakat merupakan kepandaian, sifat, dan pembawaan yang dibawa sejak lahir. Sementara minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu hal.

Bakat merupakan sesuatu yang diwariskan dari keturunan sebelumnya, sedangkan minat merupakan keinginan individu sendiri. Seseorang yang terlahir dari keluarga bermusik akan lebih mudah untuk belajar musik. Contohnya Al, El, Dul yang mewarisi jiwa musiknya dari kedua orang tua, Ahmad Dhani dan Maia Estianti. Dengan semakin seringnya frekuensi anak lekat terhadap kegiatan-kegiatan tertentu sejak dini, hal itu bisa menumbuhkan minat anak. Misalnya, anak menjadi suka menari lantaran sering diajak orang tua menari Zumba.

Menyadari Bakat dan Minat Anak

Bakat melekat dalam diri setiap anak, minat ditumbuhkan dari lingkungan sekitar kala anak tumbuh dan berkembang. Begitulah sejatinya hubungan antara bakat dan minat. Orang tua kini harus benar-benar paham bakat yang dimiliki anak, begitupun cara-cara menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu. Agar dua hal tersebut berjalan beriringan, tentunya orang tua wajib tahu dulu bakat yang dimiliki anak. Meski beberapa bakat anak bisa terlihat oleh minat yang ia tunjukkan.

Orang tua perlu mengingat-ingat apa yang menjadi bakat yang dimiliki. Lalu, cobalah untuk memberikan stimulus/rangsangan aktivitas yang terkait dengan bakat yang dimiliki orang tua kepada anak. Misalnya, suami yang merupakan pemain bola di klub daerahnya dulu. Cobalah memperkenalkan anak pada rangsangan terkait sepak bola misalnya gambar bola, video permainan sepak bola, atau mengajaknya berkeliling stadion bola. Seiring dengan semakin seringnya aktivitas yang terkait sepak bola, minat anak juga bisa tergiring ke arah situ.

Berikan Ruang Yang Tepat Untuk Berkembang

Setelah menemukan uniknya anak, ada baiknya untuk mengoptimalkan kemampuan mereka juga. Menurut Eileen Rachman, seorang psikolog yang dilansir dari laman tribunnews.com menyarankan jika bakat dan minat anak baiknya diarahkan pada sekolah akademik. Maksudnya, lebih baik jika anak yang sudah suka terhadap musik ditempatkan pada sekolah musik atau sekolah yang memiliki ekstrakulikuler musik agar dia bisa mempelajari dasar-dasar musik. Sehingga, bakat dan minat anak bisa dioptimalkan berdasarkan keunikan mereka.

Upaya orang tua untuk mengoptimalkan minat serta bakat anak dapat pula dilakukan dengan cara mengikutsertakan anak dalam beragam kegiatan di luar akademik. Terlebih apabila kegiatan tersebut dapat sekaligus mempertemukan buah hati dengan teman sebaya yang memiliki minat serta bakat serupa. Misalnya saja dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan perlombaan yang sesuai dengan bakat serta minatnya. Namun demikian, orang tua harus benar-benar memastikan bahwa anak mengikuti lomba tanpa paksaan. Selain itu, dampingi si buah hati tanpa perlu membebaninya dengan target tertentu. Tak hanya dapat memaksimalkan minat serta bakat anak, bersosialisasi dengan teman sebaya dengan minat dan bakat yang serupa dapat sekaligus mengasah kemampuan sosialnya. Hal ini pun dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

Referensi:

https://www.idntimes.com/life/inspiration/sista-noor-elvina/7-anak-paling-jenius-di-dunia-c1c2/full http://www.tribunnews.com/lifestyle/2015/04/26/kiat-mudah-mendeteksi-bakat-seni-anak-dan-mengasahnya-di-jalur-akademik

https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4987

https://dosenpsikologi.com/cara-mengetahui-bakat-anak-sejak-dini