Corona menyebabkan lockdown dan menghentikan kegiatan keluarga. Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat warga Indonesia secara sadar menghindari aktivitas di keramaian. Acara-acara yang mengundang banyak orang pun diundur. Gaya hidup bersih dan sehat pun digiatkan. Masyarakat jadi sadar pentingnya cuci tangan setelah beraktivitas. Masker dan hand sanitizer tersedia di sudut-sudut ruang dan fasilitas publik. Pemerintah juga menyiapkan tindakan antisipasi dengan segera membuka posko pengecekan virus Corona di berbagai daerah, serta memperbanyak jumlah laboratorium.

Namun di sisi lain Indonesia tetap memudahkan akses keluar masuk dari dalam dan luar negeri. Bahkan di berbagai belahan bumi lain pun sikap rasional belum mampu benar-benar hadir untuk menghalau kekalutan dari pandemi ini.

Selain dari sisi pemberitaan yang amburadul, berbagai akun di media sosial pun ikut ambil peran dalam menciptakan kerancuan informasi. Mulai dari viral-nya pernyataan bahwa virus Corona adalah tentara Allah, virus Corona adalah azab, serta berbagai hal yang dikaitkan dengan isu rasial. Belum lagi peran para BuzzeRP yang masih begitu santuy meninabobokan masyarakat agar tetap tenang. Silakan menginap di hotel serta bepergian, sebab banyak diskon yang ditawarkan. Eh.

Masyarakat berbelanja dalam keadaan panik dengan tujuan untuk menimbun bahan makanan, masker, dan hand sanitizer. Ketakutan ini bisa jadi disebabkan oleh amburadulnya informasi. Bahkan dalam situasi seperti ini masih ada saja yang mencari celah keuntungan dengan cara menjual barang-barang yang langka dengan harga yang tak terkira mahalnya.

Perkembangan dan Pilihan Lockdown

Perkembangan jumlah pasien Covid-19 sampai saat artikel ini disunting (16/3/2020) adalah 117 pasien positif, 1.011 pasien negatif, 8 orang sembuh, dan 5 orang meninggal. Dari 117 kasus Positif Covid-19, diketahui bahwa penularannya ada yang terjadi di dalam negeri dan ada yang terinfeksi di luar negeri atau imported case.

Menyikapi pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia masih enggan untuk melakukan lockdown. WHO mengumumkan wabah Corona sebagai pandemi. Sejumlah negara juga telah mengunci (lockdown) daerah-daerah yang diduga menjadi pusat penularan. Beberapa negara sudah melakukan lockdown seperti Italia, Filipina, dan kota di China dan Korea.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia belum berpikir untuk lockdown. “Belum berpikir ke arah sana,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3/2020). Detik.com

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo telah menetapkan Solo, Jawa Tengah, status kejadian luar biasa (KLB) terhadap virus Corona atau Covid-19.  Penetapan KLB diambil setelah Wali Kota Surakarta menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda Kota Surakarta di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah.

Penetapan status KLB ini menyusul adanya dua pasien positif Corona yang sempat diisolasi di RSUD Dr Moewardi Solo. Kasus pasien positif Corona meninggal di Solo ini menjadi kasus yang pertama terjadi di Provinsi Jawa Tengah.

Pemerintah DKI Jakarta akan menutup semua tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020). “Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3/2020). Liputan6.com. Selain itu, perlahan kota-kota lain juga mulai menghentikan kegiatannya, atau mengisolir diri sendiri. Mulai dari beberapa perusahaan tempat bekerja, hingga institusi pendidikan mulai dari TK hingga Universitas.

Kegiatan keluarga yang menarik untuk dilakukan kala lockdown

Fakta yang ada, pasien Corona di Indonesia mengalami peningkatan dua kali lipat, dan tentu saja kita berharap tidak ada peningkatan jumlah pasien lagi, dan saudara kita yang saat ini sedang dalam proses pengawasan dan pengobatan dapat segera pulih kembali, sehat seperti sedia kala.

