Lansia merupakan satu dari beberapa lapisan masyarakat yang rentan terhadap virus Corona karena masalah imunitas tubuh. Wabah virus Corona (Covid-19) yang sedang menimpa umat manusia di seluruh dunia saat ini setidaknya sudah memakan ratusan ribu korban jiwa dari 1,5 juta lebih kasus yang terkonfirmasi. Kasus meninggal dunia mayoritas adalah orang berusia 60 tahun ke atas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa kaum lansia lebih rentan untuk mengalami keparahan dari infeksi virus Corona? Berikut penjelasannya.

Sistem imunitas lansia terkait virus Corona

Sistem imunitas tubuh memiliki fungsi perbaikan DNA; mencegah infeksi dari jamur, bakteri, virus, serta organisme lain; serta menghasilkan antibodi (protein yang berfungsi memerangi bakteri dan virus yang menyerang tubuh). Semakin tua usia seseorang, maka respons imunitas tubuhnya juga semakin menurun. Hal ini terjadi secara alami saat seseorang mengalami penuaan. Oleh karena itu, kelompok lansia akan mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terserang penyakit infeksi, kanker, jantung koroner, kelainan autoimun, dan penyakit kronik lainnya, termasuk virus Corona karena masalah imunitas tubuh.

Sistem imunitas tubuh dapat ditingkatkan melalui imunisasi dan pemberian nutrisi yang tepat. Imunisasi/vaksin mengandung suatu antigen yang sama dengan patogen (sumber penyakit) asing sehingga sistem imun dapat mengenali jika patogen yang sesungguhnya menyerang tubuh. Sistem imunitas tubuh diharapkan lebih siap, sehingga saat diserang patogen, tubuh bisa bertahan melawan patogen tersebut.

Vaksin untuk meningkatkan imunitas

Influenza (disebabkan oleh virus) dan pneumonia (disebabkan oleh bakteri/jamur) merupakan dua penyakit yang paling sering diderita oleh orang tua. Sehingga diperlukan vaksin bagi lansia untuk mencegah terserang penyakit tersebut. Tetapi respons antibodi tubuh dan imunitas lansia terhadap vaksin lebih rendah dibanding pada orang yang masih muda, sehingga hal tersebut yang mengakibatkan vaksin kurang efektif bagi lansia.

Selain vaksin, cara lain untuk meningkatkan imunitas dari tubuh lansia adalah dengan memberikan nutrisi yang tepat. Defisiensi atau kekurangan gizi harus diwaspadai sejak dini. Lansia sangat rentan mengalami gizi buruk. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan penyerapan zat gizi dan kurangnya mengonsumsi makanan yang bergizi. Gizi buruk dapat memperparah kondisi imunitas tubuh lansia sehingga mereka akan lebih rentan lagi untuk terserang berbagai macam penyakit termasuk Corona.

Nutrisi untuk meningkatkan imunitas lansia dari Corona

Berikut ini merupakan nutrisi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh lansia di tengah mewabahnya virus Corona.

  1. Betaglukan merupakan sejenis gula polisakarida yang dapat diperoleh dari ragi, gandum, jamur maitake, jamur shitake, dan jamur tiram.
  2. Protein arginin dan glutamin. Protein arginin terdapat banyak dalam beras, daging ayam, daging sapi, ikan air tawar (ikan kembung, bandeng, lele, mujahir, dan ikan mas), seafood (ikan tongkol, kakap, tengiri), dan sosis. Sedangkan sumber protein glutamin di antaranya terdapat pada daging, ikan, kacang, dan susu.
  3. Asam linoleat (omega 6) dapat diperoleh dari daging, unggas, telur, alpukat, sereal, gandum, margarin, minyak nabati, minyak kedelai, minyak jagung, biji bunga matahari, kacang mete, kacang kedelai, dan jenis kacang-kacangan lainnya.
  4. Yoghurt yang mengandung Lactobacillus acidophilus atau probiotik lainnya.
  5. Berbagai sumber vitamin.
  6. Zinc terkandung banyak dalam bayam, brokoli, daging sapi, daging kambing, kembang kol, kangkung, kacang kedelai, tahu, dan susu.
  7. Asam folat (vitamin B9) dapat diperoleh dari ragi, sayur-sayuran hijau, kembang kol, brokoli, susu, daging, dan ikan.
  8. Zat besi terdapat banyak pada kangkung, sawi putih, bayam, brokoli, bunga kol, kacang panjang, kacang hijau, kacang kedelai, daging sapi, daging kambing, tahu, tempe, telur ayam, dan susu.

Konsumsi makanan yang bergizi diharapkan dapat meningkatkan imunitas lansia sehingga tubuh lansia menjadi lebih kuat dalam memerangi virus Corona dan penyakit lainnya. Mari kita jaga dan lindungi diri kita dan orang tua kita.

Penulis : Nikita D M / Penyunting : Vikra Alizanovic

Referensi

Begley, S. (2020). What explains Covid-19’s lethality for the elderly? Scientists look to ‘twilight’ of the immune system. Diambil kembali dari STAT News

Diana, F. M. (2012-2013). Omega 6. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1.

Fatmah. (2006). Respons Imunitas yang Rendah pada Tubuh Manusia Usia Lanjut. Makara, Kesehatan, Vol. 10 No. 1, 47-53.

Mulyaningsih, T. R. (2009). Kandungan Unsur Fe dan Zn dalam Bahan Pangan Produk Pertanian, Peternakan, dan Perikanan dengan Metode k0-AANI. Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol. X, No. 2, 71-80.

Rahadyani, A. A. (2013). Hubungan Asupan Monosakarida, PUFA, Arginin, Asam Glutamat, dan Massa Lemak Tubuh dengan Tekanan Darah pada Wanita Post Menopause. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Widyastuti, N., Baruji, T., Isnawan, H., Wahyudi, P., & Donowati. (2011). Analisa Kandungan Beta-Glukan Larut Air dan Larut Alkali dari Tubuh Buah Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Shiitake (Lentinus edodes). Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 3, 182-191.