Ibu hamil cenderung lebih rawan terhadap infeksi pernapasan termasuk virus Corona ini. Ketika infeksi terjadi, ibu dan bayi dapat terdampak konsekuensi yang cukup membahayakan. Lebih dari sekitar 130 juta wanita yang melahirkan tiap tahunnya di seluruh dunia. Meskipun informasi yang akurat mengenai risiko ini masih belum tersedia, nyatanya ibu hamil memiliki risiko yang sama besarnya dengan siapapun terkait penularan virus Corona.

Oleh karena itu, berdasarkan infografis yang dirilis Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah beberapa kiat untuk melindungi ibu hamil, ibu menyusui, dan sebagainya dari virus Corona.

Kiat melindungi ibu hamil dari paparan virus Corona

  • Kala pemeriksaan hamil pertama kali, buatlah janji dengan dokter sedini mungkin agar tidak perlu menunggu waktu lama
  • Dalam perjalanan ke dokter maupun fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), tetap lakukan pencegahan penularan semaksimal mungkin
  • Isi stiker Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan bantuan tenaga kesehatan melalui media komunikasi
  • Pelajari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan terapkanlah dalam kehidupan sehari-hari
  • Jika ada risiko atau tanda bahaya, segera periksakan diri ke dokter
  • Tunda dulu Kelas Ibu Hamil dan hindari bepergian jika tidak mendesak
  • Monitor gerakan janin dalam perut di awal usia kehamilan 20 minggu

Kiat melindungi ibu menyusui

  • Cuci tangan dan pastikan tubuh bersih sebelum menyentuh bayi, payudara, pompa ASI, atau botol susu
  • Gunakan masker kala menyusui
  • Bersihkan pompa ASI dan botol tiap kali penggunaan
  • Lebih direkomendasikan untuk memerah ASI daripada menyusui secara langsung
  • Lakukan konseling dengan ahli menyusui terkait risiko penularan akibat kontak fisik ibu dan bayi

Tindakan yang perlu dilakukan kala persalinan

  • Gunakan rujukan persalinan yang terencana untuk ibu hamil berisiko
  • Segera ke rumah sakit atau fasyankes lainnya ketika sudah ada tanda-tanda persalinan
  • Pastikan ibu, keluarga, dan para tenaga kesehatan tetap melakukan tindakan pencegahan penularan virus Corona dengan menjaga jarak jika tidak perlu
  • Gunakan KB pasca persalinan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan

Anjuran untuk ibu nifas pasca hamil dan bayi yang baru lahir kala Corona

  • Tetap lakukan perawatan bayi termasuk imunisasi wajib sesuai rekomendasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI)
  • Lakukan pemeriksaan pasca persalinan untuk ibu dan bayi dengan kunjungan ke rumah oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur
  • Bila ada tanda bahaya atau risiko pada ibu nifas dan bayi yang baru lahir, segera kunjungi fasyankes

Terkait tata pelaksanaan kehamilan dan persalinan dalam kondisi Corona untuk ibu hamil sesuai rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia dapat dilihat di sini. Namun tak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental ibu hamil kala Corona ini juga perlu diperhatikan. Semoga ibu dan bayi sehat selalu!