Akan tetapi, kita juga harus waspada. Seperti kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah DKI dan Surakarta, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, tentu kita perlu paham, bisa jadi di daerah lain pun akan melakukan tindakan yang serupa.

Badan Intelijen Negara (BIN) memprediksi puncak penyebaran virus Corona atau Covid-19 akan terjadi pada Mei 2020. Prediksi ini didapatkan dari setelah pemerintah membuat permodelan terkait penyebaran virus Corona.

“Jadi, kalau kita hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan permodelan ini. Bulan puasa, bulan puasa,” ujar Deputi V BIN Afini Boer, dikutip dari detik.com.

Berdasarkan prediksi yang dilakukan oleh BIN tersebut, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah pusat akan menetapkan kebijakan lockdown jika nantinya diperlukan.

Jika nantinya lockdown dilakukan pemerintah sebagai langkah mengurangi infeksi atau penyebaran dari Covid-19. Fams jangan panik, dan dapat memanfaatkan waktu selama lockdown untuk membangun kedekatan dan keeratan di keluarga dengan membuat kegiatan, bisa dengan melakukan berbagai kegiatan berikut:

1. Saatnya Memasak Bersama

Memasak bersama bisa menjadi kegiatan seru yang dapat dilakukan bersama keluarga di rumah selama lockdown. Fams bisa memulai dengan berbelanja bahan-bahan makanan (tenang selama lockdown, warga diizinkan keluar rumah untuk kepentingan berbelanja bahan makanan).

Dalam kegiatan masak bersama keluarga saat lockdown ini, cobalah membuat menu yang baru, dan lakukan secara bersama-sama, adik dan kakak bisa membantu mencuci sayuran, ayah membantu mengiris bawang, ibu yang memastikan semua bahan dapat dimasak sempurna.

Kegiatan masak bersama, dengan berbagai resep yang berbeda di setiap harinya, tentu akan memberikan pengalaman baru, dan juga menambah kedekatan dan kekompakan, selain tentu saja memberikan rasa gembira dan keceriaan di dalam rumah selama lockdown.

2. Saatnya Menata Ulang Rumah

Menata rumah bukan hal yang bisa dilakukan setiap hari, sering kali kita tidak memiliki waktu untuk menata ulang rumah, karena kesibukan kerja dan aktivitas sehari-hari. Nah, selama lockdown dapat dimanfaatkan untuk menata ulang atau merapikah rumah dengan dekorasi unik dan kreatif yang selama ini mungkin sudah Fams bayangkan.

Kegiatan menata ulang rumah bersama keluarga saat lockdown tentu akan menyenangkan, karena semua penghuni rumah bisa saling bertukar konsep ruangan seperti apa yang diinginkan di dalam rumah. kamar adik dan kakak mau seperti apa? Ruang keluarga mungkin perlu ditambah rak buku dan kursi santai untuk kegiatan membaca? Ruang makan dan dapur saatnya dibersihkan dan dirapikan, sebab biasanya di ruangan ini banyak barang yang menumpuk.

3.  Saatnya Mendongeng untuk buah hati

Tentu Fams salah satu cara menciptakan bonding dengan anak adalah dengan membacakan dongeng. Mendongeng bisa dilakukan kapan saja, dan sebagian besar dari kita memanfaatkan waktu sebelum anak tidur untuk membacakan dongeng. Nah, ketika lockdown Fams juga bisa menambah kegiatan mendongeng untuk buah hati, bisa dengan dongeng yang interaktif dan atraktif, karena waktu yang lebih longgar, tidak hanya menjelang tidur.

Membacakan cerita atau mendongeng, selain sebagai bonding, juga dapat menanamkan kemampuan imajinasi dan juga sekaligus menanamkan pendidikan karakter melalui pesan moral yang ada di dalam cerita.

