Sentuhan memiliki peran penting dalam tahap awal perkembangan bayi. Pasalnya, indera peraba merupakan indera yang dapat langsung digunakan, sebelum kemampuan untuk menggunakan indera lain berkembang. Maka tidak mengherankan jika di tahap awal ini, bayi akan lebih sering menyentuh, menggapai, dan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.

Melalui tindakan seperti itu, bayi memahami bahwa di sekitarnya ada banyak hal yang berbeda. Ada yang kasar dan halus; ada yang kering dan basah; serta ada yang panas dan dingin. Lebih lanjut, sentuhan memiliki peran yang penting dalam perkembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, hingga perkembangan kemampuan sosial dan emosional.

Sentuhan tidak hanya memiliki pengaruh penting dalam tahap awal perkembangan bayi, tetapi juga dalam tahap perkembangan usia lebih lanjut. Secara jangka panjang, sentuhan mempengaruhi perkembangan kemampuan sosial dan emosional individu, termasuk bayi. Dalam Touch and Human Sexuality, Hatfield menjelaskan bahwa sentuhan positif yang penuh kasih sayang berpengaruh positif pula pada hasil belajar, kemampuan berbahasa, peningkatan penyelesaian masalah dan peningkatan kecepatan pemulihan fisik pada anak maupun orang dewasa.

Indera peraba dan sentuhan pada bayi

Lalu bagaimana indera peraba bekerja? Indera peraba bekerja berdasarkan sebuah sistem yang disebut tactile sensory. Tactile sensory memungkinkan kita untuk memperoleh informasi yang terkait dengan bentuk, tekstur, suhu, serta basah dan kering, melalui reseptor yang terdapat pada kulit. Saat reseptor pada kulit menyentuh suatu benda yang memiliki ciri tertentu, sistem saraf akan menerima informasi tersebut dan memberi tahu kita mengenai karakteristik benda tersebut.

Karena tactile sensory inilah,  seseorang bisa membedakan mana yang ponsel, dan mana yang uang, kemudian mengeluarkannya dari dalam kantong celana tanpa harus melihatnya terlebih dahulu. Tidak seperti indera lain yang hanya memiliki reseptor di bagian tubuh tertentu, tactile sensory memiliki reseptor di seluruh tubuh. Akibatnya kita bisa merasakan suhu udara hingga nyamannya pakaian yang kita kenakan.

Oleh karena itu, yang melibatkan sentuhan, seperti mandi, menyikat gigi, dan mencuci tangan. Selain itu, anak akan mengembangkan rasa ingin tahu yang membuatnya tidak takut menyentuh atau disentuh.

Gangguan pada indera sentuh bayi

Anak juga dapat mengalami gangguan dalam perkembangan tactile sensorynya. Sebagian dari mereka ada yang terlalu peka, sementara sebagian yang lain justru kurang peka terhadap rangsangan sentuhan. Bagi bayi yang memiliki tactile sensor yang terlalu peka, sentuhan yang paling lembut bisa sangat mengganggunya. Akibatnya, bayi dengan gangguan tactile sensor seperti ini akan sulit untuk melakukan kegiatan yang melibatkan sentuhan. Bahkan mereka bisa saja enggan untuk menyikat gigi, mandi, dan memotong rambut. Selain itu, tidak setiap pakaian akan terasa nyaman untuk dia kenakan.

Sebaliknya, bayi yang memiliki gangguan yang membuat tactile sensornya kurang peka, cenderung akan mencari lebih banyak rangsangan sentuhan. Dia akan suka menyentuh dan disentuh. Mereka akan sangat senang dipeluk dan senang berada sangat dekat orang lain. Yang lebih parah lagi, dia mungkin tampak seperti tidak punya rasa takut, menyentuh semua yang mereka lihat, bahkan benda yang membahayakan.

Referensi:

ilslearningcorner.com. 1 Mei 2016. Tactile Learning: How Your Child Learns through Touch and their Tactile System. https://ilslearningcorner.com/2016-05-tactile-learning-how-your-child-learns-through-touch-and-their-tactile-system/

Heffron, Claire. 8 Mei 2014. Sensory Processing: The Tactile System. https://theinspiredtreehouse.com/sensory-processing-tactile-system/

Sugiri, Prameshwari. 8 Agustus 2018. Memahami Pentingnya Sentuhan Bagi Bayi. https://kumparan.com/@kumparanmom/memahami-pentingnya-sentuhan-bagi-bayi-1533582530265420395