Momen pertama ketika bayi mulai merangkak adalah momen yang penting. Bagaimana cara bayi bepergian ketika ia belum bisa berjalan? Tentunya dengan bantuan orang tua. Bantuan itu bisa berupa menggendong bayi, mendorong bayi di dalam kereta bayi, atau membawanya dengan tas bayi.

Manapun itu, hingga ia bisa bergerak sendiri, moda transportasi bayi satu-satunya ialah sang orang tua. Namun cepat atau lambat, bayi akan belajar untuk merangkak dan mampu bergerak dari titik A ke titik B dengan kemampuannya sendiri.

Menurut Rallie McAllister, seorang penulis buku mengenai perkembangan bayi, merangkak adalah pencapaian yang besar bagi bayi karena merangkak merupakan langkah awal menuju kemandirian bergerak. Gambaran bayi mulai merangkak melintasi lantai dengan tangan dan kaki yang bergerak lincah dengan tujuan mengejar mainan atau kucing peliharaan tentunya terdengar sangat menggemaskan. Merangkak adalah metode pertama bayi dalam mengeksplorasi ruang geraknya dengan usahanya sendiri.

Biasanya sebelum bayi mulai merangkak, ia terlebih dahulu akan belajar menyeimbangkan diri dengan tumpuan kaki dan tangannya. Setelah itu, ia akan belajar bergerak maju dan mundur dengan dorongan dari dengkulnya. Di saat yang sama ia juga memperkuat otot-otot yang dibutuhkan untuk merangkak dengan optimal.

Momen bayi mulai merangkak pertama kali

Kebanyakan orang tua tentunya tidak sabar menanti perkembangan bayinya. Itulah mengapa kebanyakan orang tua memperhatikan gerak-gerik bayi mereka dengan seksama setiap saat. Lagi pula, orang tua mana yang tidak ingin melihat bayinya merangkak atau duduk untuk pertama kalinya? Ketidaksabaran ini merupakan hal yang wajar. Namun orang tua tetap perlu memahami bahwa tiap bayi memiliki proses perkembangan yang berbeda-beda.

Beberapa bayi mungkin saja belajar berguling dengan cepat namun lambat dalam belajar merangkak. Di sisi lain, ada juga bayi yang melewatkan fase merangkak dan malah langsung mulai belajar berjalan. Pahamilah bahwa setiap bayi memiliki keunikannya sendiri.

Secara umum, bayi akan mulai belajar berguling di usia 3 hingga 5 bulan, lalu belajar duduk di usia 4 hingga 7 bulan, dan belajar merangkak di usia 6 hingga 10 bulan. Namun bukan tidak mungkin bayi akan menggunakan metode bergerak lainnya pada usia tersebut, seperti menggeser bokongnya sedikit demi sedikit dengan bantuan paha dan tangan, melata dengan perut di lantai layaknya ular, atau bahkan berguling melintasi ruangan. Anda tidak perlu memusingkan cara bayi bergerak, karena yang terpenting adalah niat bayi untuk bergerak secara mandiri.

Biasanya, bayi dapat mulai merangkak dengan sempurna ketika ia sudah menguasai cara duduk mandiri tanpa tumpuan apapun. Tentunya setelah fase ini dikuasai oleh bayi, ia akan mampu menegakkan kepalanya untuk menengok sekitar, serta menahan kaki dan tangannya agar ia tidak terjatuh ketika bergerak atau untuk mengangkat tubuhnya kembali.

Melatih motorik

Menurut Joni Redlich, seorang peneliti anak di New Jersey, anak yang banyak menghabiskan waktunya merangkak akan memiliki keterampilan motorik halus yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh otot lengan bayi yang terbentuk karena sering menopang benda berat. Hasilnya, bayi akan belajar menulis dan menggenggam benda lainnya lebih cepat.

Biasanya karena terlalu senang dengan kemampuannya untuk bergerak ke sana kemari sesuka hati, bayi akan bergerak kemanapun ia ingin. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi bayi, serta memastikan kondisi rumah aman untuk bayi bergerak. Artinya orang tua tidak boleh membiarkan adanya benda ataupun sudut-sudut tajam tergeletak begitu saja di ruang yang mampu dicapai oleh si bayi.

Referensi

Dwyer, L. (2018, October 25). When do babies crawl? Pediatricians answer all your baby crawling questions. Diambil kembali dari Today.com:

Reece, T. (2018, December). When Do Babies Crawl? Diambil kembali dari Parents.

ZeroToThree. (2016, February 19). Steps Toward Crawling. Diambil kembali dari Zero to Three