Mengapa waktu luang perlu dimanfaatkan untuk mendongeng? Ingat pesan Albert Einstein “Jika kamu ingin anakmu cerdas, bacakanlah dongeng. Jika kamu ingin anakmu LEBIH cerdas, bacakan LEBIH banyak kisah dongeng.”

4. Saatnya Bermain Peran

Menghabiskan waktu di dalam rumah sering kali hanya habis di depan televisi, nah agar lebih bermanfaat saatnya melakukan berbagai permainan yang bisa dilakukan bersama anggota keluarga.

Fams bisa mencoba permainan bermain peran, permainan ini dapat dimainkan bersama anggota keluarga, anak-anak biasa bermain peran bersama teman sepermainannya, nah Fams bisa mengikuti aturan bermain peran versi mereka.

Saat bermain peran, anak-anak akan masuk ke dalam dunia mereka yang penuh keajaiban, penuh petualangan dan imajinasi mereka, dari apa yang mereka lihat dan alami atau mereka idolakan dari profesi yang mereka kenal dan karakter hero di televisi. Dengan bermain peran, sebagai orang tua kita dapat melihat bagaimana perkembangan dari anak-anak kita, kemampuan bahasa, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.

5. Saatnya Olahraga Bersama

Kapan terakhir Fams olahraga bersama keluarga? Sebab pagi begitu sibuk dengan urusan dan kegiatan masing-masing, kakak dan adik yang harus segera ke sekolah, ayah yang keburu berangkat kerja. Jangankan olahraga bersama, sarapan bersama pun sering kali tidak dapat terjadi.

Ketika lockdown dapat dimanfaatkan untuk mengadakan olahraga bersama, tentu saja olahraga ringan di dalam rumah, seperti halnya senam bersama, jamping jack, leg lif, sit up, menari, aerobik, dan juga push up.

Olahraga pada dasarnya ampuh untuk meningkatkan stamina dan juga menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar. Tubuh yang sehat dan bugar, akan lebih kebal terhadap penyakit atau virus. Juga dapat membantu Fams dalam upaya menurunkan berat badan. Kesempatan untuk bakar lemak dulu, sekaligus menanamkan kebiasaan olahraga untuk si buah hati.

6. Saat yang tepat mengenalkan silsilah

Fams bisa memanfaatkan waktu selama lockdown untuk memperkenalkan silsilah keluarga besar, hal ini penting agar anak-anak mengetahui siapa saja anggota keluarga besar lengkap dengan asal-usul dan silsilah.

Agar kegiatan mengenalkan silsilah keluarga ini menjadi menyenangkan, Fams bisa melakukannya dengan membuat pohon keluarga. Membuat pohon keluarga bisa dilakukan dengan mencetak dari foto-foto anggota keluarga besar yang dimiliki. Bisa diberi keterangan nama dan sebagai apa, misalnya keterangan sebagai kakek, nenek, paman, dan lain sebagainya.

Jika ternyata Fams tidak memiliki foto anggota keluarga besar, maka Fams bisa menyiasati dengan menggambar wajah di dalam pohon keluarga, wajah kakek, wajah nenek, wajah paman dan anggota keluarga lain. Tentu dalam menggambar tidak harus benar-benar mirip, karena intinya adalah mengenalkan silsilah agar anak paham ada siapa saja di dalam keluarga besar.

Tentu masih banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan Fams bersama keluarga, kegiatan di dalam rumah yang diharapkan akan meningkatkan kedekatan anggota keluarga. Kegiatan di atas, semoga dapat menjadi referensi bagi Fams untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah, tidak hanya jika kemungkinan lockdown diberlakukan di Indonesia atau daerah Fams, namun juga dapat dilakukan ketika ada waktu libur seperti hari Minggu. Semoga bermanfaat. Salam.

Penulis : Ryan Ari Rap / Penyunting : Vikra